KAJIAN FUNGSI PENGGAL JALAN JENDRAL SUDIRMAN DI KOTA SALATIGA

NURRAHMAT, RUDI (2003) KAJIAN FUNGSI PENGGAL JALAN JENDRAL SUDIRMAN DI KOTA SALATIGA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3782Kb

Abstract

Suatu jaringan jalan adalah merupakan elemen atau unsur pembentuk kota dan sebagai fasilitas dan prasarana kota yang sangat vital. Elemen ini juga berfungsi sebagai penghubung suatu tempat dengan tempat lain di dalam kota atau tempat lain di luar kota atau dengan perkataan lain bahwa jaringan jalan adalah suatu elemen atau unsur yang berfungsi sebagai sirkulasi pergerakan arus barang, jasa dan manusia. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terlihat fenomena-fenomena sepanjang penggal jalan Jendral Sudirman Salatiga tersebut pada ruas-ruas tertentu terjadi peningkatan kegiatan usaha masyarakat seperti pertokoan, ruko, usaha dagang, restaurant, bahkan telah berdiri dua buah gedung shopping center. Ini menunjukkan bahwa pembangunan jaringan jalan sangat mendorong masyarakat untuk meningkatkan usahanya di bidang ekonomi kepada yang lebih baik dan masyarakat benar-benar memanfaatkan lahan atau tanah yang dimilikinya semaksimal mungkin sehingga tidak adanya ruang-ruang terbuka, yang mengakibatkan menyempitnya ruang gerak kendaraan-kendaraan pribadi maupun angkutan umum Dari uraian di atas, bagaimana perencanaan dan pemecahan yang terbaik terhadap kawasan di sepanjang penggal jalan Jendral Sudirman pada kurun waktu mendatang guna tercapainya keinginan yang diharapkan adalah merupakan tanggung jawab Pemerintahan Daerah Kota Salatiga. Seperti telah dijelaskan di dalam latar belakang masalah, bahwa kajian fungsi ruang kawasan pusat kota Salatiga dipengaruhi oleh beberapa komponen balk secara fisik maupun nonfisik. Tujuan penelitian ini adalah mengaeu pada permasalahan, yaitu mengkaji fungsi ruang baik dan aspek fisik dan nonfisik pada kawasan pusat kota Salatiga dengan studi kasus penggal jalan Jendral Sudirman. Mengacu pada tujuan penelitian, maka sasaran utama dari penelitian ini adalah mendapatkan kejelasan dad kekuatan masing-masing aspek pembentuk fungsi ruang kawasan pusat kota Salatiga, apakah yang dominan dari aspek fisik atau nonfisik dengan studi kasus penggal jalan Jendral Sudirman. Daiam perancangan dan pendesainan lingkungan terdapat kepercayaan yang berubah dalam bentuk kota-kota dan bangunan-bangunan yang bisa berubah sifat, meningkatkan kualitas kebahagiaan, meningkatkan interaksi sosial dan lain-lain, sebagai reaksi lebih di bidang geografi, maka pandangan bahwa lingkungan yang dibangun tidak lagi punya efek pada masyarakat dan bahwa lingkungan tersebut berefek pada aspek sosial, ekonomi dan lingkungan-lingkungan lain yang serupa merupakan kepentingan besar. Perkembangan dan pertumbuhan perkotaan yang cepat dalam beberapa dekade yang lalu merupakan suatu fenomena penting di negara sedang berkembang. Di Indonesia, di sini diambil suatu kasus di Kota Salatiga yaitu di penggal jalan Jendral Sudirman Salatiga yang mengalami pertumbuhan yang cepat, kondisi yang demikian telah menimbulkan berbagai masalah penting yaitu Persoalan pengembangan dan pengelolaan pertumbuhan lahan perkotaan. Permasalahan pengelolaan pertumbuhan fisik. Untuk mengatasi kendala di atas, perlu dilihat persoalan pertumbuhan kota dalam kerangka berpikir tata ruang kota yang lebih luas, menyangkut penyediaan sarana dan prasarana sosial serta penataan struktur tata ruang kota. Setelah mengetahui pennasalahan pertumbuhan perkotaan secara umum, maka kami mencoba membatasi permasalahan secara lebih terfokus pada fungsi ruang publik dimana pada penataannya sering mengalami banyak perubahan, sehingga seringkali timbul permasalahan yang terjadi di masyarakat perkotaan, yaitu : - Kurangnya ruang publik yang dapat dimanfaatkan secara teratur oleh pengguna ruang tersebut. Pemanfaatan ruang yang tidak sesuai fungsinya, seringkali mengakibatkan ketidakserasian lingkungan. Sesuai dengan tujuan penelitian dan sasaran yang akan dicapai, maka hasil penelitian ini akan memberikan manfaat bagi • - Para perencana, pengelola dan penentu kebijakan pengembangan/ pembangunan kawasan di pusat kota dengan pertimbangan untuk memperhatikan potensi fisik dan nonfisik agar supaya "sense of place" atau jiwa tempat dapat terjaga dan terpelihara pada perkembangan yang akan datang. Pengembangan ilmu Arsitektur dan Perancangan Kota yang di dalamnya melibatkan instrumen/alat pengukur psikologi dan digunakan untuk meneliti fenomena sosial yang terekspresikan ke dalam perilaku individu atau masyarakat di dalam kehidupan sosial. Perpaduan dari beberapa disiplin ilmu ini merupakan upaya untuk menemukan langkah-langkah metodologi yang sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11943
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 09:53
Last Modified:27 May 2010 09:53

Repository Staff Only: item control page