EVALUASI PELAKSANAAN RTRW PADA PROGRAM PEMBANGUNAN KOTA BATAM

SUPRIYANTO, SUPRIYANTO (2005) EVALUASI PELAKSANAAN RTRW PADA PROGRAM PEMBANGUNAN KOTA BATAM. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Batam City RTRW document is aimed to help the local goverment of Batam City in preparing a city development guidenlines which accomodates plan and guidence of space design and sectoral development program in order to create a correct city development (exploitation and control on city space) in the future. RTRW document, which spells out strategy and guidence of space exploitation policy, formulates policy, guidance, development strategy and concept, development plan, and city development guidence (program indication) as a guidence of city space exploitation and control activities in order to create balance in social, ekonomi and physical city environment development According to the above matter, the reseacrh is aimed to evaluate RTRW implementation on Batam City development suggested by elated agencies/ offices and the influential factors. To achieve the purpose, a qualitative deskriptive analysis thecnique was used on questionnaires result The questionnaires were distributed ti 16 agencies/ offices which have physical development programs an Batam City local development. The analysis result showed that most development programs (81%) which were suggested by the agencies/ offices in 2004 followed RTRW guidenlines. On the other hand, it was also shown that most agencies/ offices (93,7%) did not use RTRW in making the development program proposal. The main factor that made the agencies/ offices decided not to use RTRW was its substance which concidered too general, to 56,3%. A number of 68,8% responden was aware of the existence of RTRW but 75,1% did not undrstand the material and 68,8% did not concider RTRW in the process of makin development programs. Another influential factor in not using RTRW in the process making of making development programs is low level of understanding the RTRW caused by lack of socialization by related department, i.e. Batam City Regional Development Agency. The human resources of infrastructure and pshycal affair are qualitatively and quantitatively incompetent which makes one of the main job of infrastructure and physical affair (i.e. socialization) does not work well. The research result recommended to spell out RTRW in the detail plan of the space design, to socialize RTRW more intensive and contunues, to direct development program according to RTRW, to give priority to development programs which follow RTRW and develop the human resouces of Infrastructure and Physical Affair of Batam City Regional Department Agensciy. Dokumen RTRW Kota Batam dimaksudkan untuk dapat membantu Pemerintah Kota Batam dalam menyiapkan sebuah pedoman pelaksanaan pembangunan kota yang didalamnya memuat rencana dan arahan program-program pembangunan sektoral dan tata ruang, untuk mewujudkan tertib pembangunan kota (pemanfaatan dan pengendalian ruang kota) dimasa yang akan datang. Sehingga dokumen RTRW Kota Batam sebagai penjabaran dari strategi dan arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang, merumuskan kebikjaksanaan, arahan, strategi dan konsep pengembangan serta rencana pengembangan dan arahan program-program pembangunan kota (indikasi program) sebagai acuan dalam kegiatan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kota untuk mewujudkan keseimbangan perkembangan sosial, ekonomi dan lingkungan fisik kota. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan RTRW pada program pembangunan Kota Batam yang diusulkan oleh dinas/instansi terkait dan fait-tor-talc-tor yang mempengaruhinya. Berdasarkan tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik analisis tabulasi silang yang dilakukan terhadap hasil penyebaran kuesioner kepada 16 instansi/dinas di lingkungan Pemerintah Kota Batam yang mempunyai program pembangunan fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar (81%) program pembangunan yang diusulkan oleh dinas/ instansi terkait pada tahun 2004 telah sesuai dengan arahan yang terdapat di dalam RTRW. Namun dan hasil penyebaran kuesioner dapat dapat diketahui bahwa sebagian besar (93,7%) dinas/ instansi tidak menggunakan RTRW dalam penyusunan usulan program pembangunan. Faktor paling utama yang mempengaruhi tidak digunakannya RTRW oleh dinas/instansi dalam penyusunan usulan program pembangunan adalah karena substansi RTRW masih terlalu umum sebesar 56,3%. Sebesar 68,8 % responden sebenarnya mengetahui adanya RTRW, tetapi sebanyak 75,1% tidak memahami materi RTRW dan sebanyak 68,8% tidak memperhatikan RTRW dalam proses penyusunan program pembangunan. Faktor lain yang mempengaruhi tidak digunakannya RTRW dalam proses penyusunan program pembangunan adalah rendahnya pemahaman RTRW akibat kurangnya sosialisasi oleh dinas terkait, dalam hal ini Bappeda Kota Batam. Kondisi SDM yang ada di dalam Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda sendiri secara kuantitatif dan kualitatif tidak sebanding dengan tugas yang diemban, akibatnya adalah tugas sosialisasi RTRW, sebagai salah satu tugas pokok Bidang Fisik dan Prasarana tidak berjalan dengan maksimal. Rekomendasi yang diusulkan dan hasil penelitian ini adalah menjabarkan RTRW dalam rencana deatil tata ruang, mensosialisasikan RTRW yang lebih intensif dan lebih kontinyu, mengarahkan program pembangunan sesuai dengan RTRW, memberikan prioritas program pembangunan yang sesuai dengan RTRW dan penambahan SDM di Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kota Batam.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12060
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 14:19
Last Modified:27 May 2010 14:19

Repository Staff Only: item control page