KAMAN PERKEMBANGAN KAWASAN SEBERANG ULU SEBAGAI ARAHAN PENGEMBANGAN KOTA PALEMBANG BAGIAN SELATAN

WICAKSONO, BAMBANG (2003) KAMAN PERKEMBANGAN KAWASAN SEBERANG ULU SEBAGAI ARAHAN PENGEMBANGAN KOTA PALEMBANG BAGIAN SELATAN. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
7Mb

Abstract

The area of Seberang Ulu was strategic due to the close distance to the city center of Palembang Municipality (1-2 Km) which was separated by Musi River and connected by Ampera Bridge and Musi II Bridge. The area was passed by the primary arterial street which connected Palembang Municipality with east cross lane of Sumatera. Thus, the location of Seberang Ulu was potential to the urban development. Whereas, the location of Seberang Ulu between Musi River, Ogan River, Komering River, 'and dominated high-low tides swamp gives a limited development areas. The local potency in Seberang Ulu could not be developed optimally due to the limited infrastructure networks. Mean while, the existence of small-large scale of industries, trade and services facilities had not been able to improve the development of Seberang Uhl. The complicated problems which influenced development among areas in Palembang were the development disparities between Seberang Ulu-Seberang Mr areas. The domination of urban activities in Seberang ffir toward the northern part of Palembang Municipality caused the decreasing quality of housing and natural environment, criminality, poverty and slums in the south parts of Musi River. The Municipal Government had done an attempt in Seberang Ulu by reclaiming swamps in Jakabaring for the PON XVI facilities, housing and office areas. However, the social activity of peoples in the reclaimed areas had not been seen, in fact, it was concern that the attempt only happens until PON XVI year 2004, then it will stop. This could be seen from the low interest of investor to develop housing and the low interest of peoples to live in the development area of Seberang This research aims to explore the internal and external factors in the development area of Seberang Ulu, so the pull and push factors of Seberang Ulu could be attained and considered for further development plan of Seberang Ulu area in the coming years. The research method was done in steps, consist of 1) identification on area development based on the community perception and secondary data to comprehend factors effecting the development of Seberang Ulu; 2) Identified factors was arranged based on the pull and push factors to be analyzed by the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, which help to comprehend the most influencing factors; 3) The result of AHP was then confirmed to the key informans as respondent and the development policy of Seberang Ulu from the municipal government with triangulation. The conclusion of this study found that Seberang Ulu have three potential power as an attraction for directing the development, such water environment domination (3 river and swamp), Uluan culture and community social cohessive as social capital, and close position between Seberang Ulu and Centre City of Palembang will make a synthesis to be "garden city in the tropic". The model can use for developing the undeveloped area have to be more attractive. Realization, of this model will influence to the external and internal area to reduce negative image of Seberang Ulu. This concept was' expected to give a positive contribution and recommendation for the South part of Palembang urban development guidelines, which also could, gives a positive effects to the hinterland areas. Letak kawasan Seherang Ulu Palembang cukup strategic karena dekat dengan pusat kota Palembang (1-2 Km) yang terpisahkan oleh Sungai Musi. dihubungkan oleh Jembatan Ampera dan lembatan Musi 11. Selain int juga dilctluijcdan arteri primer yang menghubungkan antara Kota Palembang menuju Jalur Lintas Timm- Sztmatera. Dan segi letaknya kawasan ini mempunyai potensi yang sangat balk hagi perkembangan kota. Namun demikian kawasan Seberang Ulu yang terletak di antara Sungai Musi, Sungai Ogan, .Sungai Komering, dan dominasi rawa pasang .•urut memiliki keterbatasan lahan untuk berkembang. Potensi lokal di ,Seherang Ulu tidak dapat berkembang secara optimal dengan jaringan in•abruktur yang .serbct terbatas tersebut. Keberadactn beberapa industri Skala besar-kecil. perdagangan clan jasa yang ada belum nictmpu mempengaruhi perkembangan kawasan. Keadaan ini fault berbeda dihandingkan kawasan Seherang Ilir yang secara sporadic tents berkembang dan dikembangkan. Terjadinya disparitas perkembangan antara kawasan Seberang Uht-Seberang Ilir ini saling mempengaruhi perkembangan antar kawa•an di Kota Palembang. Penztrunctn nme hunian dan lingkungan hidup, kriminalitas, kentiskinan, kekumuhan tedadi di belahan bctgian ,velatan Sungai Musi ini, akibatnya terjadi pentztsman kegiatan perkotaan di kawavan Seberang Ilir hingga ke arch utara Kota Palembang yang lebih dominan. Pemerintah telah berupaya mengembangkan Seberang Ulu ini dengan mereklanzasi rcnva di Jakabaring untuk fasilitas PON XVI, perumahan, dan perkantoran. Namun denyut kehidupan social masyarakat di kawasan reklamasi ini belum nampak, bahkan dikhawatirkan upaya pengembangan ini hanya herlangsung sampai PON XVI Tahun 2004, setelah ittt hisa jadi terhenti. Hal ini terlihat dari rendahnya minat investor untuk mengembangkan pet-unit-than dan rendahnya minat masyarakat untuk menghuni kawasan ini. Studi ini nielakukan kcilian perkembangan kawasan Seberang Ulu yaitu pengaruh faktor internal clan eksternal sehingga diperoleh fctktor-faktor pendorong dan penghambat perkembangan kcnvasan Seherang Ulu yang akan dipertimbangkan dalam menentukan arahan pengembangan kcnvacan Seherang Ulu ke depan. Metoda penelitian yang digunakan dalam studi ini dilakukan secara bertahap. yaitu: I. Identifikasi perkembangan kawasan berdasarkan persepsi masyarakat dan data sekunder untuk mengetahui faktor¬faktor yang berpengadth terhadap perkembangan kawasan tersebut. 2. Fctktor-faktor tersebut akan disusztn berdasarkan labor pendorong din labor penghambat untuk dianalisis dengan Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahzti .faktor yang paling berpenganth 3. Hasil AHP ter•ehut akan dikonfirmasikan dengan responden key informan dan keb//akan pengembcmgan kmvasan Seberang Ulu secara triangula•i. Be•dasarkcm tenntan studi dapat disimpulkan bahwa kawasan Seherang Ulu mempunyai tiga kekuatan yang &pat menjadi magneildayct tank untuk arahan pengembangannyct yaitu dominasi lingkungan air (3 sungcti dan rawa pasang surut), budaya uluan/kelekatan sosial masyarakat Seberang Ulu (budaya rural), kedekatan posisi Seberang Ulu dengan pistil kotct Palembang (budaya kota/metropolis). Persenyawaan ketiga daya tank tersebut akan menghasilkan kawasan Seberang Ulu yang bersuasana desa dan berekonomi kota yang dilingkupi lingkungan air, hal ini dapat menjadi garden city in the tropic. Penvujztdan daya tarik ini selain berpengaruh .secara eksternal juga secara internal dapat mengeliminasi image negatif kawasan Seberang Ulu sehingga menjadi pilihan masyarakat. Diharapkcm konsep ini dapat menjadi kontribusi garis besar rata ruang makm yang positif untztk arahan pengembangan Kota Palembang Bagian Selatan hingga berpengenth bagi wilayah hinterlandnya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12007
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:27 May 2010 12:03
Last Modified:27 May 2010 12:03

Repository Staff Only: item control page