KAMAN ZONA KERENTANAN, TINGKAT BAHAYA DAN RESIKO GERAKAN TANAH BERDASARKAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERMUKIMAN, PERSAWAHAN DAN JALAN TERHADAP RTRW KABUPATEN KULON PROGO

Mohamad, Mustapa Ali (2003) KAMAN ZONA KERENTANAN, TINGKAT BAHAYA DAN RESIKO GERAKAN TANAH BERDASARKAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERMUKIMAN, PERSAWAHAN DAN JALAN TERHADAP RTRW KABUPATEN KULON PROGO. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
10Mb

Abstract

Based on the former reports and studies, the fact happened in the field, both regional and provincial scope of DIY, Kulon Progo Regency is one of danger are for land moving. To anticipation and minimalisation the risk of disaster in the future, need to identifying succeptibility zone, danger and risk level of land slide in Kulon Progo Regency, that is one to be background of this study. The aims of this research is the identification succeptibility zone, the level of danger and the risk for nature disaster viewed from naturally physically aspecs and socio-economical condition of the people. And the goal is identifying succeptibility zone, analyzing level of danger, analyzing level of risk, analyzing type of land slide, to find alternative mitigation and direct of land use, analyzing of RTRW Kulon Progo Regency, 1994-2004. The steps used in this research were identifying the succeptible of moving land based on the analysis of physical environment inflencing topgraphy/declivity of the slope, land, rocks, and the use of land and climate/rain fall; analyzing level of danger based on the succeptible zone of moving land with 3 (three) functions of land utilization; analyzing level of risk after the moving land to the 3 land utilizations that delienated on the basis of each function's characteristics. The three steps are analyzed using overvlay technique in the form of GIS. analyzing kind/type of moving land, performed by interpreting primary data from the survey and the field research to the happened moving land with addition of secondary data form earlier studies in the research area; alternative mitigation and direct of land use analyzing with descriptive base on succeptibility level and characteristic of land slide; RTRW of Kulon Progo Regency analyzing with descriptive methode using overlay technique. Based on the analysis, it finds succeptible zone of moving land in the research area, the high risk for moving land for 7,370.17 Ha (21.68%), medium of 14,060.73 Ha (41.37%) and low of 12,559.57 Ha (36.95%). The subdistricts with risk level for moving land is Samigaluh (51.33%) followed with Girimulyo. (28.88%), Kokap (13.10%) and Kalibawang (4.58%) and Pengasih (2.11%). Level of danger for the widest residences are shared in 4 (four) subdistricts are Samigaluh for 883.94 Ha (50.25%.. The level of danger for the field rice area is shared in four subdistricts. They are Samigaluh 478.91 Ha (58.55%), Girimulyo 109.19 Ha (13.80%), Kalibawang 36.81 Ha (4.50%) and Pengasih 0.05 Ha (0.01%). The high level for the roads place in 4 (four) subdistricts with the whole ara of 37.25 Ha or 1265% from the road wide in the research area, each for Samigaluh 21.19 Ha, Girimulyo 12.67 Ha, Kokap 3.23 Ha and Kalibawang a16 Ha. In the research area, there are 2 (two) levels of risk, that are medium and low levels of risk. The medium level are in Girimulyo subdistricts, Jatimulyo village for 34.63 Ha with 3,168 people. Another, Kokap subdistrict, Hargowilis village of 17.05 Ha with 1,663 people. The field rice placed in the highest is in Samigaluh subdistricts for 268.82 Ha (3261%), Girimulyo of 10.19 Ha (1.29%) and Kalibawang 1.99 Ha (0.24%). The risk of road in the research area placed in 2 (two) are medium and low level of risks. The medium risk for the roads placed in three subdistricts. They are Girimulyo for 6.62 Ha (8.275 km), Samigaluh 4.88 Ha (6.1 km) and Kokap 0.83 Ha (1.0375 km). There are four types/kinds of moving land in the research area. They are slide, slump, creep and rock fall. It needs an evaluation on the maintenance, addition and completing the RTRW of Kulon Progo Regency for 1994 — 2004 and Evaluation of RTRW of 2000, in the part of Allocating Planning of Space Utilization and Development Planning of Strategic Area and Primary Priority related with the high risk area for moving land disaster. It is also includes the patterns of land utilization that will result better and more wise policies. In a part the land will be used optimally as its functions and, in other side, the victimes will be avoided that will be a suggestion for the arrangement of RTRW of Kulon Progo Regency in the future. Kabupaten Kulon Progo ditinjau balk secara nasional, regional maupun dalam lingkup propinsi DIY, merupakan salah satu kabupaten yang pukup tinggi intensitas kejadian bencana alam gerakan tanah, termasuk korban jiwa dan kerugian mated yang diakibatkannya. Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi resiko bencana alam gerakan tanah dimasa mendatang yang sangat mungkin terjadi kembali, perlu diidentifikasi zona kerentanan, tingkat bahaya dan resiko gerakan tanah di Kabupaten Kulon Progo hal tersebut yang menjadi salah satu latar belakang penelitian int Tujuan yang akan dicapai dalam penelitilan ini adalah teridentifikasinya zone kerentanan, tingkat bahaya dan resiko bencana alam gerakan tanah ditinjau dad aspek fisik alam dan sosial-ekonomi penduduk. Adapun sasarannya yaitu identifikasi zona kerentanan gerakan tanah, identifikasi fungsi penggunaan lahan(permukiman, persawahan, jalan), analisis penggolongan tingkat bahaya, analisis penggolongan tingkat resiko; identifikasi jenis gerakan tanah, penentuan alternatif penanganan dan arahan pemanfaatan lahan, analisis RTRW Kabupaten Kulon Progo1994-2004. Zona kerentanan gerakan tanah dianalisis dengan metode overlay terhadapIlingkungan fisik yang mempengaruhi yaitu kemiringan lereng, tekstur tanah, kondisi fisik batuan, curah hujan dan penggunaan lahan; penggolongan tingkat bahaya dianalisis dengan cam overlay antara zona kerentanan gerakan tanah dengan 3 (tiga) fungsi penggunaan lahan yang sering terkena dampak yaitu permukiman/jiwa penduduk, jalur transportasi/jalan, mata pencaharian/persawahan; penggolongan tingkat resiko dianalisis dengan metoda overlay antara tingkat bahaya dengan 3 (tiga) fungsi penggunaan lahan yang deliniasinya/pengkelasannya didasarkan atas karakteristik masing¬masing fungsi (fungsi pada kondisi yang lebih spesifik) yaitu fungsi permukiman didasarkan pada tingkat kepadatannya, fungsi persawahan didasarkan atas produktivitasnya, dan fungsi transportasYjalur jalan didasarkan pada statusnya; jenis/tipe gerakan tanah dianalisis dengan menginterpretasi data primer hasil survey dan pengamatan lapangan terhadap gerakan tanah yang telah terjadi ditambah dengan data sekunder hasil studi-studi sebelumnya di daerah penelitian; alternatif penanganan dan arahan pemanfaatan lahan dianalisis secara deskriptif berdasarkan tingkat kerentanan dan karakteristik gerakan tanah; RTRW Kabupaten Kulon Progo 1994-2004 dianalisis secara deskriptif dengan teknik overlay antara zona kerentanan, tingkat bahaya, tingkat resiko gerakan tanah dengan rencana alokasi pemanfaatan ruang, pembagianl sub WPP serta rencana pengembangan kawasan strategis dan prioritas. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa zona kerentanan gerakan tanah di daerah penelitian terdiri dari, kerentanan gerakan tanah tinggi seluas 7.370,17 Ha (21,68 %), sedang 14.060,73 Ha (41,37 %) dan rendah 12.559,57 Ha (36,95 %). Kecamataan yang memiliki luas area kerawanan yang paling tinggi adalah Samigaluh (51,33 %).Tingkat bahaya tinggi untuk permukiman tersebar di 4 (empat) kecamatan yaitu Samigaluh seluas 883,94 Ha, Girimulyo 478,26 Ha, Kokap 117,92 Ha dan Kalibawang 49,70 Ha.Tingkat bahaya tinggi untuk persawahan tersebar di 4 (empat) kecamatan yaitu Samigaluh 478,91 Ha, Girimulyo 109,19 Ha, Kalibawang 36,81 Ha dan Pengasih 0,05 Ha.Tingkat bahaya tinggi untuk jalan terdapat di 4 (empat) kecamatan yaitu Samigaluh 21,19 Ha, Girimulyo 12,67 Ha, Kokap 3,23 Ha dan Kalibawang 0,16 Ha.Hanya terdapat 2 (dua) tingkat resiko untuk permukiman yaitu permukiman resiko sedang terdapat di kecamatan Girimulyo, desa Jatimulyo seluas 34,63 Ha ditempati 3.168 jiwa dan kecamatan Kokap, desa Hargowilis seluas 17,05 Ha ditempati 1.663 jiwa penduduk.Persawahan dengan resiko tinggi terdapat di kecamatan Samigaluh seluas 268,82 Ha, Girimulyo 10,19 Ha dan Kalibawang 1,99 Ha. Resiko untuk jalan di daerah penelitian hanya 2 (dua) yaitu resiko sedang dan rendah. Jalan resiko sedang terdapat di 3 (tiga) kecamatan yaitu Gimulyo seluas 6,62 Ha (8,275 km), Samigaluh 4,88 Ha (6,1 km) dan Kokap 0,83 Ha (1,0375 km). Empat tipeljenis gerakan tanah teridentifikasi di daerah penelitian yaitu longsoran (slide), nendatan (slump), rayapan (creep) dan jatuhan batu (rock fall). Dibutuhkan suatu upaya pencermatan kembali (evaluasi) berupa perbaikan, tambahan dan penyempurnaan terhadap RTRW Kabupaten Kulon Progo Tahun 1994 — 2004, pada bagian Rencana Alokasi Pemanfaatan Ruang serta Rencana Pengembangan Kawasan Strategis dan Prioritas terutama yang berkaitan dengan kawasan rawan bencana (longsor/gerakan tanah) yang terlalu bersifat umum, maupun terhadap pola pemanfaatan lahannya sehingga akan diperoleh suatu kebijakan yang lebih tepat dan bijaksana, disatu sisi lahan akan termanfaatkan dengan optimal sesuai fungsinya dan disisi lain korban jiwa serta kerusakan fisik lainnya terhindarkan atau menjadi minimal, sehingga akan merupakan masukan bagi penyusunan RTRW Kabupaten Kulon Progo yang akan datang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TH Building construction
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:11982
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:27 May 2010 11:09
Last Modified:27 May 2010 11:09

Repository Staff Only: item control page