KETERKAITAN ANTARA TATA LETAK & SUDUT BUKAAN JENDELA TERHADAP KENYAMANAN THERMAL PADA GOR JATIDIRI SEMARANG

Setiawan, Moch Fathoni (2002) KETERKAITAN ANTARA TATA LETAK & SUDUT BUKAAN JENDELA TERHADAP KENYAMANAN THERMAL PADA GOR JATIDIRI SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4017Kb

Abstract

On any building design, architect usually tends to use a typical angle of window leaves, even they're located in the same walls or buildings, whereas in fact the function of each room is vary. In order to create a thermal comfortability, there are differences in functions and the needs of natural ventilation to each room. If the function of each side of wall in a single capacious room is not same, a condition that makes the differences in the need of air ventilation, It Is quite clear that by arranging the window's position with various angle of window leaves, a thermal comfortability can be attained. Considering to what mentioned above, GOR Jatidiri Semarang (Semarang Sports hall) is taken to be the sample for the case study. This buildings is a single capacious building which has 2 main function, the arena and the tribune each has different problems in air ventilation. The tribune is so uncomfort due to air ventilation. On the other hand, the wind blows fast in the arena. The window position and the angle of window leaves could be the cause of this condition. Due to this idea, the research need to be continued by making variation in the windows position and their leaves angle. The ET (effective themperature) is used in the thermal comfortability analize of the tribune and Beauforts scale is use for the arena. The goal of this research is to know the connection of windows position and their leaves angle to the thermal comfortability in GOR Jatidiri, and looking for the problem solving subsequently. Besides, this research is conducted with the hope it can be useful for the development of tropical architecture field in Indonesia, mainly things about natural ventilation in sports halls. The management of GOR Jatidiri Semarang can also use this research as an inexpensive alternative in handling their problem in thermal comfortability.The result of this research shows that there is a thermal uncomfortability in the arena and the tribune. After the experiment by changing the windows position and their leaves angles it is found that position 3, position where the window leaves angles is 90° on the north-south walls many as 28 windows (1/3L) whereas the rest are opened as wide as 15° is considered to be the most comfortable for both the temperature and wind speed. This position 3 is quite suitable for badminton, whereas another game which is not affected by the wind speed is able to use position 2 or position 3. Kecenderungan yang dilakukan arsitek dari tiap rancangan bangunan adalah dengan menggunakan satu jenis sudut bukaan jendela data n satu dinding/bangunan yang sama, padahal fungsi dari tiap-tiap bagian ruang adalah berbeda bahkan dalam satu ruang besar. Terdapat sudut/sisi ruang yang berbeda fungsi dan kebutuhan ventilasi alaminya (kecepatan angin) sebagai upaya menciptakan kenyamanan termal. Memperhatikan hal tersebut timbul suatu pemikiran, jika dalam satu ruang besar terdapat fungsi yang berbeda pada tiap sudut atau sisinya sehingga kebutuhan pergerakan udaranya berbeda, maka dengan mengatur tata letak jendela dengan sudut bukaan yang berbeda diharapkan kebutuhan akan pergerakan udara yang berbeda dapat terpenuhi (kenyamanan thermal terpenuhi). Mempertimbangkan hal tersebut diatas, maka penulis dalam penelitian ini mengambil kasus pada Gedung Olah Raga (GOR) Jatidiri Semarang. GOR ini merupakan satu ruang besar yang memiliki dua fungsi utama berbeda yaitu pada tribun dan pada arena permainan. Kedua fungsi tersebut memiliki problem yang berbeda pula. Permasalahan yang timbul pada GOR adalah ketidaknyamanan termal pada tribun dan kecepatan 'angin yang cukup tinggi pada arena. Kondisi ini membawa pemikiran mengenai kemungkinan tata letak dan sudut bukaan jendela pada GOR ini yang tidak tepat, untuk itu perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan c,ara menvariasikan tata letak bukaan jendela dengan kombinasi sudut bukaan yang sesuai. Kemudian dilakukan analisis kenyamanan termal dengan menggunakan parameter temperatur efektif (TE) pada tribun dan Skala Beaufort pada arena. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh tata letak dan sudut bukaan jendela terhadap kenyamanan termal pada GOR Jatidiri sekaligus dapat diketahui kemungkinan pemecahannya. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu arsitektur tropis di Indonesia terutama yang menyangkut ventilasi alami pada suatu bangunan Gedung Olah Raga. Diharapkan pula hasil penelitian ini dapat dipergunakan bagi pengelola GOR Jatidiri (atau pemerintah dan swasta) dalam mengatasi masalah kenyamanan thermal dalam GOR sebagai alternatif yang murah dibandingkan jika menggunakan pengkondisian udara buatan (penghematan energi). Hasil penelitian memperlihatkan pembuktian bahwa pada kondisi eksisting memang terjadi ketidaknyamanan pada tribun dan arena. Sete141 dilakukan perubahan tata letak dan sudut bukaan jendela, bahwa posisi 3 yaitu posisi dimana,jendela dibuka dengan sudut 90 derajat pada sisi-sisi yang berseberangan utara-selatan masing-masing sebanyak 28 jendela (1/3 L) dan jendela lainnya dibuka selebar 15 derajat, merupakan posisi yang mempunyai kenyamanan baik dari segi temperatur efektif maupun kecepatan angin. Pada posisi 3 tersebut tepat untuk permainan bulu tangkis, sedangkan permainan lain yang tidak dipengaruhi kecepatan angin dapat menggunakan posisi 2 dan posisi 3.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11910
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 08:19
Last Modified:27 May 2010 08:19

Repository Staff Only: item control page