EKOWISATA SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN DI DESA WONGAYA GEDE, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN - BALI

YUDHIANTARI, LUH PUTU EMI (2002) EKOWISATA SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN DI DESA WONGAYA GEDE, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN - BALI. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Contribution from tourism sector in Bali tends to increase and surpass other sectors. Besides, it has been greatly giving contribution to the Balinese in many aspects of their life. However, serious caution must be taken because many problems appear from development of tourism industry, in terms of socio—culture, economic and environment. Tourism sector is expected to be the main source of foreign exchange, besides extending and distributing job opportunities, as well as boosting development. However, it has been causing "mass tourism" besides various uneven distributions, such as the uneven tourism development in various areas of Bali. Based on this, efforts to intensify tourism in the less-developed areas is important in reducing concentration in well-developed areas. Therefore, in order to increase tourism growth in Central Bali the aims of this research, located in Wongaya Gede village, are: (1) to examine tourism potentials in Wongaya Gede village for tourism development in this area; (2) to examine local people and foreign tourists' perception on tourism development in this area; and (3) to formulate tourism development model for Wongaya Gede to create sustainable tourism development. Location of this research is Wongaya Gede village, Penebel Sub-district, Tabanan Regency. Method of this research is descriptive. Data analysis employed qualitative descriptive and quantitative methods. The Seven Steps of Planning was used to develop the tourism development model. The research findings are: (1) Wongaya Gede village has ecological and socio-culture potentials that can be developed into tourism attractions; (2) According to the local people's perception, they welcome the development of tourism in their area, while almost all interviewed foreign tourists are of the opinion that tourism development in Wongaya Gede can flourish. (3) Based on the Seven Steps of Planning approach, the development of sustainable and environmentally-friendly tourism in Wongaya Gede is by applying eco-tourism and society-based model, with nature as tourist objects. It is recommended that: (1) Tabanan Regencial government should facilitate the realization of eco-tourism in Wongaya Gede village. (2) Invite investors who would develop the area based on safe environmental rules; (3) The implementation of eco-tourism with society-based approach is by involving the local people, applying mutual-help and Tri Hita Karana principles, as well as open management based on local people participation that grows dynamically and matches existing demand. Sumbangan sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah Bali di samping cenderung meningkat dari tahun ke tahun mengungguli sektor-sektor lainnya, juga telah banyak memberi kontribusi pada masyarakat Bali dalam berbagai aspek kehidupan. Namun tanpa disadari pengembangan pariwisata di Bali selama ini temyata menimbulkan berbagai permasalahan baik dan segi sosial-budaya, ekonomi dan lingkungan. Indust:Li pariwisata sebagai sektor andalan untuk memperbesar devisa, selain memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha, lapangan kerja serta untuk mendorong pembangunan temyata hal ini menghasilkan pariwisata "mass tourism". Di samping itu mengakibatkan terjadi ketimpangan-ketimpangan, di antaranya adalah tingkat perkembangan pariwisata yang tidak merata. Berdasarkan pada kondisi ini, maka upaya pengembangan pariwisata ke arah wilayah Bali lainnya merupakan salah satu cara untuk mengurangi terjadinya konsentrasi kegiatan sektor kepariwisataan di wilayah-wilayah tertentu di Bali. Dalam rangka mewujudkan upaya pengembangan pariwisata di Wilayah Bali Tengah, yang dalam penelitian ini mengambil lokasi di Desa Wongaya Gede Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan-Bali, maka tujuan clan penelitian ini adalah : (1) mengkaji potensi kepariwisataan yang ada di Desa Wongaya Gede dalam rangka pengembangan pariwisata, (2) mengkaji persepsi masyarakat dan wisatawan mancanegara terhadap pengembangan pariwisata di Desa Wongaya Gede, serta (3) merumuskan model pengembangan pariwisata yang dapat dikembangkan di Desa Wongaya Gede dalam rangka mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan tipe penelitian deskriptif Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif Dalam merumuskan model pengembangan pariwisata berkelanjutan tersebut dikaji pula berdasarkan The Seven Steps of Planning (tujuh langkah perencanaan). Hasil penelitian menunjuldcan : (1) Desa Wongaya Gede memiliki potensi ekologis dan sosial budaya yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata dalam menunjang pengembangan kepariwisataan. (2) Berdasarkan persepsi masyarakat, diketahui bahwa seluruh masyarakat setuju terhadap pengembangan pariwisata di Desa Wongaya Gede, sedangkan hampir seluruh wisatawan yang diwawancarai menyatakan bahwa pariwisata di Desa Wongaya Gede bisa dikembangkan. (3) Berdasarkan pendekatan the seven steps of planning, maka model pariwisata yang dapat dikembangkan di Desa Wongaya Gede sebagai alternatif dari pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, adalah menerapkan model ekowisata, dengan menjual alam sebagai obyek (atraksi) dan dengan berbasiskan pada masyarakat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah : (1) Pemerintah Kabupaten Tabanan diharapkan dapat membantu merealisasikan pengembangan ekowisata di Desa Wongaya Gede, (2) Sebagai modal awal dalam pengembangan dan pengelolaan ekowisata di Desa Wongaya Gede, adalah dengan menggandeng pengusaha, yang mempunyai komitment terhadap kaidah-kaidah alam, (3) Dengan diterapkannya model ekowisata yang berbasis pada masyarakat di Desa Wongaya Gede, maka pengelolaannya dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip : bertumpu pada partisipasi masyarakat, azas gotong royong, azas Tri Hita Karana dan bersabahat dengan lingkungan, serta manajemen terbuka berdasarkan partisipasi masyarakat yang tumbuh secara dinamis dan sesuai dengan kebutuhan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11719
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:26 May 2010 09:32
Last Modified:26 May 2010 09:32

Repository Staff Only: item control page