NYEPI DAN AWIG-AWIG DALAM PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN

KAMASAN, I G A N (2003) NYEPI DAN AWIG-AWIG DALAM PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Kerusakan lingkungan telah terjadi di mana-mana dewasa ini, yang disebabkan oleh ekploitasi yang eksesif oleh manusia terhadap alam. Eksploitasi itu terjadi karena manusia mengalami krisis secara moral. Sementara itu, upaya pengelolaan lingkungan untuk memperbaiki lingkungan dengan pendekatan ilmiah rasional seperti penerapan teknologi yang ramah lingkungan sudah banyak dilakukan, namun perusakan masih saja terjadi. Karenanya kemudian diperlukan pendekatan yang bersifat etika moral. Pendekatan ini tercakup dalam instrumen suasif dalam pengelolaan lingkungan. Salah satu cara dalam instrumen suasif adalah dengan pemahaman ajaran agama, yang kemudian diterapkan dalam kehidupan keseharian. Instrumen suasif bisa diterapkan melalui pemahaman tentang nilai moral yang diajarkan melalui perayaan Hari Raya Nyepi. Juga bisa melalui pemahaman nilai moral dalam awig-awig. Peran pemahaman dan penghayatan nilai moral yang terkandung dalam perayaan Hari Raya Nyepi dan awig-awig dalam pelestarian fungsi lingkungan, akan diungkap melalui penelitian ini . Untuk menggali pemahaman tentang nilai moral Hari Raya Nyepi, maka peneliti an yang sesuai adalah penelitian kualitatif claim paradigma konstruktivisme. Dalam penelitian ini dilakukan penggalian tentang nilai moral yang terkandung dalam perayaan Hari Raya Nyepi, bentuk penerapannya dalam kehidupan keseharian, keterkaitannya dengan upaya pelestarian fungsi lingkungan, keberhasilan upaya pelestarian fungsi lingkungan yang dilakukan serta keterkaitannya dengan perencanaan lingkungan: Penelitian dilakukan di Desa Adat Tenganan Pageringsingan, dengan strategi penelitian studi kasus, dengan kasus masyarakat di lokasi tersebut. Di lokasi dilakukan penggalian data dengan metode pengambilan data wawancara secara tak terstruktur terhadap informan dan dilengkapi dengan observasi untuk rnelengkapi latar belakang tentang lokasi penelitian. Data yang diperoleh diolah dengan analisis secara induktif, dengan setting lokasi penelitian dan konteks pelestarian fungsi lingkungan. Dad hasil penggalian dilapangan diperoleh bahwa Hari Raya Nyepi mengajarkan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan kewajiban, yang dalam kehidupan keseharian diterapkan melalui rasa patuh/ketaatan terhadap aturan adat/awig-awig. Ketaatan terhadap awig-awig kemudian membuat lingkungan menjadi lestari, yang memberikan manfaat yang positif terhadap masyarakat sehingga kesadaran tentang lingkungan terbangkitkan. Kesadaran tentang lingkungan mendorong dilakukannya upaya-upaya pelestarian lingkimgan. Dan sejauh ini upaya pelestarian tersebut membuahkan hasil. Pemahaman dan penghayatan masyarakat tentang nilai moral Hari Raya Nyepi dan awig-awig dapat berperan sebagai kontrol secara etika¬moral terhadap individu dan kelompok dalam proses perencanaan lingkungan. Kemudian dapat direkomendasikan kepada masyarakat agar lebih rnengintensifkan upaya penyebaran informasi menyangkut keagamaan dan awig-awig, sedangkan kepada pemerintah agar menerapkan perencanaan Transaktif.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11864
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 May 2010 14:40
Last Modified:26 May 2010 14:40

Repository Staff Only: item control page