PERBANDINGAN EFEK AIR MATA BUATAN DAN NaCI FISIOLOGIS TERHADAP KUANTITAS DAN STABILITAS LAPISAN AIR MATA PADA DRY EYE USIA 40 TAHUN KEATAS

Ardiyanti, Inten (2002) PERBANDINGAN EFEK AIR MATA BUATAN DAN NaCI FISIOLOGIS TERHADAP KUANTITAS DAN STABILITAS LAPISAN AIR MATA PADA DRY EYE USIA 40 TAHUN KEATAS. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1643Kb

Abstract

Introduction : Dry eye is a condition of deficiency in tear film components. Artificial tears remain the mainstay in the tratment of dry eye. The aim of this study is to compare the effects of artificial tears and NaCI 0,9 % solution toward the quantity and stability of tear film in dry eyes at 40 years and over. Methods : randomized double blind study was undertaken in 74 subjects ( 61 women, 13 men ). The subjects were distributed into artificial tears group ( 37 subjects ) and NaCI 0,9 % group ( 37 subjects ). Artifcial tears group were treated with artificial tears 6 weeks at a dose of 4 times a day, the other group were given NaCI 0,9 % at the same dosage. Before and after treatment the subjects underwent schirmers test ( Schirmer 1 and Schimer 2 ),TBUT and rose bengal test. Results : Most of the subjects were 61 — 70 years.( 40,5 % ). Significant increased was found in Schirmers 2 test ini artificial tears group after treatment ( p = 0,030 ). In both group there were significant improvement in TBUT and rose bengal after treatment. Between the two group, no significant difference were found in Schirmer test and TBUT, but the rose bengal test showed a significant improvement ( p = 0,007 ), in which saline group was better than artificial group. Conclusion : No significant difference found between NaCI 0,9% and artificial tears toward the quantity and stability of the tear film in dry eye. NaCI 0,9 % may effectively improves ocular surface damage associated with dry eye. Alternatively, NaCI 0,9 % can be used for dry eyes. Latar Belakang : Dry eye adalah defisiensi komponen l'apisan air mata. Air mata buatan merupakan terapi utama dry eye. Air mata buatan berisi preservatif yang bersifat toksik pada epitel permukaan komea dan konjungtiva.Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efek air mata buatan dan NaCI fisiologis terhadap kuantitas dan stabilitas lapisan air mata pada penderita dry eye usia 40 tahun keatas Metode : merupakan jenis penelitian eksperimental tersamar ganda. Sebanyak 74 sampel ( 61 wanita, 13 laki-laki ) dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ; kelompok A ( 37 orang ) dan B ( 37 orang ). Kelompok A diberi air mata buatan sebanyak 4 x 1 tetes sehari selama 6 minggu, sedangkan kelompok B diberi NaCI fisiologis 4 kali sehari selama 6 minggu. Sebelum pedakuan dan akhir minggu ke 6 dilakukan pemedksaan Schirmer ( Schirmer 1 dan 2 ), tear break up time dan rose bengal. Hasil : didapatkan usia penderita dry eye terbanyak : 61 — 70 tahun ( 40,5 % ). Pada kelompok A didapatkan hasil pemeriksaan Schirmer 2 meningkat secara bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan, demikian juga hasil pemeriksaan TBUT dan rose bengal didapatkan perbaikan yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok penelitian. Antara kedua kelompok penelitian tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada nilai Schimmer 1, schimer 2 dan TBUT, sedangkan pemeriksaan rose bengal didapatkan perbaikan yang bermakna dengan p: 0,007, dimana has!' pemeriksaan rose bengal pada kelompok NaCI lebih baik. Kesimpulan : Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada NaCI fisiologis dan air mata buatan terhadap kuantitas dan stabilitas lapisan air mata, dengan NaCI fisiologis mempunyai efek yang lebih balk terhadap permukaan konjungtiva dan komea. NaCI fisiologis dapat digunakan sebagai altematif untuk pengobatan dry eye.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12129
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 May 2010 11:16
Last Modified:28 May 2010 11:16

Repository Staff Only: item control page