Morfologi Kampung Melayu Studi Kasus : Morfologi Koridor Layur Semarang

Widiangkoso, G. Epri (2002) Morfologi Kampung Melayu Studi Kasus : Morfologi Koridor Layur Semarang. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

The Layur Corridor is the access road in Kampung Melayu Semarang which is fonnaed between two rows of Chinatown shopping street an Arabian merchants housegates. It becomes strategic because it lies on the edge of Semarang River and constitutes the pioneer of the other settlements establishment in Kampung Melayu. The Layur Corridors is esthablished there about early 16th century. It was fonnated by the ping-pong efefect of two public main spots, that were The Ngilir Traditional Market at the north and the Duch Fortress Complex, which had the shaped of star, across the Semarang River at the south. In 1875 The Ducth Colonial Gouverment opened Kanal Baru as the new shipping lane, which had straight lane to replace the twisted lane of Semarang River. The opening of Kanal Baru increased The Layur Corridor's function as a commercial corridor because of the intersection between Semarang River and Kanal Baru at the north end of The Layur Corridor (across The Ngilir Traditional Market). The uniqueness of The Lay tit Corridor is the Arabian and the Chinese are living together in harmony. This harmony has been physically indicated by a landmark proposing Mosque Tower which established in 1802 and The Dewa Bumi Pagoda which is establish in 1900. More over, the Arabian merchants settlement behind the Chinese shopping street also has its unique to the formation of space arrangement and building on The Layur Corridor. At present The Layur Corridor is very apprehensive, dirty and threatened with crimes. Chinese shops are not being used, damage, and collepse. Otherwise, the Arabian merchant housegates are also not being used because there are not any houses there. There problems appear because there are several factors and aspects related to the development of Semarang City. The existence of commercial by modem buildings with many facilties which make the visitors comfortable and not interfere by the rain or hot weather. Koridor Layur adalah sebuah ruas jalan di Kampung Melayu Semarang yang dibentuk oleh dua deretan ruko Pecinan dan gerbang-gerbang masuk rumah saudagar Arab dan berfungsi sebagai koridor perdagangan. Letak Koridor Layur menjadi strategis dikarenakan tepat berada di pinggir Kali Semarang dan merupakan awal mula dari terbentuknya kampung-kampung lain yang ada di Kampung Melayu Semarang. Keberadaan Koridor Layur muncul sekitar awal abad 16 M akibat dari efek pingpong dua kutub magnet aktivitas yaitu Pasar Ngilir di sebelah Utara dan Kompleks Benteng Belanda yang berbenruk bintang di seberang Kali Semarang sebelah Selatan. Pada tahun 1875 M pemerintahan Hindia Belanda membuka Kanal Baru sebagai jalur baru pelayaran yang berbentuk lurus menggantikan jalur Kali Semarang yang berkelok-kelok. Pembukaan Kanal Baru semakin menguatkan fungsi Koridor Layur sebagai koridor perdagangan dikarenakan ujung pertemuan antara Kali Semarang dan Kanal Baru tepat berada di ujung Utara (discberang Pasar Ngilir) Koridor Layur. Keunikan yang terjadi di Koridor Layur adalah bertemunya dua etnik disepanjang tersebut, yaitu etnik Arab dan etnik Cina. Pertemuan dua etnik ini ditandai secara fisik berupa landmark yang berbentuk Mesjid Menara dibangun tahun 1802 M dan Klenteng Dewa Bumi dibangun tahun 1900 M. Selain itu keberadaan rumah-rumah saudagar Arab yang berada dibelakang deretan ruko pecinan juga mempunyai keunikan pada terbentuknya tata ruang dan bangunan pada Koridor Layur tersebut. Keberadaan Koridor Layur pada saat ini yaitu al:ad 20 M sangat memprihatinkan, terlihat kumuh, dan rawan kriminalitas. Banyak bangunan ruko pecinan yang tidak berfungsi, rusak dan runtuh sedangkan gerbang rumah saudagar Arab ada beberapa yang sudah tidak berfungsi karena sudah tidak terdapat rumah saudagar Arab lagi. Pennasalahan yang muncul dikarenakan beberapa faktor dan aspek dalam kaitanya dengan perkembangan Kota Semarang. Keberadaan koridorperdagangan seperti Koridor Layur di Semarang sudah mulai luntur karena sudah digantikan dengan gedung-gedung yang dilengkapi fasilitas modem dan memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya terhadap pengaruh alam seperti hujan dan panas matahari. Usaha untuk menggali dan mendiskripsikan proses perkembangan Koridor Layur di Kampung Melayu Semarang, dilakukan pengkajian arsitek-tural dengan melakukan pendekatan urban, history dan morfologi. Penelitian bersifat eksploratif, analisis penelitian mengarah pada proses perkembangan Koridor Layur. Pembahasan koridor Layur dititik beratkan pada morfologi koridor tersebut yang berkaitan dengan aspek arsitektural dan sosio kultural. Temuan yang didapat adalah morfologi Koridor Layur, dipeloleh dari kronologi sejarah perkembangan Koridor Layur dengan menggunakan peninjau dari abad ke abad. Morfologi Koridor Layur akan bennanfaat bagi penentuan aktifitas yang akan dimunculkan guna menghidupkan kembali Koridor Layur. Secara keseluruhan morfologi yang erjadi di Koridor Layur disebabkan oleh aktivitas yang terjadi di sepanjang Kali Semarang dan memunculkan adanya komunikasi keruangan atau shearing space antara etnik Arab dan etnik Cina sehingga keduanya saling mendukung dalam melakukan aktivitasnya disepanjang koridor tersebut. perubahan aktivitas yang terjadi di sepanjang Kali Semarang akan mempengaruhi morfologi Koridor Layur, selain itu dari komunikasi keruang atau shearing space tersebut memunculkan ciri tersendiri terhadap tata ruang dan bangunannya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran penyebab awal terbentuknya Koridor Layur serta potensi yang ada, dalam upaya pengembangan Koridor Layur guna meningkatkan kualitas lingkungannya. Hasil penelitian ini diharapkan pula bisa menjadi acuan bagi pemerintah, swasta atau masyarakat bahwa pentingnya perhatian dan perawatan artefak-artefak perkotaan di Semarang. Konsep wisata historis bisa dijadikan sa]ah satu sarana untuk melestarikan artefak-artefak , perkotaan guna menanjang terciptanya identitas kota Semarang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11914
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 08:36
Last Modified:27 May 2010 08:36

Repository Staff Only: item control page