PERUBAHAN FUNGSI RUANG PERMUKIMAN MENJADI PERDAGANGAN DITINJAU DART ASPEK PENGHUNI (Studi Kasus : Jalan Utama Lingkungan Pemukiman Banyumanik),

SETIAWAN, RACHMADI (2002) PERUBAHAN FUNGSI RUANG PERMUKIMAN MENJADI PERDAGANGAN DITINJAU DART ASPEK PENGHUNI (Studi Kasus : Jalan Utama Lingkungan Pemukiman Banyumanik),. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3070Kb

Abstract

In general the urban population growth in Indonesia coicide with the decreasing rate of employement, so that most of them are active in informal sector by doing small scale holding, such as opening stalls, small shops in the strategic area along the streets where many pedestrian pass by. The housing along the main street in Banyumanik , i.e. jl. Sukun and jl. Jati Raya, 61,29 % of them have changed their function into commercial activities. The inhabitans built their public space adjancent to the street, let their living area for commercial activities. The survey of public - commercial space is environmental architecture and behavior survey using place centered mapping method and interview on selected topics concerning commercial activities growth in the housing area. The setting of the main road in Banyumanik area is viewed as physical, administrative and behavioral environments. The output of the survey is growth of commercial - public space in the housing area and the interaction between inhabitants and their living environment, so that they have purpose for doing commercial activities. Penetration of commerce -public space along the street in the housing area is also due to opportunity to grow commercial activities space owned by the housing. The inhabitants have perception on the rate of demands, influencing them to utilize economical value of the housing. From discussion it is concluded, that the short distance and connection between the house and street is the cause of public space growth, so that the inhabitans build the shops close to the street. The public space is functional as public space, forming attributes among other thing accessibilities, visibilities and adaptabilities. The perception of inhabitants on the housing along street as a building which has the tlaxible. Function to be changed into commercial building, has the meaning that is has opportunity to incur economical advantage to the owners. The actions of owners to build commercial building is the form of demand fulfillment on safety, so that the commercial activities could well running . and get financial advantages. They also has opinion that they prefer doing commercial activities by utilizing the house and yard, for no risk, to build the shop in their environment. From the above mentioned matters, it is recommended to the researchers to investigate the consumers behavior, in order to identify the demand of consumers attributes. The designers and developers should pay attention on the latent function and activities going on within the housing area, utilize the remaining design for multi purpose of inhabitants. To town management it is recommended, that regulations enacted are able to control worth saving assets owned by housing along the streets by taking care on human behavior and demand, as the users of housing environment. Pertambahan penduduk di daerah perkotaan di Indonesia pada umumnya dibarengi dengan semakin sempitnya lapangan kerja, sehingga banyak penduduk perkotaan melakukan kegiatan di sektor informal dengan melakukan kegiatan perdagangan berskala kecil. Antara lain dengan membuat warung, kios dan toko di tempat strategis seperti ruang jalan atau tempat-tempat yang banyak dikunjungi. Perumahan yang terdapat di jalan utama lingkungan permukiman Banyumanik yaitu Jl. Sukun dan jl Jati Raya, 61,29 % rumah tinggal telah berubah fungsi menjadi bangunan komersial. Penghuni membangun ruang publik cenderung mendekati ruang jalan, mereka merelakan tempat tinggalnya untuk tempat aktivitas perdagangan. Penelitian terhadap ruang publik — perdagangan merupakan penelitian bidang arsitektur lingkungan dan perilaku, dengan menggunakan metode place centered mapping dan wawancara terhadap topik tertentu yaitu tumbuhnya aktivitas perdagangan di perumahan. Setting jalan utama lingkungan permukiman Banyumanik dilihat sebagai lingkungan fisik, lingkungan administrasi dan perilaku. Basil dari penelitian' lapangan adalah ; tumbuhnya ruang publik - perdagangan di perumahan dan adanya interaksi penghuni dengan lingkungannya sehingga mereka mempunyai tujuan untuk melakukan kegiatan perdagangan. Penetrasi ruang publik -perdagangan pada perumahan di tepi jalan, juga disebabkan kesempatan (opportunity) untuk tumbuhnya ruang kegiatan perdagangan yang dipunyai perumahan. Penghuni mempunyai persepsi, tingkat kebutuhan, opini yang mempengaruhi mereka dalam memanfaatkan nilai ekonomis perumahan. Dan hasil pembahasan disimpulkan bahwa kedekatan jarak dan hubungan rumah dengan ruang jalan merupakan penyebab tumbuhnya ruang publik, sehingga penghuni membangun tempat berdagang yang cenderung mendekati ruang jalan. Ruang perdagangan berfungsi sebagai ruang publik, membentuk atribut berupa aksesibilitas, visibilitas, sosialitas dan adaptabilitas. Penghuni mempersepsikan perumahan di tepi jalan sebagai bangunan yang mudah berubah fungsi menjadi bangunan komersial, memberikan makna bahwa perumahan di tepi jalan mempunyai kesempatan (opportunity) yang mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi perniliknya. Aksi penghuni membangun ruang perdagangan merupakan bentuk dari pemenuhan kebutuhan akan keamanan (safely), agar kegiatan perdagangan dapat berlangsung sehingga memperoleh keuntungan finansial. Mereka juga mempunyai opini bahwa mereka lebih suka melakukan aktivitas perdagangan dengan memanfaatkan rumah dan halaman, karena tidak adanya resiko membangun tempat berdagang di lingkungantempat tinggalnya. Dad hal-hal diatas, direkomendasikan kepada peneliti di perguruan tinggi agar melakukan penelitian terhadap perilaku konsumen, agar diketalmi kebutuhan atribut konsumen. Kepada perancang dan pengembang agar memperhatikan sisa fungsi dan sisa aktivitas yang terjadi di lingkungan perumahan, membentuk sisa perancangan yang dapat dimanfaatkan oleh penghuni untuk berbagai kepentingan. Kepada pengelola kota diharapkan agar peraturan yang dibuat mampu mengendalikan aset sebagai worth saving yang dimiliki oleh perumahan di tepi jalan, sehingga perlu memperhatikan perilaku dan kebutuhan manusia sebagai pengguna dari lingkungan perumahan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11688
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 19:42
Last Modified:25 May 2010 19:42

Repository Staff Only: item control page