KAJIAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAN DENGAN PENDEKATAN EKONOMI LINGKUNGAN (STUDI EASES TPA SAMPAliJATIBARANG - SEMARANG )

KAMALI, AKHMAD (2002) KAJIAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAN DENGAN PENDEKATAN EKONOMI LINGKUNGAN (STUDI EASES TPA SAMPAliJATIBARANG - SEMARANG ). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3485Kb

Abstract

Trash damp in Semarang city has been increasing with the equally of the society and their prosperity, but the fact is, more productive the trash process not in same condition with their handling to this matter from the goverment or the society self. This condition has a part and it will continued with their negative thump to their environment and at last to their community. With the closing several final disposal site in semarang city now, the only one place is in Jatibarang in which on Kedung pane district at Mijen This place has 44,5 Ha with the steep hills site with the river in it and at last reaches in Kaligarang which is the main resources of PDAM Semarang. With this point the limeted of final disposal site in Jatibarang and with the environment degration base on the trash condition as a resources can be optimacally to their uses and it can be done to the management, technique, environment, social aspect and as environment economic to the recycle and kompos production (UDPK) in which include the 3M garbage manufacturing (reduce to use more ang recycling) from the general employment department, cipta karya directorat at the Jatibarang final disposal site location. From the macro research as a result has been consist that from the management, technique, environment, social, and also the environment economic aspect with this condition the Jatibarang final disposal was not the final disposal site with environt insight also the trash damp in which produced as 1200 M2 in a day. With organic trash composition = 72,53 % and unorganic trash composition = 21,83 (plastics = 14,25 %, papers = 5,06 %, rosok = 2,52 % and others material = 65,31 %. The main source from the domestic trash such as organic materials = 65,31 %, unorganic = 28,27 %, and others = 6,39 %. From the market trash consist an organic = 82,61 %, unorganic = 12,94 %, and others = 4,27 %. And from the street an organic materials = 69,67 %, unorganic = 24,28 %, and others = 6,03 %. Based on this analysis the UDPK result are served and actual from the investation side. UDPK on Jatibarang final disposal has been accoured the IRR as 16,48 % with thirty-years and this condition has rised the interest as 15 ayear. Timbulan sampah di Kota Semarang meningkat dengan cepat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan kesejahteraan, namun temyata tingginya produksi sampah tidak diimbangi oleh kemampuan penanganannya baik oleh Pemerintah maupun masyarakat. Konsisi ini pada gilirannya akan memberi dampak negatif terhadap lingkungan yang akhirnya akan tertuju pada masyarakat. Dengan ditutupnya beberapa TPA sampah di Kota Semrang maka satu-satunya TPA sampah yang ada di Kota Semarang adalah TPA Sampah Jatibarang, terletak di Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen TPA sampah ini mempunyai luas 44,5 Ha , didaerah berbukit-bukit yang cukup curam dimana didalamnya mengalir sungai yang pada akhirnya bermuara di Kaligarang yang merupakan sumber utama PDAM Kota Semarang. Bertitik tolak pada semakin terbatasnya lahan TPA Sampah Jatibarang dan terjadinya degradasi lingkungan serta didacari bahwa sampah merupakan sumber daya yang bisa dioptimalkan pemanfaatannya, diusulkan dilakukan kajian terhadap aspek manajemen, aspek teknis, aspek lingkungan dan aspek sosial serta aspek Ekonomi Lingkungan melalui Usaha Daur Ulang dan Produksi Kompos (UDPK) yang merupakan konsep pengolahan sampah 3 M ( mengurangi, emnggunakan kembali dan mendaur ulang) dari Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Cipta Karya di lokasi TPA Sampah Jatibarang Semarang. Dari hasil penelitian secra malcro didapatkan bahwa mengkaji aspek manajemen, aspek teknis, • aspek lingkungan dan sosial serta aspek ekonomi lingkungan dengan kondisi yang ada sekarang dapat dikatakan bahwa TPA Sampah Jatiabarang bukan TPA sampah yang berwawasan lingkungan. Didapatkan pula bahwa sampah yang masuk kedalam TPA sampah Jatibarang berkisar 1200 m3 per hari. Komposisi sampah terdiri dari sampah organik 72,53%, anorganik 21,83% terdiri dampah plastik 14,25%, kertas 5,06%, rosok 2,52% dan lain-lain 5,56%. Sumber sampah dad sumber sampah domistik/rumah tangga terdiri dari sampah organik 65,31%, anorganik 28,27% dan lain-lain 6,39%. Sampah pasar meliputi sampah organik 82,61%, anorganik 12,94% , lain-lain 4,27%. Adapun sampah dari jalan terdiri dari sampah organik 69,67%, anorganik 24,28% dan lain-lain 6,03%. Berdasarkan basil analisa temyata UDPK sesuai dan layak dad segi investasi. UDPK di TPA Sampah Jatibarang akan menghasilkan IRR sebesar 16,48% dengan investasi selama 30 tahun dan ini melebihi tingkat suku bunga sebesar 15% per tahun.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11721
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 May 2010 09:35
Last Modified:26 May 2010 09:35

Repository Staff Only: item control page