PENGARUH IKLIM DAN POROUSITAS ELEMEN LANTAI DALAM PENGKONDISIAN TERMAL RUMAH KAYU PANGGUNG Studi Kasus Rumah Dinas .Perhutani di KedungJati - Grobogan

SUKAWI, SUKAWI (2002) PENGARUH IKLIM DAN POROUSITAS ELEMEN LANTAI DALAM PENGKONDISIAN TERMAL RUMAH KAYU PANGGUNG Studi Kasus Rumah Dinas .Perhutani di KedungJati - Grobogan. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

Full text not available from this repository.

Abstract

In the northern part of Central Java, around the teak forest between Semarang and Cepu, a few house on stilts owned by Perhutani. These houses are rarely found nowadays. The objective of the study is to anticipate the thermal condition of the house on stilts in the tropical climate and to find out the porosity of floor, which influences the natural thermal condition. The results of according to solar diagram and shadow angle protector facade of building has been completed with overhang that is to protect the opened part of the house and to hold sunlight. The wooden house on stilts, the differences air temperature outside and inside isn't too big. This is because the wooden wall has small time lag value. The way to decrease humidity is to paint the wall and elevate the floor in order to rnake air moving and cross ventilation. The protection to heavy porosity rain have anticipated with slope of roof that steep about 35° in order to rain falling down rapidly and wide overhang to protect wall and opened from rain splash. It means that wooden house on stilts has ideal condition in air moving. According to comfortable standard from Mom and Wiesebron and the interview with occupant, the conclusion is in dry season, four wooden house on stilts full fill the . condition of comfortable standard, but the other house are less coinfortable in afternoon. In wet season all those house are in comfortable condition. Saat ini di Jawa Tengah bagian Utara masih terdapat rumah kayu panggung, yang merupakan rumah dinas Perhutani. Sekarang rumah panggung ini sudah langka keberadaannya, dan hanya terdapat disekitar hutan jati antara Semarang sampai Cepu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap antisipasi rumah panggung dan kondisi termal rumah panggung dalam kondisi lingkungan iklim tropis lembab serta untuk mengetahui porositas lantai panngung yang mempengaruhi kondisi termal alami rumah panggung. Hasil Penelitan diantaranye. : berdasarkan pada diagram matahari dan sudut jatuh bayangan, fasade bangunan telah dilengkapi dengan tritisan yang berguna untuk melindungi bukaan dan menangkis sinar matahari. Pada rumah panggung, rentang perbedaan temperatur udara ruang luar dan ruang dalam adalah kecil. Hal ini desebabkan karena dinding dari papan kayu yang mempunyai nilai time lag yang kecil. Usaha yang dilakukan untuk mengurangi kelembaban dengan memberi cat pada dinding rumah, dan pengangkatan lantai (kolong) yang dibiarkan terbuka sehingga memungkinkan adanya pergerakan udara dan ventilasi silang. Perlindungan terhadap curah hujan yang tinggi telah diantisipasi oleh rumah panggung dengan adanya kemiringan atap yang curam sekitar 35° agar air hujan cepat turun dan adanya tritisan yang lebar untuk melindungi dinding dan bukaan dad tampias air hujan. Secara keseluruhan semua rumah kayu panggung juga memenuhi persyaratan dalam pertukaran udara dan kebutuhan udara untuk kenyamanan. Berdasarkan pencocokan dengan standard kenyamanan dari Mom dan Wiesebron serta wawancara penghuni, pada musim kemarau ke-4 rumah panggung memenuhi standar, kenyamanan atau "tidak merasa tidak nyaman". Sedangkan 3 rumah lainnya siang hari terasa panas atau merasa "agak tidak nyaman". Untuk musim penghujan, semua rumah panggung dalam kondisi nyaman.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12135
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 May 2010 11:45
Last Modified:28 May 2010 11:45

Repository Staff Only: item control page