PERILAKU TANAH LEMPUNG EKSPANSIF KARANGAWEN DEMAK AKIBAT PENAMBAHAN SEMEN DAN FLY ASH SEBAGAI STABILIZING AGENTS

Hartosulima, Endang Widorowati (2005) PERILAKU TANAH LEMPUNG EKSPANSIF KARANGAWEN DEMAK AKIBAT PENAMBAHAN SEMEN DAN FLY ASH SEBAGAI STABILIZING AGENTS. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2351Kb

Abstract

Cement and fly ash as stabilizing agents have been practiced for highway construction especially for expansive soil. Stabilizing agents used to decrease the shrinkage and cracking problem in highway construction. This thesis describes a laboratory result of physic and mechanic investigation soil get stabilizing agents. The result for investigation will be compare with natural soil. The soil sample was taken from Karangawen, Demak Regency. From mineralogy investigation with x-ray method indicated if lempung Karangawen contain halloysite mineral in which case the effects of mineral make wet soil will be swell. Even though montmorillonite indicated if Karangawen clay to have expansive charater. The investigation was done on three combinations of soil cement and fly ash mixture with 0, 4 and 7 curing time. The combinations stabilizing agents are 2%PC + 2% FA, 2%PC + 4%FA and 2%PC + 6%FA. From Atterberg Limit investigation found on high fly ash precentage decreased Plasticity Index value. The UCS investigation found that the strength of soil with stabilizing 'agents increased as the percentage fly ash and curing time increased. The curing time in potential swelling and swell pressure investigations to have influence potential swelling value and swell pressure value increased. Even through that potential swelling value and swell pressure value decreased as the percentage fly ash is increased. In Triaxial investigations that cohesive value and axial value increased as the percentage fly ash increased. Even through that cohesive value and axial value increased as the curing time increased. With stabilizing agents to blending in natural soil reduce physic and mechanic characteristic. From all combination in this investigation provides the best curing time are 4 day. Penggunaan semen dan fly ash sebagai stabilizing agents pada konstruksi jalan sudah mulai banyak digunakan terutama pada tanah ekspansif. Penggunaan stabilizing agents diharapkan dapat mengurangi masalah shrinkage dan cracking problem pada konstruksi jalan. Tesis ini berisi kajian basil laboratorium mengenai uji fisik dan mekanik tanah yang telah diberi stabilizing agents. Hasil yang didapat kemudian akan dibandingkan dengan hasil laboratorium dari tanah asli. Sample tanah diambil dari Karangawen Kabupaten Demak. Dari uji analisa mineral dengan metode x-ray dapat dilihat bahwa lempung Karangawen Demak mengandung mineral Halloysite yang dapat mengakibatkan tanah dalam keadaan basah akan mengalami swelling. Sedangkan kandungan mineral Montmorillonite menunjukkan bahwa lempung Karangawen bersifat ekspansif. Penelitian dilakukan pada tiga kombinasi tanah, semen dan fly ash dengan variasi waktu pemeraman 0, 4 dan 7 hari. Prosentase penambahan stabilizing agents adalah 2%PC + 2%FA, 2%PC + 4%FA dan 2%PC + 6%FA. Dari uji Atterberg Limit dapat dilihat bahwa bertambahnya jumlah prosentasi fly ash pada campuran akan menurunkan nilai plasticity indeks. Pada uji. UCS tanah dengan campuran semen dan fly ash akan mengalami kenaikan qu seiring dengan bertambahnya prosentase fly ash dan waktu pemeraman. Waktu pemeraman pada uji potential swelling dan swell pressure akan berpengaruh menaikkan nilai potential swelling dan swell pressure. Sedangkan bertambahnya nilai prosentase fly ash akan cenderung menurunkan nilai swelling potential dan swell pressure. Pada uji Triaxial baik UU maupun CU bertambahnya prosentase fly ash akan menaikkan nilai kohesi dan sudut geser. Sedangkan bertambahnya waktu pemeraman akan berpengaruh menaikkan nilai kohesi dan sudut geser baik pada uji Triaxial UU maupun pada uji Triaxial CU. Dengan adanya penambahan stabilizing agents dapat memperbaiki sifat fisik dan sifat mekanik. Sedangkan dari semua pengujian yang dilaksanakan maka dapat dilihat bahwa waktu pemeraman yang terbaik didapat pada pemeraman 4 hari.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:12065
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:27 May 2010 14:25
Last Modified:27 May 2010 14:25

Repository Staff Only: item control page