KAJIAN POTENSI DAN KAPASITAS LAHAN TERHADAP KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR Kawasan Pusat Bisnis Jalan Merdeka Bandung

Surasetja, R. Irawan (2005) KAJIAN POTENSI DAN KAPASITAS LAHAN TERHADAP KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR Kawasan Pusat Bisnis Jalan Merdeka Bandung. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Master Plan approach to solve urban problems in such cities in Indonesia has no result yet. High frequent and intention of an urban activity and urban physical growth within built-up area caused the change on urban land-use and space use. Comprehensive study on built-up area needed in order to discover sustainable development resources; capacity and potential of land, space and infrastructure need and system performance. The research took place in Jalan Merdeka Centre Business District Bandung focused on infrastructures. Research goal is to describe the relationship between urban space function and infrastructure network system supply and demand. Rationalist paradigm took place on the research method; even it could be focused on object variables; the holistic approach and characteristic un-limited in context. The result shown high potentially development in Jalan Merdeka Central Business District caused by 450 of Building Sky Exposure has an opportunity to some numbers of floor area growth to 989,902.74 sq. meters and implicates to increase the number of population to 25,916 peoples and growth of infrastructures needs. Land capacity and potential, and infrastructure needs have high opportunity to develop but infrastructure space growth and development needs not-supported by, and the system performance is indicated to decrease. Base on infrastructure needs and existing urban infrastructure system condition; net-work, supply and demand, it can be conclude that the 45° Building Sky Exposure is not effective enough to control an urban development process in the CBD. Thus the district has to be limited from new building constructions except renovation, rehabilitation or urban renewal. The research found that Urban Design Guidelines and Building Regulation decided by land-use and functional approach are meaningless when the decision made without considering to the urban infrastructure system performance. Pemecahan masalah perkotaan melalui pendekatan master-plan pada kota-kota besar di Indonesia belum menampakan hasil. Perkembangan aktivitas dan fisik yang tinggi mengaktbatkan terjadinya perubahan fungsi guna lahan. Perkembangan ini pada umumnya terjadi pada daerah perkotaan, yang belum memiliki Panduan Rancangan Kota sehingga aspek legal belum menjadi substansi dalam proses pembangunan. Pertimbangan secara komprehensif tentang daerah perkotaan diperlukan untuk mengetahui sumber daya pembangunan berkelanjutan yang akan menyangkut potensi dan kapasitas lahan dan ruang serta kebutuhan infrastruktur. Penelitian "Kajian Potensi dan Kapasitas Lahan Terhadap Kebutuhan Infrastruktur Kawasan Pusat Bisnis Jalan Merdeka Bandung" dilakukan dalam konteks infrastruktur dengan pertanyaan utama penelitian: Seberapa besar kapasitas lahan dan pemenuhan infrastruktur wilayah perkotaan Kawasan Pusat Bisnis Jalan Merdeka Bandung dapat dikembangkan guna menunjang aktivitas kota. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan hubungan fungsi ruang kota dengan kebutuhan ruang dan lahan infrastruktur wilayah serta melakukan kajian terhadap kebutuhan Infrastruktur Kawasan Pusat Bisnis Jalan Merdeka Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma rasionalistik, untuk mengobservasi obyek kajian. Pendekatan rasionalistik menuntut sifat holistik, meskipun obyeknya bisa terfokus pada variOel tertentu namun konteksnya tidak dieliminasikan. Hasil perhitungan menunjukan bahwa kawasan memiliki potensi perkembangan yang cukup tinggi karena penetapan bidang bukaan langit 45° memberikan peluang perkembangan luas lantai bangunan sebesar 989.902,74 m2 atau 98,99 Ha. Hal ini berimplikasi terhadap kapasitas populasi pertumbuhan pengguna ruang sebesar 25.916 orang, dan perkembangan kebutuhan infrastruktur yang tinggi pula. Potensi dan Kapasitas Lahan Kawasan Pusat Bisnis Jalan Merdeka, maupun kebutuhan infrastruktur wilayah cukup tinggi dengan kecenderungan perkembangan tinggi tetapi lahan dan ruang infrastruktur wilayahnya tidak mengalami perubahan sementara ketersediaan dan tingkat pelayanan sistem infrastruktur cenderung menurun. Berdasarkan pada kebutuhan infrastruktur Kawasan Pusat Bisnis Jalan Merdeka Bandung dan ketersediaan sistem jaringan infrastruktur Kota Bandung, dapat disimpulkan bahwa peraturan membangun setempat dan penetapan bidang bukaan langit 45 tidak cukup membatasi dan mengendalikan perkembangan pembangunan Kawasan Pusat Bisnis Jalan Merdeka Bandung, maka pada kawasan perlu dilakukan pembatasan pembangunan baru, kecuali renovasi, rehabilitasi yang mempertimbangkan sistem jaringan infrastruktur wilayah perkotaannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan pula bahwa pengaturan dan pengendalian pembangunan kawasan perkotaan tidak cukup hanya melalui penetapan kebijakan yang berdasarkan pada pertimbangan fungsi ruang kotanya saja, melatnkan dituntut pula memperhitungkan kebutuhan dan ketersediaan sistem infrastruktur wilayah perkotaan sebagai sebuah sistem jaringan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:12069
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 14:32
Last Modified:27 May 2010 14:32

Repository Staff Only: item control page