KAJIAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAYANAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH DI KELURAHAN KUNINGAN KOTA SEMARANG

Widjajanti, Octavira (2003) KAJIAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAYANAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH DI KELURAHAN KUNINGAN KOTA SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
HTML
2432Kb
[img]
Preview
PDF
5Mb
[img]
Preview
PDF
5Mb

Abstract

Kuningan district located in North Semarang regency is one of the areas that is nearby with the beach, therefore, it is tends to be flooding area. Besides that, the soil condition have been decrease, and it causing water infiltration to the tank for the liquid. Meanwhile, people still throwing the waste to the river around their environment. Water polution can decrease waters quality, and it is very danger either for the environment or the health condition for the people. Pipe waste water banishment system funded by the project of SSUDP in Kuningan district. Right now, the number of customers reaching 78 families with monthly tariff is about Rp 5.000,00. Meanwhile, target number for the customer achievement is 155 families. Therefore, it can't covered Operation and Maintenance cost that is spent per mount consequently the expected number for cost recovery and full capacity can not be gained optimally. In order to look for the potential customers, the research was held at Area I and Area II in Kuningan district. Because of this area was projected for the enhancement of water system. The development of Waste Water Banisment Service System hoped can obtanined full capacity condition. Therefore, it can covered Cost Recovery by concerning the payment ability by the customers. Based on the analyzing that includes : sosio economy analize, operational analize, ability to pay analize, cost recovery analize, effectiveness and efficiency analize, it can be conclude that Wast Water Banishment Service System Development in Kuningan was held by optimizing the customers number to 78 customers from area II. This Condition can obtained Full Capacity and Cost Recovery. New tariff that have been decided is about Rp 5.000,0 for 20 customers, Rp 5.750,00 for 132 customers, and Rp 6.500,00 for 3 customers. Therefore, the operation cost can be reach just in annual income. However, this tariff doesn' include depreciation cost, if only it sum directly may causing tarifffor waste water banishment system to the increase Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara merupakan daerah yang berdekatan dengan pantai sehingga merupakan daerah yang rawan banjir akibat rob (genangan air pasang laut ke daratan) disamping itu Kelurahan Kuningan ini merupakan salah satu Kelurahan di wilayah Semarang Utara yang padat penduduknya, kawasan tersebut juga mengalami penurunan permukaan tanah, akibat penurunan permukaan tanah maka menimbulkan peresapan air ke dalam tangki septik sehingga penggunaan tangki septik sudah tidak efektif lagi karena adanya arus balik air ke kamar mandi (closet) Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar masyarakat membuang limbah di sungai yang berada di sekitar lokasi permukiman tersebut. Pembuangan limbah ke sungai menyebabkan penurunan kualitas lingkungan permukiman yang ada di daerah aliran sungai tersebut dan juga menimbulkan gangguan terhadap kesehatan. Sistem Pembuangan Air Limbah Perpipaan yang telah dibangun melalui bantuan Proyek SSUDP di Kelurahan Kuningan saat ini mempunyai pelanggan sebanyak 78 KK (di wilayah RWX) dengan tarif per bulan yang disepakati adalah sebesar Rp. 5.000,-, tarif ini belum menutup Biaya Operasi & Pemeliharaan yang telah dikeluarkan per bulannya.Sistem Pembuangan Air Limbah di Kelurahan Kuningan belum mencapai Cost Recovery dan Full Capacity karena sistem direncanakan dapat melayani 155 KK. Untuk mencari pelanggan yang potensial penelitian diarahkan di wilayah RW I dan RW II di Kelurahan Kuningan karena kedua wilayah tersebut merupakan daerah yang direncanakan untuk pengembangannya dimana air limbah dapat mengalir secara gravitasi menuju pusat penzbuatzgan air limbah yang telah ada. Pengembangan Sistem Pelayanan Pembuangan Air Limbah tersebut diharapkan dapat mencapai kondisi kapasitas penuh (Full Capacity) sehingga dapat menutup biaya Operasi & pemeliharaan (Cost Recovery) dengan memperhatikan kemampuan membayar dari pelanggan sistem tersebut. Setelah diadakan analisa yang meliputi : analisa sosial ekonomi, analisa biaya operasional, analisa ability to pay, analisa cost recovery, analisa efisiensi dan efektivitas, analisa subsidi silang dan analisa diskriminasi harga maka diambil kesimpulan bahwa pengembangan Sistem Pelayanan Pembuangan Air Limbah di kelurahan Kuningan dilakukan dengan menambahjumlah pelanggan sebanyak 78 pelanggan dari wilayah RW IL Penambahan jumlah pelanggan tersebut dapat menyebabkan kondisi sistem menjadi Full Capacity dengan demikian maka Cost Recovery juga akan terpenuhi. Tarif baru yang telah ditentukan untuk pengembangan dan untuk mencapai Cost recovery adalah sebagai berikut : Rp. 5.000,- untuk 20 pelanggan, Rp. 5.750,- untuk 132 pelanggan dan Rp. 6.500,- untuk 3 pelanggan sehingga dalam 1 tahun diperoleh pendapatan untuk menutup biaya operasional yang telah dikeluarkan, tarif ini belum termasuk biaya depresiasi yang apabila ditambahkan secara langsung akan menyebabkan naiknya tarif sistem pembuangan air limbah.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
ID Code:11945
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 09:57
Last Modified:27 May 2010 09:57

Repository Staff Only: item control page