PENANGANAN PENYALAHGUNA NAPZA DENGAN PENDEKATAN TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH DI INABAH 1-2 PONDOK PESANTREN SURYALAYA

H. AHMAPI NH, H. AHMAPI NH (2004) PENANGANAN PENYALAHGUNA NAPZA DENGAN PENDEKATAN TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH DI INABAH 1-2 PONDOK PESANTREN SURYALAYA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Latar belakang: Penyalahgunaan napza merupakan masalah kompleks, melibatkan banyak faktor.. Penanganannya dibutuhkan waktu relatif lama dan harus dilaksanakan secara holistik, baik secara medispsikiatri maupun non medis. Salah satu penanganan non medis yang telah dimanfaatkan banyak orang adalah penanganan dengan pendekatan Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) di Inabah Pondok Pesantren Suryalaya. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil TQN, proses dan filosofi penanganan penyalahguna napza dengan pendekatan TQN di Inabah Pondok Pesantren Suryalaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan bersifat etnografik dan pendekatan secara fenomenologis, yaitu mengacu path pandangan dan keyakinan para penganut dan pengamal TQN serta para anak bina di lnabah Pondok Pesantren Suryalaya. Pengambilan data dilakukan dengan key instrument melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Kemudian disusun dan diedit dalam naskah berbentuk naratif dan disimpulkan secara induktif. Hasil: TQN Pondok Pesantren Suryalaya merupakan tarekat muktabaroh yang telah lama ada dan diamalkan oleh para pengikutnya. Sejak tahun 1969 telah dimanfaatkan orang untuk membantu penanganan penderita penyalahguna napza, kemudian pada tahun 1980 di bentuk Inabah PP Suryalaya. Inabah fin merupakan pondok khusus untuk menangani penderita penyalahguna napza dan anak-anak bermasalah lainnya dengan pendekatan TQN melalui mandi taubat, shalat dan dzikir sebagai terapi utama. Sedangkan pia ca, ziarah, olah raga, kesenian dan terapi ketja, sebangai terapi pelengkap dan penunjang. Orang yang menyalahgunakan napza diyakini oleh penganut TQN karena lemahnya iman dan godaan setan, akhinya orang tersebut dapat terjerumus dalam perbuatan haram dan dosa yang merupakan larangan dalam agama. Kesimpulan: Penanganan penyalahguna napza dengan metode TQN merupakan salah satu terapi pendekatan agama Islam, yang mempunyai nilai psikoterapi dan rehabilitasi berdimensi Ilahiyyah (ketuhanan). Kata kunci: Penyalahguna napza — TQN — Inabah P P Suryalaya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Biomedical Science
ID Code:11795
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 May 2010 13:00
Last Modified:26 May 2010 13:00

Repository Staff Only: item control page