PERBANDINGAN KELUARAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL TERKOORDINASI BERDASARKAN PENDEKATAN MKJI DAN SOFTWARE TRANSYT Sebuah Studi Kasus di Simpang J1. Slamet Riyadi, Surakarta.

Legowo, Slamet Jauhari (2004) PERBANDINGAN KELUARAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL TERKOORDINASI BERDASARKAN PENDEKATAN MKJI DAN SOFTWARE TRANSYT Sebuah Studi Kasus di Simpang J1. Slamet Riyadi, Surakarta. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Improvement of the signal junctions are often carried one incompletely. When one of the signals junction is repaired, the performance of others are decreased, as the conflict is unsolved but is only moved. To minimize the problem is usually used the coordinated signals junction approach. According to the previous researcher (Hendratmoko,2000), found that performance calculation of the single junction by MICH. method is closer to the real condition than TRANSYT. For the coordinated signals junction, these problems need farther evaluation. This study extends the use of the MKJI method for the coordinated signals junction. This results are compared to that analysed by TRANSYT, and then a correlation equation between both is developed. In addition, a convertion program of TRANSYT to MKJI approach and MKJI approach to TRANSYT are generated. Analysis method of the linear and non linear regretion are used in this study. At MKJI approach, the dependent variables are town size, environment, side resistance, geometric, the traffic flow direction, volume, speed, phase and losed time. For the TRANSYT, the dependent variables are saturation flow, road length, volume, speed, phase, and lose time. While the independent variables for both MKJI and TRANSYT are green time and cycle time. This regretion analysis test is applied to know whether there is a correlation or not and to measure the error level occurred. The regretion analysis produces a correlation between the output of TRANSYT and MKJI approach in the form of the saturation degree performance, queue and delay. Based on the regretion analyse of the subdividing method, i.e: all road, major road, and minor road, it is found the performance of comparison result between MKJI-TRANSYT is tends inconsistentely. It is a consequence of the difference of variable and equation used. The most powerful correlation is showed on computation that is approached through the major road grouping. The equation of correlation of approach MKJI to TRANSYT resulted has determination coefficient for the degree of saturation as much as 0,8395, the delay about to 0,8276 and the queue around 0,6098. Whereas, the correlation TRANSYT to MKJI approach found has determination coefficient to the degree of saturation as much as 0,8465, the delay around to 0,8204, and the queue about 0,6205. On this research, it is made the "TRANSYT-KAJI CONVERTION" software to make computation process easier. Perbaikan kinerja simpang bersinyal sering tidak tuntas Kinerja satu simpang bersinyal diperbaiki, kinerja simpang lainnya menurun, seolah-olah konflik tidak hilang akan tetapi berpindah. Untuk memperkecil permasalahan tersebut biasanya dilakukan metoda pendekatan simpang bersinyal terkoordinasi. Menurut peneliti sebelumnya (Hendratmoko,2000), perhitungan kinerja untuk simpang tunggal metoda MKJI lebih mendekati kondisi sebenarnya daripada TRANSYT. Pada simpang bersinyal terkoordinasi, permasalahan ini tentunya masih perlu diteliti lebih jauh lagi. Dengan mengembangkan langkah agar metoda MKJI bisa digunakan untuk menganalisis simpang bersinyal terkoordinasi, pada penulisan ini dibandingkan basil analisis simpang bersinyal terkoordinasi berdasarkan pendekatan MKJI dengan TRANSYT, dengan harapan akan didapatkannya hubungan secara matematis berupa persamaan korelasi antara keduanya. Selain itu dibuat program konversi TRANSYT ke pendekatan MKJI dan pendekatan MKJI ke TRANSYT. Penelitian ini menggunakan metoda analisa regresi linier dan non linier. Pada pendekatan MKJI, variabel terikatnya adalah ukuran kota, lingkungan, hambatan samping, geometrik, arah arus, volume, kecepatan, fase dan waktu hilang. Untuk TRANSYT, variabel terikatnya adalah arus jenuh, panjang ruas, volume, kecepatan, fase, dan waktu hilang. Adapun variabel bebas pendekatan MKJI maupun TRANSYT adalah waktu siklus dan waktu hijau. Analisis uji regresi ini dipakai untuk melihat ada tidaknya korelasi dan untuk mengukur tingkat kesalahan yang terjadi. Selanjutnya dengan analisis regresi ini, didapatkan korelasi antara basil keluaran TRANSYT dan pendekatan MKJI yang berupa kinerja derajat kejenuhan, antrian, dan tundaan. Berdasarkan basil analisis regresi dengan metoda pengelompokan yaitu seluruh ruas, ruas utama, dan ruas minor, jika basil kinerja pendekatan MKJI-TRANSYT dibandingkan cenderung tidak konsisten. Hal ini adalah sebagai akibat dari perbedaan variable dan persamaan yang digunakan. Korelasi yang terkuat cenderung ditunjukkan pada perhitungan yang didekati lewat pengelompokan ruas utama. Persamaan korelasi pendekatan MKJI ke TRANSYT yang dihasilkan, memiliki koefisien determinasi untuk derajat kejenuhan sebesar 0,8395, tundaan sebesar 0,8276 dan antrian sebesar 0,6098. Persamaan korelasi TRANSYT ke pendekatan MKJI yang dihasilkan memiliki koefisien determinasi untuk derajat kejenuhan sebesar 0,8465, tundaan sebesar 0,8204, dan antrian sebesar 0,6205. Untuk lebih mempermudah proses perhitungan, pada penulisan ini dibuat program software "KONVERSI TRANSYT-KAJI".

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:12036
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 13:41
Last Modified:27 May 2010 13:41

Repository Staff Only: item control page