PENGARUH SIGNAGE TERHADAP ESTETIKA VISUAL (KORIDOR KOMERSIAL) JALAN AGUS SALIM SEMARANG

LESTARININGSIII, DWI JATI (2002) PENGARUH SIGNAGE TERHADAP ESTETIKA VISUAL (KORIDOR KOMERSIAL) JALAN AGUS SALIM SEMARANG. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

ABSTRACT Semarang as a capital of Central Java has rapidly developed in physical buildings, is indicated by mainly the increase of to the commercial building, such as supermarket, office building, and mall in its prototype building. This form usually spread out on corridor along commercial area within many functions. It needs signage to give the identity of building which its function as a communication tool in architecture and quick give information for community. There are 4 reasons why signage is needed in a city regarded on the aspect of function: traffic sign, commercial identity, informational sign and mall identity. In fact, commercial identity has dominated the signage at commercial corridor. Besides the trespassing line, the commercial corridor are developing to become economically expressional and information media, because advertising is very effective to win the market competition. This condition again happens on commercial corridor at Agus Salim street which directly bordered with Semarang Kota Lama conservation area. This study aimed both to search the signage influences of (commercial corridor) visual aesthetic and its functions over the vehicles. From literature and general observation result were decided element constructed the visual corridor character, they are the forming wall, space typology, and its activity. Signage characteristics were constructed by its functions, location, marks, color and delight. This study used rationalistic qualitative methods, a holistic methods which is stressed over the empiric meaning and intellectual understanding based on the grand concept. To touch the objectivity, it is used the stratified random sampling technique. The respondent are architect (the people which architecture background), ordinary people and settlers, who are living or work on location every day. The number of samples were taken proportional, and used area sampling, The analyzing technique which is used frequency distributions analysis and serial vision graphic analysis. We have found that: • The negative effect signage on (commercial corridor) visual aesthetic, all degradation. They in order are unity, proportion, rhythm, scale, color and lighting. • From serial vision graphic analysis indicated the sequence phenomena's, such as focal point, occupied territory, deflection, closure, fluctuation, punctuation, trees on value center, here and there, publicity and multiple views. • Based in functions signage give positive effect to the vehicles. From this study, it can be concluded that the exist of signage on Agus Salim corridor dominated by commercial identity, brought negative effect to aesthetic visual, and based on its functions signage gives significant positive effect to the riders with vehicles. Therefore, the exist of signage still be needed on. The signage design (especially commercial identity) is needed for urban design aesthetic so there will be synergy between aesthetic, so there will be synergy between aesthetic townscape and economic interest. ABSTRAKSI Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah mengalami perkembangan fisik bangunan yang cukup pesat, ditandai dengan merebaknya pembangunan mal dan pasar swalayan berbentuk bangunan blok tunggal rupa. Bangunan tersebut biasanya menyebar di koridor sepanjang kawasan komersial dengan berbagai fungsi. Untuk memberikan identitas pada bangunan diperlukan signage yang berftmgsi sebagai alat komunikasi dalam arsitektur dan pemberi informasi secara cepat kepada masyarakat. Ada empat alasan mengapa signage dibutuhkan di dalam kota ditinjau dari aspek fungsi yaitu: traffic sign, commercial identity, informational sign dan mall identity. Pada kenyataannya di kawasan komersial signage didominasi oleh commercial identity. Koridor selain sebagai sebagai jalur lintasan berkembang menjadi sarana untuk berekspresi dan informasi yang bersifat ekonomi. Sebab media luar mang ini sangat efektif untuk memenangkan persaingan pasar. Kondisi ini terjadi pula di koridor komersial jalan Agus Salim yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Kota Lama. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh signage terhadap estetika visual koridor dan mencari pengaruh fungsi signage terhadap pemakai jalan. Dari studi literatur dan hasil observasi lapangan ditentukan elemen yang membentuk karakter visual koridor adalah dinding yang membentuknya, tipologi ruang serta aktivitasnya. Sedangkan karaketristik signage ditentukan oleh fungsi, lokasi, sifat, wama dan pencahayaan. Metodologi penelitian yang dipakai adalah kualitatif rasionalistik, suatu metode holistik yang menekankan pemaknaan empirik dan pernahaman intelektual berdasar pada grand concept Untuk mencapai obyektivitas digunakan teknik stratified random sampling, Populasi yang dijadikan responden adalah arsitek, masyarakat umum dan penghuni yaitu masyarakat yang setiap hari berada di lokasi. Selanjutnya jumlah sampel diambil secara proporsional. Untuk menentukan sampel lokasi penentuan dipakai area sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis distribusi frekuensi dan analisis grafis serial vision. Dari basil analisis diperoleh temuan penelitian sebagai berikut: n Pengaruh negatif signage terhadap estetika visual koridor lebih dominan, dengan faktor¬faktor estetika yang mempengaruhi penurunan estetika tersebut secara berurutan adalah kesatuan, proporsi, irama, skala, wama dan pencahayaan. n Dan hasil kajian grafis serial vision dari dua araha ditemukan bahwa signage berpengaruh terhadap sekuens koridor jalan Agus Salim Semarang. • Menurut finigsinya signage memberikan pengamh positif terhadap pemakai jalan dengan moda trasport kendaraan bermotor. Dari basil penelitian tersebut disimpulkan bahwa keberadaan signage di koridor jalan Agus Salim yang didominasi oleh commercial identity memberikan pengaruh negatif terhadap estetika visual koridor. Menurut fungsinya signage memberikan pengaruh posistif yang signifikan terhadap pemakai jalan dengan moda transport kendaraan bermotor. Jadi, meskipun signage berpengamh negatif terhadap estetika visual koridor jalan Agus Salim tetapi secara fungsional keberadaan signage tetap dibutuhkan. Oleh sebab itu dalam perencanaan signage (terutama commercial identity) hendaknya dipertimbangkan estetika townscape.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11800
Deposited By:Ms upt perpus3
Deposited On:26 May 2010 13:12
Last Modified:07 Jan 2011 09:45

Repository Staff Only: item control page