ABRASI PANTAI DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU : ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN KONSEP PENANGGULANGANNYA

Shuhendry, Ricky (2004) ABRASI PANTAI DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU : ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN KONSEP PENANGGULANGANNYA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Bengkulu City's coastal territory is located on Western Sumatra Island, it faces directly with Indonesian Ocean. This existence causes Bengkulu City's coast get more wave struck caused by wind, sea surface fluctuation and coastal flowing wave. As a result, there will be a coastal abrassion so that make a coast line change. Environmental damage caused by abrassion process have long been occurred, so that it disturbs fisherman's activity which is a daily activity of people living in Bengkulu City's coastal. Besides abrassion also threats people housing existence located in that coast, so that it disturbs Bengkulu City's economy. Other phenomena caused by abrassion process is sedimentation process, which will result in shoaling in port territory so that it disturbs that port's activity. In handling abrassion and sedimentation problem above, it is necessary to secure sea by giving protection to the sea both physical and natural protection, besides, it is important to do an integrated management of coastal environment. The effect of abrassion in Bengkulu city's coastal territory, which is generally caused by nature, is so large and significant so that it necessary to give protection to the coast with research related to that natural symptom, by analyzing the wave, rise and fall wave, longshore current and sediment transport process. From the analysis result, we can get the shape of building of coastal protection suitable with environment damage in that territory. Research method of that research is descriptive method meaning that the problem solving is by describing research object and processed data from abrassion cause factors. The research result is objective and accurate data derived from sea wave process, surface sea water fluctuation and sediment transport. So that it can make a physical (Revetment, Groin, Jetty and Breakwater), natural handling (mangrove) and integrated coastal and marine resources management. Besides, we will know the psycho-social condition of people living in abrassed coast which the effect of environment damage which effect people manner. Based on the research, there will be a recommendation for the best solving against coast abrassion by realizing an integration between government and stakeholders, and by involving people living in the abrassed coast in shore protector building of planning and program. By doing abrassion solving, there will be no other impact which will give agama new problem to the environmental damage. Wilayah pesisir Kota Bengkulu berada di bagian barat pulau Sumatera, yang berhadapan Iangsung dengan Samudera Indonesia. Keberadaan ini menyebabkan Pantai Kota Bengkulu banyak menerima limpasan-limpasan gelombang baik berupa gelombang karena angin, gelombang karena fluktuasi muka air laut dan anus yang menyusur pantai. Akibatnya terjadi abrasi pada pantai tersebut sehingga mengakibatkan adanya perubahan garis pantai. Kerusakan lingkungan oleh proses abrasi telah berlangsung lama, sehingga mengganggu aktivitas nelayan yang merupakan kegiatan sehari-hari masyarakat di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Selain itu juga abrasi mengancam keberadaan permukiman masyarakat yang berada di pantai tersebut, sehingga mengganggu perekonomian di Kota Bengkulu. Fenomena lain akibat dari proses abrasi adalah terjadinya proses sedimentasi, sehingga terjadinya pendangkalan pada daerah pelabuhan yang mengganggu proses bongkar muat di pelabuahan tersebut. Untuk mengatasi kejadian abrasi dan sedimentasi di atas perlu dilakukan pengamanan pantai dengan memberikan perlindungan pantai baik berupa fisik maupun alami serta adanya pengelolaan lingkungan wilayah peisir yang terpadu. Pengaruh dan proses abrasi di wilayah pesisir Kota Bengkulu yang umumnya terjadi dikarenakan oleh alam, begitu besar dan signifikan maka perlu dilakukan perlindungan terhadap pantai dengan penelitian yang berhubungan dengan gejala alam tersebut, seperti melakukan analisis terhadap gelombang, pasang surut, anus menyusur pantai dan proses transpor sedimen. Dari hasil analisis tersebut akan didapat bentuk bangunan pelindung pantai yang sesuai dengan kerusakan lingkungan di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang berarti pemecahan masalah dengan menggambarkan objek penelitian dan data olahan dari beberapa faktor penyebab abrasi. Basil penelitian merupakan data yang objektif dan akurat dan proses gelombang laut, fluktuasi muka air laut dan transpor sediment. Sehingga didapat suatu konsep penanggulangan berupa fisik (Revetment, Groin, Jetty dan Breakwater) dan secara alami (Mangrove) serta pengelolaan wilayah pesisir dan laut terpadu (Integrated Coastal and Marine Resources Management). Selain itu juga diketahui kondisi sosial — psikologis penduduk di pantai terabrasi yang merupakan dampak dari kerusakan lingkungan dimana mempengaruhi perilaku masyarakat. Dan hasil penelitian akan memberikan suatu rekornendasi tentang penanggulangan yang terbaik terhadap pantai terabrasi dengan mewujudkan keterpaduan antara pemerintah dengan stakeholders serta keterlibatan masyarakat di pantai terabrasi dalam perencanaan dan kegiatan pengamanan panatai. Dengan harapan dalam panggulangan abrasi nantinya tidak menimbulkan dampak lain yang akan memberikan yang masalah yang bare terhadap kerusakan lingkungan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11970
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 10:42
Last Modified:27 May 2010 10:42

Repository Staff Only: item control page