MORFOLOGI DESA PERDIKAN KADILANGU

Anggiarni, Renaya (2004) MORFOLOGI DESA PERDIKAN KADILANGU. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

In a community, settlement is influenced by its socio-cultural changes. These changes cause the changes in urban pattern and environment. City will form certain morphology pattern as an implementation of socio cultural changes of its community. There is no documentation yet about the morphology of The Kadilangu Perdikan Village, so it is necessary to study about the problems found there deeply. The status of perdikan and the existing of mosque-graveyard complex of Sunan Kalijaga in Kadilangu being an interesting problem for a research. This research was done rasionalistic-quantitatively with grounded research as data collecting method. Its was done by using observation method about Kadilangu's histories with its artifacts supported by interview with informants. This research based on theories that relevant with the taken theme, that is about village, perdikan village, urban archeology, Javanese tradisional settlement, and the mosque-graveyard complex. In this research, the archeology was used to explore the traces both phisically or non-phisically that is artifact, old buildings, the toponims, and ancient archives. There was also the data about Kadilangu's histories, started from its status as a perdikan village to ordinary village. Then, the community's socio-cultural character, the pattern of its settlement, and the sample houses, used as a basic to find out the pattern of Kadilangu's changes in settlement. From the data and theories above, there was a study about the histories of The Kadilangu Perdikan Village and about the pattern of Kadilangu's settlement started from mosque-graveyard complex. So that, we could find out the morphology of Kadilangu and whether the status of its village influenced the morphology of Kadilangu. From its study, we know that the graveyard was an embrio of its village. From the analysis, there is a conclusion, that is from the data, such as artifacts, maps, and the archives supported by the interviews with some informants, we can find out the morphology of Kadilangu Perdikan Village. Besides, the status of perdikan in Kadilangu influenced the pattern of Kadilangu Village's morphology, started from the beginning of the forming of a village, then became some villages, to the condition of Kadilangu Village at present. From the conclusion above, it is expected for giving a contribution to the development of Kadilangu Village, not only by government, but also by the Foundation of Kasepuhan Sunan Kalijaga and the community of Kadilangu Village. Pemukiman dalam masyarakat dipengaruhi oleh perubahan sosial-budaya masyarakatnya. Perubahan-perubahan ini dapat merubah bentuk dan lingkungan binaan kota. Kota akan terus membentuk suatu pola morfologi sebagai implementasi bentuk perubahan sosial budaya masyarakat yang membentuknya. Belum adanya pendokumentasian mengenai morfologi desa perdikan Kadilangu menggugah peneliti untuk mengkaji lebih dalam permasalahan-permasalahan yang ditemukan di sana. Status perdikan dan keberadaan masjid-makam Sunan Kalijaga yang terdapat di desa Kadilangu merupakan permasalahan yang amat menarik untuk diteliti karena belum adanya peneliti yang mengungkap awal mula berdirinya desa Kadilangu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian rasionalistik-kualitatif dengan grounded research sebagai metode perolehan data. Penerapannya dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi berupa sejarah K adilangu b eserta p eninggalan-peninggalannya s erta ditunjang w awancara dengan berbagai narasumber. Penelitian ini mengacu pada teori-teori yang berhubungan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini, dalam hal ini adalah teori tentang desa, desa perdikan teori mengenai arkeologi kota, permukiman tradisional Jawa, dan masjid-makam. Keberadaan bidang lain yaitu arkeologi di sini digunakan sebagai alat untuk menelusuri jejak-jejak fisik maupun non fisik yang ditinggalkan, yaitu dari artefak, bangunan-bangunan kuno, toponim serta arsip-arsip kuno. Selain teori-teori itu, didapatkan juga data-data berupa sejarah desa Kadilangu mulai dari desa Kadilangu menjadi desa perdikan hingga menjadi desa biasa. Kemudian karakter sosial budaya masyarakat, pola permukiman, serta rumah-rumah yang merupakan rumah sampel, digunakan pula sebagai dasar untuk melacak pola perkembangan permukiman desa Kadilangu. Dan data-data dan teori-teori tadi, dilakukan pembahasan mengenai sejarah desa perdikan Kadilangu dan pembahasan mengenai pola permukiman desa Kadilangu yang berawal dari masjid-makam,karena awal terbentuknya desa Kadilangu diduga berasal dari keberadaan masjid-makam. Dari pembahasan tersebut, nantinya dapat menemukan morfologi desa Kadilangu dan mengungkap pula apakah status perdikan di desa Kadilangu mempengaruhi morfologi desa perdikan Kadilangu. Dan hasil pembahasan tadi, didapatkan temuan bahwa masjid makam merupakan embrio desa perdikan Kadilangu. Dari analisa yang dilakukan diperoleh suatu kesimpulan bahwa dari data-data berupa artefak-artefak, peta-peta, dan arsip-arsip yang ditunjang dengan wawancara dengan berbagai narasumber bisa melacak morfologi desa perdikan Kadilangu. Selain itu adanya status perdikan di desa Kadilangu mempengaruhi bentukan morfologi desa Kadilangu, mulai dari awal terbentuknya sebuah desa yang kemudian berkembang menjadi beberapa desa, sampai pada kondisi desa Kadilangu yang sekarang. Dari hasil kesimpulan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan desa Kadilangu, baik bagi Pemerintah, Yayasan Kasepuhan Sunan Kalijaga maupun masyarakat desa Kadilangu.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12025
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:27 May 2010 13:31
Last Modified:27 May 2010 13:31

Repository Staff Only: item control page