KAJIAN KARAKTERISTIK POLA RUANG KOTA PINGGIRAN SUNGAI DI KOTA SIAK SRI INDRAPURA - RIAU

RIJAL, MUHAMMAD (2002) KAJIAN KARAKTERISTIK POLA RUANG KOTA PINGGIRAN SUNGAI DI KOTA SIAK SRI INDRAPURA - RIAU. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Siak Sri Indrapura City is one of riverside city which found since the Siak Empire (18th century). The City at eastern area of Sumatera island is a port city which build by the activity process of Siak riverside. The shape of Siak Sri lndrapura city at this present has been build by the mated,' culture and spiritual culture from several ethnic, social classes, economic and government system in the past. Time has changed economic system, government, technology and the formed mosaics shown the symptoms of growing and spread without a right direction. These symptoms start up since this city founded as the capitol city of Siak distqct, as the implication of city's spreading which sponsored by the Riau Province government. Siak district is a developed area from Bengkalis District, as Riau Province government's regulation Number. 2531U/1999 dated May, 26th 1999 that decided Siak Sri Indrapura city as the district's capitol city. To anticipated those symptoms, need understanding about character that formed by Siak Sri lndrapura city as a riverside city, because the understanding of a character of the area that has become an own style that can be used as a consideration in developing environment, so the stakeholder won't fell peculiar with the environment In studying the chara er of this riverside city pattern, been conduct through rationalistic approachment with q alitative paradigm against research components settled to fit the objective of the research which is to asses characteristic of city pattern that shaped by physical elements as an accumulation of city planning elements like land use, mass and building shape, circulation and parking, open space, pedestrian, supporting facilities, symbol and preservation digged from three city planning theories; and non physics element based on social order as social culture and Siak people economy that effect the character shaping of 8iak Sri Indrapura city pattern. Base on the research result can be known that the character city pattern shaped in Siak Sri lndrapura city actually linearly shaped because of the effect of the natural dominant element, Siak river at riverside area. Siak river that border on Siak Sri Indrapura city have a great deal part in forming community orientation because for the people it's very important and living device in forming city. At the land area found a grid pattern built by masses construction and open space. Meanwhile non physical space pattern character shaped from two different groups social order in building social and culture construction in Siak Sri Indrapura city which are the Chinese community as outsider that has been long stayed in this riverside city and Malay community as the natives. Chinese community that dominate in public market area tend to made linear pattern spread and irregular with uncertain space limits. This caused by two different conceptin observing city space meaning, Chinese community tends to have traditional communitylcharacter (Evers & Korff, 2002). Kota Siak Sri Indrapura adalah kota pinggiran sungai yang terbentuk semenjak hadirnya Kerajaan Siak (abad ke-38). Kota yang terletak di belahan timur Pulau Sumatra ini merupakan kota pelabuhan yang terbentuk dari proses aktifitas kehidupannya di pinggir Sungai Siak. Wujud Kpta Siak Sri Indrapura pada saat ini telah dibentuk oleh kebudayaan material dan spiritual dari berbagai etnik, strata sosial, ekonomi dan sistem pemerintahan pada masa lalu. Perjalanan waktu yang telah mengubah sistim ekonomi, pemerintahan, perkembangan teknologi dan mosaik-mosaik yang terbentuk pada saat ini menunjukkan gejala-gejala dan kecenderungan akan berkembang dan tumbuh tanpa arah. Gejala-gejala ini mulai terlihat semenjak kota ini dijadikan sebagai Ibu Kota Kabupaten Siak, implijCasi terhadap pemekaran wilayah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau. Kabupaten Siak merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, sesuai dengan Keputusan Guipernur Propinsi Riau No. 253/U/1999 tanggal 26 Mei 1999 yang memutuskan Kota Siak Sri Indrapura sebagai ibukota kabupaten. Untuk mengantisipasi gejala-gejala tersebut, diperlukan pemahaman tentang karakter yang terbentuk di Kota Siak Sri Indrapura sebagai kota pinggiran sungai, karena pemahaman tentang karakter suatu daerah yang telah menjadi ciri khas dapat dipakai sebagai salah satu pertimbangan dalam menciptakan lingkungan, agar penghuni tidak merasa asing dengan lingkungan tersebut (Trancik, 1986). Dalam mengkaji karakter pola ruang kota pinggiran sungai ini dilakukan pembahasan melalui pendekatan • rasionalistik dengan pradigma kualitatif terhadap komponenkomponen penelitian yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengkaji karakter pola ruang kota terbentuk melalui; elemen fisik sebagai akumulasi dari elemenelemen perancangan kota berupa penggunaan lahan, massa dan bentuk bangunan, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka, jalur pejalan kaki, aktifitas pendukung, simbol dan preservasi yang digali melalui tiga teori pokok perancangan kota; dan elemen non fisik berdasarkan tatanan I sosial masyarakat berupa kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat siak yang mempengaruhi pembentukan karakter pola ruang Kota Siak Sri Indrapura. Berdasarkan hasil prelitian dapat diketahui bahwa karakter pola ruang kota yang terbentuk di Kota Siak Sri Indrapura pada dasarnya berbentuk linier karena pengaruh unsur alami yang dominan berupa Sungai Siak pada kawasan pinggir sungai. Sungai Siak yang berbatasan langsung dengan Kota Siak Sri Indrapura sangat berperan dalam membentuk orientasi pemukiman karena sungai tersebut bagi masyarakat siak merupakan medium kehidupan dan sarana yang vital dalam proses pembentukan kotanya. Pada kawasIan darat dijumpai pola grid yang dibangun oleh konstruksi massa dan ruang luar. Sedangkan karakter cola ruang non fisik terbentuk dari dua kelompok tatanan sosial masyarakat yang berbeda dalam membangun konstruksi sosial dan budaya di Kota Siak Sri Indrapura yaitu kelompok masyarakat Cina sebagai masyarakat pendatang yang sudah lama bermukirp di kota pinggiran sungai ini dan kelompok masyarakat melayu sebagai penduduk tempatan/asli. Masyarakat Cina yang mendominasi di kawasan pasar cenderung membentuk pola ruang grid dan memiliki batas yang tegas pada kawasannya. Sedangkan masyarakat melayu dalam membentuk pola ruang di Kota Siak Sri Indrapura cenderung membentqk pola linier yang menyebar dan tidak teratur dengan batas ruang yang tidak jelas dap tegas. Hal ini disebabkan dua konsep yang berbeda dalam memandang makna rang kota, masyarakat Cina cenderung memiliki karakter sebagai masyarakat urban sedangkan masyarakat melayu lebih cenderung memiliki karakter sebagai masyarakat t1adisional (Evers & Korff, 2002).

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12142
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 May 2010 13:08
Last Modified:28 May 2010 13:08

Repository Staff Only: item control page