MEDIA RUANG LUAR DALAM SISTEM VISUAL RUANG PUBLIK ( Studi Kasus : Kawasan Simpanglima Semarang )

RIYADI, SLAMET (2002) MEDIA RUANG LUAR DALAM SISTEM VISUAL RUANG PUBLIK ( Studi Kasus : Kawasan Simpanglima Semarang ). Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

The above verse remind us to the recent phenomenon befalls the city of Semarang, such as "advertising forest misfortune", is because of what stakeholders bands have earned itself. Outdoor signage stakeholders consist of four groups of societies, such as society which have architectural and or urban design education background; outdoor signage advertising bureau or agencies; city government officials and city council members; and citizens as the users of the Simpanglima public square. This interesting phenomenon push the need of research to explore the root of problems appear on the term of outdoor signage in Simpanglima public square. Starting from Gordon Cullen's theory of visual system stated on his book The Townscape, which concerned on three aspects of visual system (optic, place and content). Based from this thought, reseach being conducted to peel off the root of problem in the term of outdoor signage in Simpanglima public square. Quantitative rasionalistic method of Product Moment Pearson has shown that the validity test to all of the variables being used indicates a valid result. Furthermore, the Correlation Spearman's rho being conducted to proves that there are a strong correlation between the combination of visual elements (optic, place and content) and the outdoor signage. This result also proves that the quality of outdoor signage is significantly influenced by the correlation between outdoor signage and the combination of visual elements. In other analizys it can be can be identified that each stakeholder has their own perception over the quality of outdoor signage regardless others perception. Likewise, its been found that all of the stakeholder has a strong consideration in the therm of optic, despite the term of place and content. Finally, researcher recommendates the urgent establislunent of Semarang Strategic Urban Signage Guidelines (Semarang SUS Guidelines) as the policy, planning and management main rules for public-private partnership in urban signage future maintenance and development in Semarang. "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (doll lcesalahan-kesalahanmu)" (Al-Our'an, Surat Asy Syuura, 42:30) Ayat diatas mengingatkan kita akan phenomena yang akhir-akhir ini menimpa kota Semarang, yaitu "musibah hutan reklame", yang pasti disebabkan oleh perbuatan tangan para stakeholders reklame/ media ruang luar (outdoor signage) itu sendiri. Para stakeholders reklame/ media ruang luar nu meliputi kelompok masyarakat dengan latar belakang arsitektur dan atau perancangan kota, para pelaku bis reklame/ media ruang luar, pemerintah kota Semarang baik eksekutif maupun legislatif, serta para penghuni/ pengguna kawasan Simpanglima. Fenomena yang menarik tersebut mendorong untuk perlunya dilakukan penelitian untuk menggali akar masalah yang timbal dari keberadaan reklame/ media ruang luar (outdoor signage) di kawasan Simpanglima. Bertolak dari teori sistem visual yang dikemukakan oleh Gordon Cullen dalam The Concise Townscape (1996: 9 — 11), bahwa ada tiga aspek mendasar yang harus diperhatikan dalam sistem visual, yaitu yang berkaitan dengan aspek pemandangan (optic), tempat (place) dan isi (conten). Atas dasar pemikiran tersebut, maka penelitian dilakukan untuk mengupas akar permasalahan outdoor signage di kawasan Simpanglima. Dengan menggunakan metoda rasionalistik kuantitatif melalui telmik analisis Product Moment Pearson-SPSS menunjukkan bahwa hasil uji validitas terhadap semua indikator variabel yang digunakan adalah valid, dan melalui uji Correlation Spearman's rho—SPSS terbukti bahwa terdapat korelasi yang kuat (0,782) antara kombinasi elemen visual yaitu optic, place dan content terhadap outdoor signage; dan terbukti bahwa kualitas media ruang luar (outdoor signage) di kawasan Simpanglima sangat dipengaruhi oleh hubungan antara media ruang luar (outdoor signage) dengan kombinasi dari elemen pandangan (optic), tempat (place) dan isi (content).Dari penelitian juga diketahui bahwa masing-masing kelompok stakeholder terbukti mempersepsikan sendiri tentang kualitas media ruang luar (outdoor signage) tanpa memperhatikan pandangan kelompok stakehoders yang lain. Juga di temukan bahwa keempat kelompok stakeholders lebih kuat dalam pertimbangan terhadap aspek pemandangan (optic) dan tidak mempertimbangkan aspek tempat (place) maupun isi (content) Peneliti merekomendasikan untuk segera disusun Semarang Strategic Urban Signage Guidelines (Semarang SUS Guide) sebagai aturan utama dalam penentuan kebijakan, perencanaan dan manajemen kemitraan sektor publik dan swasta dalam pepranata hulaun Peraturan Daerah Kota Semarang panduan kemitraan para stakehoders dalam pengelolaan media ruang luar di kota Semarang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11682
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 19:22
Last Modified:25 May 2010 19:22

Repository Staff Only: item control page