PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP MOBILITAS DAN POLA PERGERAKAN PENDUDUK CAPTIVE

RUSPANTO, JAROT (2002) PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP MOBILITAS DAN POLA PERGERAKAN PENDUDUK CAPTIVE. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2757Kb

Abstract

People captive is people who they is depend on mass transportation service because they do not have alternative beside the available mass transportation. If there are any policy from government related to the transportation, captive people will be feel respects transportation, it is necessary to do the research captive population in Semarang City. Who the influence of social economic character on the mobility more and movement patent of captive people is the basic problem of the research aim. For this research, there is necessary to do through questioner to find the data related to mobility, movement patent and social economic character of captive people as follows : 1. The mobility amount of family member and the mobility amount of family. 2. The total of family member, the total of the productive family member, the in came family member, family's in came and lively hold 3. The aim of mobility structure used to use to research the aim, re change number of vehicle, kind of transport. In this research, the used data collecting method is by surveying and home interviewing, whereas to take the sample proportional sampling is used the data and information collecting data system use questioner form to make easy the information fmd from respondent. After doing analysis can be found as follows. 1. The income of family heavy relationship significant the total of family product member, it can be proved with value X2 account = 88,21 > X2 table 16.919 indeed more than the total of family product member than higher family income. 2. Transportation cost heavy relationship sig.nificantly with family income, it can be proved with value X2 account = 27,257 X table = 16.919, indeed some one have low income will be try to go out to minimize transportation cost. 3. The income of family member heavy significantly with livelihood, it can be proved with value X2 account = 513.25 > X2 table = 32.671 indeed kind of some one livelihood it will certainly the higher income for family that is have livelihood as PNS or worker (laborer), laundry worker will have the higher then laundry worker or servant 4. Movement of mobility family heavy significantly with the total of family member, transportation cost, it can be proved with value X2 account = 43.06 > X2 table = 16.919 indeed more the total of family member that is will be increase the movement of family member. 5. The income of family heavy significantly with the total movement family, livelihood, it can be proved with value X account = 43,99 > X2 table = 16,919. 6. From the survey result, it is known that from the mobility amount done by captive people in Ngaliyan the percentage for the routine activity is 78% and for the rare un routine activity is 22%. The relationships between the mobility amount of family members and the mobility structure are: for the activity the percentage of using the mobility structure with mass transports is 173 or 36,12%, where as for the un routine activity is 301 or 65,43%; for the routine activity the percentage of mobility on foot is 291 or 60,75%, where as for the un routine activity is 291 or 31,96%. 7. The relationship between the mobility amount of family members and the change numbers of vehicle both routine or un routine are in the sameness of data spreading, those are the most vehicle change is once, then two times and the least change is three times and the most mobility amount is between 51-100. Looking at the relationships between the income, mobility and social economic character of captive people in Ngaliyan, it can be concluded that people who have low income do the low mobility the higher the family income, the lower the mobility with mass transport has it is possible because the sample members in the category of high income family (>1 million) are only three families, so that the sample doesn't represent the real condition, with the transport cost as much as 14,09%, for the people who have income under 375.000 it's still high, and by paying attention at the existing provincial minimal salary policy (UMR), for the people who have income under 375.000 they will feel hard for expending the transport cost as much as 14,09%. Where as the suggestions that can be given are : if the data of people who have no vehicle has been available, this research can be developed agaifi, so that the result will be more perfect. The more developed can be more by taking the sample at each sub districts in Semarang city, in order that the government of Semarang city will pay attention at the provincial minimum salary (UMR) in determining the policy of raising the mass transport tariff, so that it doesn't burden to the people who have low income, to alleviate the captive people, BBM subsidy should be given to the captive people who have low income that is income under 375.000 through each village district with high control. Penduduk captive adalah penduduk yang sangat tergantung sekali dengan adanya pelayanan angkutan umum karena mereka tidak memiliki alternatif selain menggunakan angkutan umum yang ada. Apabila ada kebijakan dari pemerintah berkaitan dengan transportasi maka penduduk captive