ANALISA HUBUNGAN KINERJA / PELAYANAN JALAN AKIBAT PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP PEMBIAYAAN PEMELIHARAAN JALAN DI KOTA BANDUNG

PRAYUDI, DUDY (2005) ANALISA HUBUNGAN KINERJA / PELAYANAN JALAN AKIBAT PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP PEMBIAYAAN PEMELIHARAAN JALAN DI KOTA BANDUNG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Land use change is a phenomenon in Bandung. The increasing of traffic generation, as an impact of land use change and cannot be caught up by capacity growth, will affect on the decreasing of road level of service. The decreasing of level of service will burden on road, and road life of service will decrease. The decreasing of road life must be increased by road maintenance cost. Road maintenance cost in city of Bandung doesn't consider land use change. It was look from a road maintenance cost in every Development Area, which has the same cost. Based on that, a research needs to search a correlation between road levels of service as an impact of land use change against road maintenance cost. The research that has been done was a correlation research. This research will use several tools of analysis i.e. land use change analysis, V/C Ratio analysis, cross tabs analysis and linier regression analysis. Land use change analysis shows that in the last 5 years, has been increased in commercial (29,126 % each year), education (19,206 % each year), office (13,478 % each year) and industry (12,448 % each year). Meanwhile, a declining was being in farming (—) 15,448 % each year. These land use change will burden road system with traffic generation and will influence V/C Ratio (Road Capacity). The value of V/C Ratio each road function almost follows its level. Crosstabs analysis shows that in primary arterial, secondary arterial and primary collector, a correlation between V/C Ratio and road maintenance cost is "strong". Meanwhile, a correlation between V/C Ratio and road maintenance cost for secondary collector is "middle". Linier Regression analysis shows that V/C Ratio as an impact from land use change has a " middle " correlation with road condition index (r=-0,485), and road maintenance level (r=0,422). Meanwhile, a correlation between V/C Ratio and road maintenance cost is "strong" (r=0,615). This correlation will be stronger if level of road function is higher (primary arterial, secondary arterial, primary collector, secondary collector). Beside that, a correlation between V/C Ratio, as an impact of land use change, and road maintenance cost shows a different correlation for every Development Area (WP). For WP Bojonegara ( Y = 12,037 + 18,062X), WP Cibeunying (Y = 16,674 + 10,534X), WP Karees (Y = 16,069 + 9,137X), WE Tegallega (Y = 12,602 + 17,561X), WP Ujungberung (Y = 28,544 — 9,138X) and WP Gedebage (Y = 23,057 + 3,261X). if V/C Ratio value is I (bad level of service), a road maintenance cost will be paid for WP Bojonegara is Rp. 30,099 million/km/year, WP Cibeunying is Rp. 27,208 million/km/year, WP Karees is Rp. 25,206 million/km/year, WP Tegallega is Rp. 30,163 million/km/year, WP Ujungberung is Rp. 19,406 million/km/year and WP Gedebage is Rp. 26,318 million/km/year. So, every Development Area cannot have the same road maintenance cost because they have a different land use change. Key words: V/C Ratio (Volume Capacity Ratio), Road Maintenance Cost Perubahan pemanfaatan lahan merupakan fenomena yang dialami oleh Kota Bandung. Peningkatan bangkitan akibat perubahan pemanfaatan lahan yang tidak diimbangi oleh peningkatan kapasitas jalan mengakibatkan penurunan kinerja/ pelayanan jalan. Penurunan tingkat pelayanan jalan menyebabkan umur layannya menjadi berkurang sehingga perlu ditingkatkan melalui pembiayaan pemeliharaan jalan. Pembiayaan pemeliharaan jalan di Kota Bandung, tampaknya belum mempertimbangkan perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi. Hal tersebut terlihat dari nyaris samanya biaya pemeliharaan jalan tiap Wilayah Pengembangan. Berdasarkan uraian tersebut maka perlu diadakan suatu penelitian yang mengkaji hubungan antara lcinerja/tingkat pelayanan jalan akibat perubahan pemanfaatan lahan terhadap pembiayaan pemeliharaan jalan. Penelitian yang dilakukan bersifat penelitian korelasi dengan menggunakan beberapa alat analisis yaitu analisis perubahan pemanfaatan lahan, analisis V/C Ratio, analisis korelasi melalui tabulasi silang dan regresi linier sederhana. Hasil analisis perubahan pemanfaatan lahan menunjukkan bahwa selama kurun waktu 5 tahun (1998-2003) terjadi peningkatan pemanfaatan lahan perdagangan (29,126 % pertahun), pendidikan (19,206 % pertahun), perkantoran (13,478 % pertahun), industri (12,448 % pertahun) dan penurunan (—) 15,448 % pertahun pada sektor pertanian. Perubahan pemanfaatan lahan tersebut akan mempengaruhi V/C Ratio dimana besarannya hampir mengikuti hirarki fungsi jalan. Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan bahwa untuk jalan arteri primer, arteri sekunder dan kolektor primer, keterhubungan antara V/C Ratio dengan pembiayaan pemeliharaan jalan menunjukkan hubungan yang "kuat", sedangkan untuk jalan kolektor sekunder, hubungan tersebut hanya bersifat " sedang ". Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa V/C Ratio memiliki hubungan yang tergolong "sedang" dengan ketidakrataan permukaan jalan (r = -0,485) dan jenis pemeliharaan jalan (r=0,422). Sedangkan hubungan V/C Ratio dengan biaya pemeliharaan jalan memiliki hubungan "kuat" (r= 0,615). Hubungan ini akan semakin kuat apabila hirarki fungsi jalannya semakin tinggi . Selain itu dari persamaan regresi linier sederhana antara V/C Ratio terhadap biaya pemeliharaan tiap Wilayah Pengembangan (WP) menunjukkan antara lain untuk WP Bojonegara ( Y = 12,037 + 18,062X), WP Cibeunying (Y = 16,674 + 10,534X), WP Karees (Y = 16,069 + 9,137X), WP Tegallega (Y = 12,602 + 17,561X), WP Ujungberung (Y = 28,544 — 9,138X) dan WP Gedebage (Y = 23,057 + 3,261X). Apabila V/C Ratio = 1 (tingkat pelayanan buruk) maka biaya pemeliharaan yang dikeluarkan antara lain WP Bojonegara sebesar Rp. 30,099 juta/km/tahun, WP Cibeunying sebesar Rp. 27,208 juta/km/tahun, WP Karees sebesar Rp. 25,206 juta/km/tahun, WP Tegallega sebesar Rp. 30,163 juta/lcm/tahun, WP Ujungberung sebesar Rp. 19,406 juta/km/tahun dan WP Gedebage sebesar Rp. 26,318 juta/km/tahun. Untuk itulah dalam pengalokasian biaya pemeliharaan tiap Wilayah Pengembangan tidak dapat disamaratakan, mengingat setiap Wilayah Pengembangan memiliki perubahan pemanfaatan lahan yang berbeda. Kata Kunci : V/C Ratio (Volume Capacity Ratio), Biaya Pemeliharaan Jalan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12053
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:27 May 2010 14:10
Last Modified:27 May 2010 14:10

Repository Staff Only: item control page