EFEKTIFITAS PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PEMADAM KEBAKARAN (BPK) MANDIRI SEBAGAI FUNGSI PELAYANAN PUBLIK ( Objek Studi : Kota Banjarmasin )

SUGIANTO, ACHMAD (2001) EFEKTIFITAS PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PEMADAM KEBAKARAN (BPK) MANDIRI SEBAGAI FUNGSI PELAYANAN PUBLIK ( Objek Studi : Kota Banjarmasin ). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Physical condition1s of Banjarmasin City, particularly its geological and hydrological conditions fall into a relatively low and plate category of a region. Banjarmasin is 0.15 to 0:50 meters above the sea level and influenced by tidal fluctuations, which lead to pools of water spread over the low areas. Consequently, the existing constructions are mostly of 'construction on stages' (or `Rumah Panggung') typesL The constructions are mostly semi-permanent and non¬permanent and made from wood. Such a characteristic makes the region more prone to fire accidents than permanent constructions From 1995 to 2000, Banjarmasin experienced 144 constructional fires with monetary loss amounted to Rp. 43,435,000,000, three individuals got killed and 1,654 households lost their houses. The fires during that period spread over East Banjar District (44 fires), West Banjar (61 fires), North Banjar (20 fires) and South Banjar (19 fires). The spread of these fires was approximately uniform among those four districts, but the one suffering the most was Kertak Baru Ulu Village of West Banjar District, which got 11 fires Due to the limited capacity of Banjarmasin municipality in overcoming the fires, many private self-sufficient Fire Units had been formed. These Fire Units kept increasing in number until 2000; there were 83 such Units composed of one unit possessed by Banjarmasin municipality, 34 unit in East Banjar, 20 units in West Banjar, 19 units in South Banjar and 20 units in North Banjar. Self-sufficient Fire Units in such a number must certainly save some proportion of Banjarmasin municipality's budget for providing public services, particularly regarding fire accidents These self-sufficient Fire Units mostly provided local services but also emergency services to some other areas These Fire Units were of non-profit oriented or voluntary oriented types. The emergency services provided to other areas were mainly based On a consideration of not servicing any occurrences caused by mass aggression'or chaos. The services given to the people were closely related to religious and humanistic factors. In providing services to the people, however, these self-sufficient Fire Units were also based on the principles of organization with both vertical and horizontal hierarchies as well as collectively agreed working procedures. The existence and the future development of these Fire Units will certainly depend on active involvement and participation of members of the local societies for providing peaceful settlements relatively free from the threats of fire. In practice, though, people participation may be influenced, both internally and externally, by social, economic, political and religious factors Kondisi lingkungan fisik Kota Banjarmasin, terutam a kondisi geologi dan hidrologinya adalah termasuk daerah yang mempunyai ketinggian yang relatif rendah dan relatif datar " Plate " secara keseluruhan. Letak kota Banjarmasin yang berada pada ketinggian — 0,15 ski 0,50 meter diatas permukaan laut (MAL) dan dipengaruhi pasang surut air laut yang menyebabkan terjadinya genangan air dan rawa-rawa pnrla daerah yang rendah Kondisi yang demikian itu, menyebabkan konstruksi bangunan yang ada didominasi oleh bangunan yang berbentuk panggung "Rumah Panggune. Konstruksi bangunan yang ada kebanyakan sifat bangunan semi permanen dan non permanen yang textual dari bahan kayu. Hal ini pula, menyebabkan timbulnya kerawanan kebakaran yang lebih besar dari pada konstruksi yang permanen. Kebakaran yang menimpa Kota Banjarmasin selama periode tahun 1995 s/d 2000, terjadi 144 kali dengan kerugian Rp. 43.435.000.000, korban jiwa 3 twang, kehilangan tempat tinggal 1.654 KK. Sebaran kejadian kebakaran selama periode tersebut adalah di Kecamatan Banjar Timm- 44 kali, Banjar Barat 61 kali, Banjar Utara 20 kali dan Banjar Selatan 19 kali. Penyebaran musibah kebakaran hampir tnerata di empat kecaniatan dan yang paling banyak tertimpa musibah kebakaran adalah Kelurahan Kertak Baru Ulu —Kecamatan Banjar Barat sebanyak 11 kali. Oleh karena keterbatagan pemerintah kota Banjarmasin didalam menanggulangi bencana kebakaran yang sering terjadi, atas pastisipasi warga dibentuk unit pemadam Kebakaran (BPK) secara swadaya murni. Terbentuknya unit-unit BPK yang dikelola masyarakat tents berkembang dan bertambah.Sampai tahun 2000, jumlah satuan unit BPK mandiri sebanyak 83 Unit yang terdiri dad 1 Unit milik pemerintah kota, Kecamatan Banjar Timur 34 Unit, Kecamatan Banjar Barat 20 Unit, Kecamatan Banjar Selatan 19 unit dan Kecamatan Banjar Utara 20 Unit. Meningkatnya jumlah unit BPK mandiri dapat pula menghemat anggaran pemerintah kota untuk menyediakan sarana dan prasarana pelayanan umum,khususnya pemadam kebakaran. Pelayanan yang diberikan unit BPK mandiri kepada masyarakat adalah pelayanan seteinpat dan bantuan darurat kepada pihak lain. Orientasi pelayanan unit — unit BPK adalah bersifat kesukarelaan atau "Non profit Oreinted". Pelayanan pemadaman kebakaran yang diberikan kepada pihak lain, pertimbangan paling urama adalah bukan akibat perbuatan massaikerusuhan. Unsur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak terlepas dari sifat religi dan kemanusiaan. Walaupun demikian, satuan unit BPK mandiri didalam memberikan pelayanan tidak terlepas dari keija suatu organisasi yang mempunyai hirarki didalam menjalan tugas baik secara vertikal maupun horisontal dan sesuai dengan prosedur kerja. yang telali disepakati bersama. Perkembangan dan *keberlanjutan unit-unit BPK mandiri kemasa depan, keberadaanya tergantung dari keterlibatan secara aktif dan peran serti masyarakat dalam upaya menciptakan kondisi lingkungan pemukiman warga yang aman dan tenteram dari ancaman bahaya kebakaraa Walaupun dalam pelaksanaannya partisipasi masyarakat dapat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonorni, politik dan agama balk secara internal maupun eksternal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:11895
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 May 2010 16:20
Last Modified:26 May 2010 16:20

Repository Staff Only: item control page