HASIL PENGELOLAAN PENDERITA KEHAMILAN RISIKO TINGGI YANG MELAKUKAN PENGAWASAN ANTEPARTUM DI RSUP Dr. KARIADI

Wilutomo, Panggayuh (1998) HASIL PENGELOLAAN PENDERITA KEHAMILAN RISIKO TINGGI YANG MELAKUKAN PENGAWASAN ANTEPARTUM DI RSUP Dr. KARIADI. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2287Kb

Abstract

Kehamilan risiko tinggi ( KRT ) adalah kehamilan dengan satu atau lebih faktor risiko, baik dari pihak ibu maupun janinnya yang memberi dampak kurang menguntungkan bagi ibu maupun janinnya. Pemeriksaan kehamilan yang dijalankan 4 kali selama kehamilan dapat menurunkan AKP dan AKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pengelolaan penderita KRT yang melakukan perawatan antepartum di RSUP DK dan luar RSUP DK yang diukur dengan angka morbiditas perinatal dan maternal serta AKP dan AKM. Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif terhadap hasil persalinan KRT yang melakukan antepartum di RSUP DK dan sebagai pembanding adalah KRT yang melakukan antepartum di luar RSUP DK. Analisis data dengan chi - square untuk data nominal dan uji t untuk data interval dengan tingkat kemaknaan 95%. Pada penelitian ini didapatkan angka kejadian KRT 846 / 2804 ( 30.17 % ) dan yang melakukan antepartum di RSUP DK 592 / 846 ( 69.9 % ). Penyulit dalam kehamilan yang terbanyak : anemia 170 / 465 ( 39.7 % ), ketuban pecah dini 122 / 465 ( 28.5 % ) dan preeklamsia berat / eklamsia 97 / 465 ( 22.6 % ). Faktor risiko riwayat bedah Caesar, perdarahan antepartum, kehamilan lewat bulan, kehamilan ganda, kelainan letak dan panggul sempit secara bermakna lebih banyak yang melakukan antepartum di RSUP DK ( p < 0.05 ). Nilai Apgar menit ke 5 pada beberapa persalinan ( spontan, tindakan pervaginam dan bedah Caesar ) tidak memperlihatkan perbedaan yang bermakna antara yang antepartum di RSUP DK dan luar RSUP DK ( p > 0.05 ). Kejadian asfiksia dan infeksi neonatal serta KND pada yang antepartum di RSUP DK lebih kecil dan pada yang di luar RSUP DK dan dengan uji statistik terdapat perbedaan yang bermakna ( p < 0.05 ). Terdapat perbedaan kejadian kematian perinatal dimana yang antepartum di RSUP DK lebih keel dari pada yang di luar RSUP DK dan dengan uji statistik terdapat perbedaan yang bermakna ( p < 0.05 ). AKP pada KRT yang antepartum di RSUP DK 29.04 per 1000 kelahiran dan yang di luar RSUP DK 100.87 per 1000 kelahiran. Sedangkan komplikasi ibu pasta persalinan ( perdarahan post partum dan infeksi nifas ) tidak berbeda bermakna antara yang antepartum di RSUP DK maupun di luar RSUP DK ( p > 0.05 ). Tidak didapatkan kematian maternal pada KRT yang antepartum di RSUP DK, tetapi angka AKM yang antepartum di luar RSUP DK ternyata 934 per 100.000 kelahiran Kesimpulannya hasil pengelolaan KRT yang antepartum di RSUP DK lebih baik dari pada yang di luar RSUP DK. Disarankan pemeriksaan kehamilan seawal mungkin untuk mendeteksi adanya KRT dan menganjurkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan antepartum bagi ibu hamil agar supaya hasil kehamilan dan persalinan menjadi lebih balk.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Biomedical Science
ID Code:12080
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:27 May 2010 14:59
Last Modified:27 May 2010 14:59

Repository Staff Only: item control page