inilah yang akan sangat merasakan dampaknya, oleh karenanya penlu dilakukan penelitian terhadap penduduk captive di Kota Semarang. Bagaimanakah pengaruh karakter sosial ekonomi terhadap besaran (mobilitas) dan pola pergerakan penduduk captive merupakan permasalahan yang mendasari tujuan dari penelitian ini Untuk penelitian tersebut, maka dilakukan survei melalui kuesioner untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan mobilitas, pola pergerakan dan karakter sosial ekonomi penduduk captive seperti : - jumlah pergerakan anggota keluarga dan jumlah pergerakan keluarga jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, pendapatan anggota keluarga, pendapatan keluarga dan mata pencaharian maksud perjalanan, sarana pergerakan yang digunakan untuk menuju tujuan, jumlah pergantian kendaraan, jenis angkutan yang digunakan Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan survei wawancara rumah tangga (home interview), sedangkan dalam pengambilan sampel digunakan teknik sampling berimbang (proportional sampling) dan sistem pengumpulan data dan informasi digunakan formulir kuesioner hal ini untuk memudahkan pencatatan informasi dari responden. Setelah dilakukan analisis maka diperoleh temuan sebagai berikut : 1. Pendapatan keluarga berhubungan secara signifikan dengan jumlah anggota keluarga yang bekerja, hal ini dibuktikan dengan nilai X2 hitung = 88,21 > X2 tabel = 16,919, bahwasanya semakin besar jumlah angota keluarga yang bekerja maka semakin tinggi pendapatan keluarga 2. Biaya transportasi berhubungan secara signifikan dengan pendapatan keluarga, hal ini dibuktikan dengan nilai X2 hitung = 27,60 > X2 tabel = 16,919, bahwasanya seseorang yang memiliki pendapatan rendah akan berusaha mengeluarkan biaya transportasi seminim mungkin. 3. Pendapatan anggota keluarga berhubungan secara signifikan dengan mata pencaharian, hal ini dibuktikan dengan nilai X2 hitung = 513,25 > X2 tabel = 32,671, bahwasanya jenis mata pencaharian seseorang akan menentukan besarnya pendapatan keluarga, untuk keluarga yang memiliki mata pencaharian PNS atau buruh industri akan memiliki pendapatan lebih tinggi dari pada buruh cuci atau pembantu rumahtangga 4. Pergerakan (mobilitas) keluarga berhubungan secara signifikan dengan jumlah anggota keluarga, biaya transportasi, hal ini dibuktikan dengan nilai X2 hitung = 43,06 > X2 tabel = 16,919, bahwasanya semakin besar jumlah anggota keluarga maka akan semakin besar jumlah pergerakan keluarga. 5. Pendapatan keluarga berhubungan secara signifikan dengan jumlah pergerakan keluarga, hal ini dibuktikan dengan nilai X2 hitung = 43,99 > X2 tabel = 16,919. 6. Dari basil survei diketahu bahwa dari jumlah pergerakan yang dilakukan oleh penduduk captive di Kecamatan Ngaliyan, prosentase jumlah pergerakan untuk kegiatan rutin adalah 78% dan untuk kegiatan tidak rutin adalah 22%. Hubungan antara jumlah pergerakan anggota keluarga dengan sarana pergerakan, yaitu untuk kegiatan rutin prosentase penggunaan sarana pergerakan dengan angkutan umum sebesar 173 atau sebesar 36,12% sedangkan untuk pergerakan tidak rutin sebanyak 301 atau sebesar 65,43%, untuk kegiatan rutin prosentase penggunaan sarana pergerakan dengan jalan kaki sebesar 291 atau sebesar 60,75% sedangkan untuk kegiatan tidak rutin sebesar 291 sebesar 31,96%. 7. Hubungan antara jumlah pergerakan anggota keluarga dengan jumlah pergantian kendaraan, bahwa jumlah pergantian kendaraan baik untuk rutin maupun tidak rutin terjadi kesamaan sebaran data, yaitu pergantian kendaraan terbanyak adalah 1 kali, selanjutnya 2 kali dan paling sedikit 3 kali, jumlah pergerakan terbesar antara 51 — 100. Dengan memperhatikan hubungan antara pendapatan, pergerakan (mobilitas) dan karakter sosial ekonomi penduduk captive di Kecamatan Ngaliyan dapat disimpulkan : penduduk yang memiliki pendapatan rendah, malakukan pergerakan yang rendah pula, semakin tinggi pendapatan keluarga maka pergerakan dengan angkutan umum semakin rendah hal ini dimungkinkan karena jumlah sampel yang masuk dalam katagori keluarga berpenghasilan tinggi (>1juta) hanya 3 keluarga sehingga sampel tidak mempresentasikan kondisi yang sebenarnya, dengan biaya transportasi sebesar 14,09% bagi penduduk berpenghasilan 375.000 kebawah adalah masih terlalu tinggi dan dengan memperhatikan kebijakan upah minimum propinsi ( UMR) yang ada maka dengan pengeluaran biaya transportasi sebesar 14,09 % bagi keluarga berpenghasilan 375.000 kebawah, mereka masih terbebani. Sedangkan saran — saran yang dapat diberikan yaitu apablia sudah ada data penduduk yang tidak memiliki kendaraan bermotor maka penelitian ini dapat dikembangkan kembali sehingga hasilnya akan lebih sempurna, untuk penelitian yang lebih luas dapat dikembangkan dengan pengambilan sampel pada masing — masing kecamatan di Kota Semarang, agar pemerintah Kota Semarang di dalam menentukan kebijakan menaikan tarif angkutan umum memperhatikan upah minimum propinsi (UMR) yang berlaku sehingga tidak memberatkan bagi penduduk yang berpenghasilan rendah dan untuk meringankan beban bagi penduduk captive maka subsidi BBM seharusnya diberikan kepada penduduk captive yang berpenghasilan rendah yaitu pendapatan 375.000 kebawah melalui kelurahan masing —masing dengan pengawasan ketat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11857
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 May 2010 14:22
Last Modified:26 May 2010 14:22

Repository Staff Only: item control page