KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH ANTAR DAERAH ICABUPATEN SEMARANG-KOTA SALATIGA (DALAM RANGICA PEMANFAATAN TPA BLONDO)

NURTANTA, EDHY (2005) KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH ANTAR DAERAH ICABUPATEN SEMARANG-KOTA SALATIGA (DALAM RANGICA PEMANFAATAN TPA BLONDO). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Garbage management is something very complex. It covers not only technical problem but also institutions, budget, regulation, and public participation. There are interconnected one and other to make a system, also up graded garbage management to be around all system. So far, there still any negatif opinion and wrong perception about landfilling, which assume as only "a place to pile up waste". These cause the Local Goverment to allocate the estimate cost in regional budget (RAPBD) for garbage management in landfill as the ultimate priority than any other developments. This problem also happen at Semarang Regency and Salatiga City. The existing landfill's Semarang Regency, already have sufficient available area and it's estimated to receive garbage for the next 10 years. The constraint from this lokasi was not proper according to RUTK Semarang Regency, because it's in the use structure of settlemeny regions that disturbing the civil community activities. The existing landfill's Salatiga City, already have sufficient available area, however the land propriatery right do not on The Local Goverment's name, they rent from around the community. This certainly not proper according to feasibility study of landfill. Other constraint of garbage management system from those area are the treatment methode using open dumping system, without proper and uncontrolled design. The Solution for some problems above, regarding development of the regional landfill, is by forming cooperation between Semarang Regency and Salatiga City. The proper system should be applied is sanitary landfill, this method is effective, efficient and environmentally friendly to realize the sustainable developments. Based of this research, it is recommended that each Region (Semarang Regency and Salatiga City) manages the garbage separatly at the collecting until the transportation stages. The Final process at the TPA is handled by Semarang Regency. Key words : Interregional of garbage management, sanitary landfill, Final Dismissal. Penanganan sampah merupalcan hal yang sangat kompleks karena tidak saja menyangkut masalah tains tetapi juga masalah kelembagaan, dukungan biaya, dukungan Peraturan Daerah dan peran serta masyarakat. Aspek tersebut terkait erat satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan sistem, sehingga upaya meningkatkan pengelolaan persampahan harus meliputi peningkatan di seluruh sistem. S elama ini masih banyak persepsi keliru tentang Tempat Pembuangan Akhir sampah, yang sering hanya dianggap sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini menyebabkan banyak Pemerintah Daerah masih merasa sayang untuk mengalokasikan pendanaan bagi penyediaan fasilitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dirasakan kurang prioritas dibanding dengan pembangunan selctor lainnya. Pennasalahan ini juga terjadi pada Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Untuk TPA eksisting Kabupaten Semarang sudah memiliki lahan yang cukup luas dan diperkirakan masih dapat menampung kapasitas timbulan sampah hingga 10 tahun yang akan datang. Kendala dari lokasi tersebut menurut RUTRK Kabupaten Semarang berada pada tata guna lahan untuk pennukiman, sehingga kehadiran TPA Kalongan tersebut mengganggu aktifitas pemukiman dan sudah mulai banyak protes dikalangan masyarakat. Kota Salatiga sudah memiliki lahan TPA yang cukup luas, namun kepemilikan atas tanah bukan hak milik Pemerintah Daerah, masih menyewa dengan masyarakat sekitar. Hal ini tentu tidak sesuai dengan kelayakan dari sebuah TPA. Kendala lainnya sistem pengelolaan sampah dari kedua daerah tersebut masih menggunakan sistem open dumping, tanpa pereneanaan yang baik. Solusi permasalahan tersebut, perlu dilakukan kajian yang mengulas tentang kerjasama pengelolaan sampah antar daerah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Dengan sistem yang dipergunakan adalah sanitary landfill, metode teknis yang efektif dan efisien berwawasan linglcungan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dad basil penelitian, bentuk kerjasama pengelolaan sampah antar daerah yang direkomendasikan adalah masing-masing pihak melakukan pengelolaan sampah secara terpisah dari mulai proses pengumpulan pemindahan dan pengangkutan Pada tahap pengelolaan akhir di TPA dilalcukan oleh Kabupaten Semarang. Kata kunci : Pengelolaan sampah antar daerah, sanitary landfill, Tempat Pembuangan Akhir

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Civil Engineering
ID Code:11788
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 May 2010 12:38
Last Modified:26 May 2010 12:38

Repository Staff Only: item control page