PENGELOLAAN HEPATITIS B DALAM KEHAMILAN DAN PERSALINAN

MERRY, VINCENTIA (2001) PENGELOLAAN HEPATITIS B DALAM KEHAMILAN DAN PERSALINAN. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2215Kb

Abstract

Infeksi virus hepatitis B (VHB) pada wanita hamil merupakan masalah kesehatan yang serius. Penularan VHB vertikal perlu dicegah mengingat bahwa 90% bayi yang tertular akan menjadi pengidap kronik, diperkirakan 40% diantaranya akan meninggal karena sirosis hati atau kanker hati primer pada saat berumur sekitar 40 tahun, disamping juga merupakan fokus yang infeksius untuk penyebaran horizontal. Pengelolaan yang benar pada ibu hamil / bersalin dengan infeksi VHB, diharapkan akan menurunkan kejadian penularan VHB secara vertikal maupun horizontal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengelolaan ibu hamil dan bersalin dengan infeksi VHB di RSUP Dr. Kariadi telah sesuai dengan prosedur yang berlaku, karakteristik ibu, angka kejadian dan apakah ada perbedaan komplikasi pada ibu bersalin dengan infeksi VHB dibandingkan dengan ibu yang tidak menderita infeksi VHB. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang selama kurun waktu 3 tahun (1 Januari 1997 — 31 Desember 1999) di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Didapat 89 kasus ibu hamil / bersalin dengan infeksi VHB (HBsAg positif) dari yang dilakukan skrining. Rerata umur ibu adalah 29.1 + 5.87 tahun, rerata umur kehamilan saat melahirkan adalah 38.3 + 3.33 minggu, rerata paritas adalah 1.2 ± 1.59. Didapat 1 kasus dengan hepatitis fulminan yang meninggal dalam perawatan. 74% kasus mempunyai riwayat yang berhubungan dengan kemungkinan sumber infeksi, mayoritas adalah sering mendapat suntikan. Penjelasan dokter tentang infeksi VHB serta pentingnya vaksinasi hepatitis B segera bagi bayinya hanya diterima 35.4% — 49.2% ibu dengan infeksi VHB. 42.7% ibu dengan infeksi VHB dirawat di ruang isolasi / sepsis, sisanya dirawat di bangsal umum. Hanya 25.6% bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan infeksi VHB diberi imunoglobulin atau vaksin hepatitis B segera setelah lahir diikuti booster lengkap. Komplikasi perdarahan post partum pada ibu bersalin dengan infeksi VHB tampaknya lebih tinggi daripada ibu bersalin dengan HBsAg (-). Simpulan dad hasil penelitian ini adalah bahwa pengelolaan ibu hamil / bersalin dengan infeksi VHB di RSUP Dr. Kariadi Semarang ternyata masih jauh dari yang diharapkan, sebagian besar kasus pengelolaannya tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Proporsi ibu hamil dengan infeksi VHB selama 3 tahun tersebut adalah 8.3%. Komplikasi perdarahan post partum pada ibu dengan infeksi VHB tampaknya lebih tinggi daripada ibu bersalin dengan HBsAg (-). Bertitik tolak dari hasil penelitian ini, maka perlu dilakukan penyempurnaan pelayanan kesehatan khususnya untuk ibu hamil / bersalin dengan infeksi VHB di RSUP Dr. Kariadi Semarang guna menurunkan kejadian penularan vertikal maupun horizontal VHB, juga diperlukan kewaspadaan yang lebih dalam pengelolaan persalinan khususnya terhadap kemungkinan perdarahan post partum pada ibu bersalin dengan infeksi VHB.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12123
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 May 2010 10:53
Last Modified:28 May 2010 10:53

Repository Staff Only: item control page