WANTILAN KUNG DI SUKAWATI GIANYAR BALI ( Penekanan Pada Aplikasi Gegulak Dan Maknanya )

Suastika, Made (2002) WANTILAN KUNG DI SUKAWATI GIANYAR BALI ( Penekanan Pada Aplikasi Gegulak Dan Maknanya ). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3954Kb

Abstract

Wantilan is an open building to all direction without wall partition and has overlap roof. The old wantilan mentioned in the research is wantilan with more than 50 years of age. The objective of the research was find out gegulak (dimensioning system) the old wantilan with teritorial of desa and teritorial of banjar. Because in Sukawati sub-district there are old wantilan using gegulak with territorial scales of desa and banjar , and undhagi who built them are still alive , Sukawati sub-district of Gianyar Bali until become the location of the research. The research methode used was qualitatif with phenomenological naturalistic type of research. The data were obtained from interview and observation, and the sampling methode was purposive . The data were analysed with human instrumen. The characteristic of finding are idiographic and tentatif applicative, meaning that they are transparent to other the old wantilan. The caracteristic of the old wantilan are as place for tabuh rah ritual ceremony, using gegulak, square-shaped, having roof structure without kuda-kuda, (timbering) , using natural material, and conducting Hindu ceremonial procedure of Bali in its development . The old wantilan in Sukawati Gianyar Bali has been develop since 1920. Gegulak is dimensioning sistem in Balinese traditional architecture. Ergonomics of the owner of the house become the dimensioning basis of the the house. ErgonomiC pemangku become the dimensioning basis of pelinggih-pelinggih in pura area. Meanwhile in the old -wantilan, ergonomics pemangku and bendesa become the dimensioning basis of the old wantilan The computation of iga-iga (rafter) of the old wantilan Pura Payogan Agung Ketewel both its upper and lower roof is based on Hyang , meaning that the building is for the Hyang (God). Meanwhile ,the computation of iga-iga the old wantilan Pura Banjar Babakan Sukawati is based on sri, for the upper roof , meaning is building for rice plant storage, and lower the roof are based on Hyang, meaning is building for the God. The bases of the iga-iga coputation are sri, werdi, hyang, mas, naga,and Perak. The fingers variants of musti, sedemak, lengkat, and plus pengurip are use for rai (face) of both saka guru and saka jajar. The dimension of length of saka is the multiple number of rai saka and added with the finger variants as pengurip. The fingers variants as pengurip have meaning appropriate with dasaksara concept of finger. The foot sole variant of pemangku is used for distance between the old wantilan and pura. Its computation is based on astha wara (sri, indra, guru, yama, rudra, brahma, kala, uma). The foot sole variant of bendesa is used for distance between saka, so that all evils, bhuta kala dengen and even leak stay under of human cosmoic. The panca mahabhuta, dewata nawa sanga, dasaksara concept become the source of gegulak the old wantilan. The variants of pengurip in gegulak are based on dasaksara concept of human fingers. This research is an initial research to the other old wantilan , because the earacteristics of finding are idiographic and tentative applied. Wantilan adalah bangunan yang terbuka kesegala arah tanpa dibatasi dinding yang memiliki atap bertumpang. Wantilan kuno yang dimaksud dalam, penelitian ini adalah wantilan yang berumur lebih dad 50 tahun. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini menemukan gegulak wantilan kuno yang berskala desa dan berskala banjar. Di Kecamatan Sukawati terdapat wantilan kuno yang berskala desa dan berskala banjar yang menggunakan gegulak serta undhagi yang membuatnya masih ada, sehingga Sukawati Gianyar Bali menjadi lokasi penelitian ini. Metoda yang dipakai dalam penelitian ini adalah metoda kualitatif dengan jenis penelitian naturalistik fenomenologis. Data diperoleh dari interview dan observasi, sampel diambil secara purposive, dianalisis dengan human instrumen. Sifat-sifat temuan idiographik, aplikasi tentatif, bersifat hanya mentransvarabel pada wantilan kuno yang lain. Wantilan kuno mempunyai ciri-ciri, berfungsi untuk tempat upacara tabuh rah, menggunakan gegulak, berbentuk bujur sangkar, struktur atap tanpa kuda-lc-uda , menggunakan bahan alamiah, pembangunannya mengikuti prosedur upacara Hindu di Bali. Wantilan kuno di Sukawati Gianyar Bali berkembang mulai tahun 1920. Gegulak adalah sistem pendimensian dalam arsitektur tradisional Bali. Ergonomik pemilik rumah menjadi dasar dimensi rumah tersebut,ergonomik pemangku menjadi dasar dimensi pelinggih-pelinggih dalam pura, sedangkan dalam wantilan kuno ergonomilcpemangku dan bendesa menjadi dasar dimensinya. Perhitungan usuk wantilan kuno Pura Payogan Agung Ketewel jatuhnya pada Hyang, baik atap atas maupun bawah, yang bermakna bangunan untuk Hyang. Sedangkan wantilan kuno Pura Banjar Babakan Sukawati jatuhnya hitungan atap bagian atas adalah sri dan atap bagian bawah adalah hyang , dengan dasar perhitungan sri, werdi, hyang, mas,,naga dan perak. Varian jari, musti, sedemak dengan pengurip varian jari dipergunakan untuk penampangan saka, baik saka guru maupun saka jajar. Dimensi panjang saka merupakan kelipatan rai saka, dengan pengurip varian jari tangan. Varian jari-jemari sebagai pengurip bermakna sesuai dengan konsep dasaksara pada jemari. Varian tapak kaki pemangku dipergunakan untuk jarak wantilan kuno dengan pura, dengan perhitungan sesuai dengan asta wary (sri, indra, guru, yama, rudra, brahma, kala, uma) varian tapak kaki bendesa dipergunakan untuk pengurip jarak saka, yang bermakna segala yang jahat bhuta kala dengen bahkan leak agar berada dibawah alam manusia. Konsep Panca Mahabhuta, konsep Dewata Nawa Sanga, konsep Dasaksara menjadi sumber dari gegulak wantilan kuno, varian-varian pengurip dalam gegulak bersumber pada konsep dasaksara pada jari-jemari manusia. Penelitian ini merupakan penelitian pembuka bagi wantilan kuno yang lain, karena sifat-sifat temuannya idiographik dan aplikasi tentatif.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11908
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 May 2010 08:10
Last Modified:27 May 2010 08:10

Repository Staff Only: item control page