HUBUNGAN RUANG KOMUNAL PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP SETING RUANG TERAS UTAMA GEDUNG A JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Soepraptikno, Soepraptikno (2004) HUBUNGAN RUANG KOMUNAL PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP SETING RUANG TERAS UTAMA GEDUNG A JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

The main terrace of building A setting functional differentiation or doubled functions in the Architecture Department of the Technique Faculty of Diponegoro University Semarang tends to be changing. It is theoretically can be said that there is a discrepancy between the users' attribute demands (students) and the available properties. The objective of the intended demands comes from human perception, on the other hand properties means decompose movement or unmovement elements of the place / setting or another stimulus action conducted by another human that can be initially caught by the eye then transferred to the brain to be processed to gain a respond in the form of attitude based on the available experiences. The main terrace of building A setting the Architecture Department of the Technique Faculty of Diponegoro University Semarang is made as a goal to facilitate a transition room between the inner and outer room for the users, estimating deliver optimal function for the user. In fact it turns the function or double functions as the communal room or the assembling room for the Technique Faculty students especially for the Architecture students in the morning until afternoon. There is more and more students' intensity in the main terrace of building A. There is a temporary assumption about the functional differential caused by the students have an understanding or perception toward the main terrace of building A setting is suited to be used as the communal or assembling for them (fulfill the attribute demands). As the result, observation conducted to find out the correlation between the main terrace of building A of the and the Architecture Department of the Technique Faculty of Diponegoro University Semarang students. Theories that will be used as the basic analysis are Weismann (1981) about attribute, A.Bell theory (1978) about perception. The data from the field analyzed by statistic description that can answer the hypothesis to explain the meaning of the correlation of the correlation between the main terrace of building A of the and the Architecture Department of the Technique Faculty of Diponegoro University Semarang students. It can be concluded that there is a correlation between students' perception attribute demands toward the intended main terrace of building A of the Architecture Department of the Technique Faculty setting. The intended attribute demands are: visibility, accessibility, comfort, sosialibility and privacy, while the intended main terrace of building A of the Architecture Department of the Technique Faculty setting are: the relative flat center side of the room that one can have free point of view before preparing assignments, close to the parking area, relatively close to administration and lecturer room; the east and west side have stairs suitable for sifting on (agronomies), relatively close to the supporting facilities ( administration room, lecturer room, parking area, photo copy) and has a free point of view, especially point of view to the coming lecturer or friend. Fenomena adanya perubahan fungsi dan atau fungsi ganda yang terjadi pada seting ruang teras utama gedung A Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang rend ening potensial untuk berubah. Terjadinya perubahan fungsi tersebut, secara teori dapat dikatakan bahwa ada kesenjangan antara tuntutan atribut pengguna (mahasiswa) dengan properti yang ada. Maksud tuntutan atribut tersebut datangnya dari persepsi manusia, sedangkan properti disini adalah elemen-elemen pembentuk wadah/ seting baik yang bergerak maupun tidak bergerak dan atau berupa aktivitas yang dilakukan oleh manusia lain yang berlaku sebagai stimulus atau rangsangan yang muncul pada awalnya ditangkap oleh indera mata kemudian diterima ke otak untuk diproses dan timbulah respons berupa perilaku berdasarkan pengalaman yang ada. Seting ruang teras utama gedung A Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang dibuat dengan tujuan sebagai fasilitas ruang transisi antara ruang luar dan ruang dalam bagi penggunanya, yang diperkirakan dapat memberikan fungsi yang optimal bagi penggunanya. Namun pada kenyataannya fungsi tersebut berubah atau berfungsi ganda yaitu sebagai ruang komunal atau ruang berkumpul bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan arsitektur FT Undip terutama di waktu pagi hingga siang hari.. Melihat perkembangannya semakin hari semakin bertambah intensitasnya para mahasiswa yang berada di seting ruang teras utama gedung A tersebut. Terjadinya perubahan fungsi tersebut diperkirakan ada dugaan sementara adanya pemahaman/ persepsi pars mahasiswa terhadap seting ruang teras utama gedung A sangat cocok bila dipergunakan sebagai ruang komunal/ berkumpul (memenuhi tuntutan atribut). Untuk itu penelitian yang dilakukan akan melihat hubungan antara seting ruang teras utama gedung A JAFT dengan persepsi para mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Adapun beberapa teori yang dipergunakan antara lain Weismann (1981) yaitu tentang atribut, kemudian teori Paull. A.Bell (1978) mengenai persepsi. Hasil data dilapangan dianalisis dengan menggunakan statistik dislcriptif yang kemudian temuan hasil menjawab hipotesa dilanjutkan dengan penjelasan maksud hubungan persepsi terhadap seting ruang tens utama gedung A JAFT yang terkait. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tuntutan atribut persepsi para mahasiswa terhadap seting ruang teras utama Gedung A JAFT. yang diminati. Adapun urutan tuntutan atribut yaitu; visibilitas, aksesbiltas; kenyamanan; sosialibilitas dan privasi, sedangkan seting ruang teras utama gedung A JAFT diminati adalah: sisi tengah teras dengan bentuk relative datar dapat melihat bebas arah pandang khususnya sambil melalcukan kegiatan mempersiapkan tugas-tugas jarak ke tempat parker, ruang dosen administrasi relative dekat jaralcnya; kemudian sisi timur dan barat mempunyai bentuk ruang teras yang berundak-undak pinggimya kondisi ini sangat sesuai untuk tempat duduk (argonnomis), disamping posisi ini juga mempunyai jarak relative dekat ke ruang fasilitas pendukung (r. administrasi, r. dosen . tempat parkin Foto-kopi) dan mempunyai arah pandang yang bebas pula, terutama arah padang bila dosen datang, atau teman yang datang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12034
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:27 May 2010 13:36
Last Modified:27 May 2010 13:36

Repository Staff Only: item control page