EVALUASI BIAYA OPERASI KENDARAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA ANGKUTAN UMUM BUS SEDANG (STUD! KARTS MITE SUKORETO-SEMARANG)

SUGIONO, A. (2005) EVALUASI BIAYA OPERASI KENDARAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA ANGKUTAN UMUM BUS SEDANG (STUD! KARTS MITE SUKORETO-SEMARANG). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2416Kb

Abstract

Public transport is a transportation which is needed by most urban communities, A town can not survive without public transport. This research is carried out to observe the relation betweeh vehicle operating expenses and the progressiveness of public transport performance with case study of Sukorejo-Semarang route. Primary data was collected on Jarman 2005 during 2 (two) weeks. Time interval of data collection was 05.00 am-06.00 pm as according to vehicle operating time. Vehicle capacity is 25 seats and 5 standing passengers (practical capacity). Number of passenger per week using route bus facility of Sukorejo-Semarang 4.153 passengers, and passenger per year 194.048 passengers, price of full hasn't been raised yet not / March or / October 2005 ( Diesel fuel price of Rp. 1650,00) Vehicle Operating Expenses (BOK) consist of 3 (three) components i.e : fixed cost, variable cost and other cost. The B 0 K for bus of Sukorejo-Semarang route is Rp. 329.337.652,00 composed of fixed cost Rp. 190.051.575 ; variable cost Rp. 117.905.520,00 and other cost Rp. 21.380.557,06. The efficiency of vehicle operating expenses become Rp. 260.116.813,00. The tariff structure takes place is the proguissire tariff. The weekly income is Rp. 8.821.625,00 equal to Rp. 379.329.875,00. Comparison between earnings and vehicle operating expenses ( BOK ) or of fare ratio box ( FBR) is 1,15. To increase the income, it's suggested to use phase route model The income possibly be raised to Rp. 447.908.156,00, or increase 18,08 % . FBR 1,72 or increase 49,50 %. Based on PDRB Sub-province of Kendal in 1993-2004 it's found that the ideal number of armada 2005 is 62 vehicles and for the next 5 (five) year (2010) is 84 vehicles (buses) of Sukorejo-Semarang route. Time service of buss divided into two, that is the direction of Semarang-Sukorejo 12,02 hours and the direction of Sukorejo-Semarang 11,07 hours. Route bus of Sukorejo-Semarang operates 2 (two) rits / day. Loading Factor is 1,13 (LF>1), with LF>1. Time layover (LOT) every terminal is 15 minutes and travel time (running time) 162,93 minutes. Round Trip Time direction of Semarang-Sukorejo 348,46 minutes and round trip time direction of Sukorejo-Semarang 336,21 minutes. The research of bus route Sukorejo-Semarang shows that the vehicle operating expenses have an effect on the bus publik transport performance. There are two solutions to increase the quality of service of transportation of Sukorejo-Semarang route First, increase annual income by the phase route model and addition of service time with addition of maximal rit 3 (three). Second reducing vehicle operating expenses with efficiency of expense by seducing existing expense components, without seducing prosperity of officer and service of society. Angkutan umun adalah sarana Transportasi yang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat kota, tidak mungkin suatu kota dapat hidup tanpa angkutan umum. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan biaya operasi kendaraan terhadap peningkatan kinerja angkutan umum bus sedang dengan studi kasus rute Sukorejo — Semarang. Pada penelitian ini pengambilan data primer pada bulan Jarman 2005 selama 2 (dua) minggu. Pemilihan harinya sate had mewakili had kerja (Senin s/d Jumat), had Sabtu dan hari Minggu. Rentang waktu pengambilan data dari jam 05 : 00 — 18 : 00 WIB sesuai dengan jam operasi kendaraan. Kapasitas kendaraan 25 tempat duduk dan 5 orang berdiri jadi kapasitas teoritis 30 penumpang tetapi kenyataan di lapangan pada saat jam puncak diisi ± 65 penumpang (kapasitas praktis). Penumpang per minggu yang menggtmakan fasilitas bus sedang rote Sukorejo-Semarang 4.513 penumpang dan penumpang per tahun 194.048 penumpang. Harga BBM belum mengalami kenaikan baik kenaikan per bulan Maret ataupun per bulan Oktober 2005 (harga Solar Rp. 1650,00). Biaya Operasi Kendaraan (BOK) terdiri dari 3 (tiga) komponen biaya. BOK bus sedang rute Sukorejo Semarang Rp. 329.337.652,00 dengan rincian biaya tetap Rp. 190.051.575,00 ; biaya tidak tetap (variabel) Rp. 117.905.520,00 dan biaya lain-lain Rp. 21.380.557,06. Efisiensi biaya operasi kendaraan menjadi Rp. 260.116.813,00. Stmktur tarif yang berlaku adalah tarif bertahap. Pendapatan yang dihasilkan per minggu Rp. 8.821.625,00 sehingga pertahun didapat sebesar Rp. 379.329.875,00. Perbandingan antara pendapatan dengan biaya operasi kendaraan WOK) atau fare box ratio (FBR) 1,15. Untuk meningkatkan pendapatan disarankan dengan pemodelan rate bertingkat yang memungkinkan kenaikan pendapatan menjadi Rp. 447.908.156,00, terjadi kenaikan pendapatan 18,08%. FBR yang dihasilkan mencapai 1,72 terjadi kenailcan 49,50 %. Berdasar PDRB Kabupaten Kendal tahun 1993-2004 didapat jumlah ideal armada yang hams beroperasi tahun 2005 adalah 62 kendaraan dan untuk 5 (lima) tahun ke depan (2010) sebanyak 84 kendaraan bus sedang rate Sukorejo-Semarang. Waktu pelayanan bus sedang di bagi dua yaitu arah Semarang-Sukorejo 12,02 jam dan arah Sukorejo-Semarang 11,07 jam. Pemodelan rute bertingkat menambah waktu pelayanan yaitu arah Semarang¬Sukorejo 13.02 dan arah Sukorejo-Semarang 12.33. Bus Sedang rute Sukorejo-Semarang beroperasi 2 (dua) rit per hari. Loading Factor dinamis yang didapat 1,13 (LF > 1), Lf > 1 maka pelayanan penumpang tidak bagus karena jumlah penumpangnya melebihi kapasitas teoritis. Pemodelan rute bertingkat menghasilkan load factor dinamis sebesar 0,80. Waktu singgah (layover time) ditiap terminal 15 menit dan waktu perjalanan (running time) 162,93 menit. Round Trip Time arah Semarang-Sukorejo 348,46 menit dan round trip time arah Sukorejo-Semarang 336,21 menit. Dari basil penelitian bus sedang rute Sukorejo-Semarang tampak bahwa biaya operasi kendaraan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja angkutan umum bus sedang. Ada dua solusi untuk meningkatkan mute pelayanan Transportasi rute Sukorejo-Semarang Pertama meningkatkan pendapatan pertahun per kendaraan dengan pemodelan rate bertingkat dan penambahan waktu peiayanan dengan penambahan rit maksimal 3 (tiga) rit. Kedua menekan biaya operasi kendaraan dengan mengefisiensikan biaya dengan mengurangi komponen-komponen biaya yang ada, tanpa mengurangi kesejahteraan pegawai dan pelayanan masyarakat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:12073
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 14:40
Last Modified:27 May 2010 14:40

Repository Staff Only: item control page