PERUBAHAN BENTUK RUMAH DAN TATA LINGKUNGAN PEMUKIMAN NELAYAN DESA UJUNG ALANG SEGARA ANAKAN DI CILACAP

MAHMUDIN, MAHMUDIN (2002) PERUBAHAN BENTUK RUMAH DAN TATA LINGKUNGAN PEMUKIMAN NELAYAN DESA UJUNG ALANG SEGARA ANAKAN DI CILACAP. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Sea or waters utilizing by part of Indonesian appears has been take place since a centuries ago: Therefore it can be said that basically Indonesian has intimacy with ocean: Spesific evidence can be seen on the presence of fisherman's settlement neighborhood up in the water (maritime architecture): It's presence to date can be found in many ethnic group in waters of Sumatera, Irian Jaya (Papua), Sulawesi, an in south waters of Java: Just like a living things, fisherman's settlement up in the water is an entity that can be change: As the main review of this study, Segara Anakan Desa Ujung Alang fisherman's settlement is one of fisherman's settlements that experiencing an alteration: From architecture point of view, it can be said that the settlement in Kabupaten Cilacap, Central of Java, is the only settlement up in the water that it's environment layout had experienced a most drastically alteration relative to environment layout in another area: Beginning with the change of phisic of grandstand building to non grandstand, then it had alter environment layout of fisherman's settlement of Ujung Alang village: The purpose of this study was to gain a. description about tendency of the alteration of environment layout of fisherman's settlement in Ujung Alang village through the alteration of building shape (from grandstand to non grandstand): In line with the purpose, the basic problems that will be examine were include the factors that influence the alteration of building's phisic: Therefore, qualitative analysis was used in the study, The alteration of environment layout and building shape were examine based on field observation: Furthermore, the factors that determines alteration were tested using statistics analysis: The results shows that the alteration of building physic and environment layout of fisherman's settlement in Ujung Mang village were determ. ined by two factors, namely internal and external factors: The alteration of building shape from grandstand to non grandstand was determined by internal factor: economy and culture. In other hand, the alteration of settlement environmental layout was more determined by external factor: government intervention that have implemented Kampoong Improvement Program (KIP): Finally, the recommendation by the authors are that there a need to further research particularly about factors of economic improvement, social and cultural and government intervention, namely KIP, that influence the alteration of building shape and environment layout of fisherman's settlement. Dimanfaatkannya laut / perairan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia tampaknya memang telah berlangsung sejak berabad-abad silam. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa pada dasarnya bangsa Indonesia demikian alcrab dengan laut. Bukti spesifik dad hal ini dapat ditilik dari adanya lingkungan pemukiman nelayan di atas air (arsitektur bahari). Keberadaannya hingga kini masih dapat dijumpai antara lain pada beberapa suku di daerah pantai Sumatera, Irian Jaya (Papua), Sulawesi, serta di beberapa daerah pantai Selatan Jawa. Ibarat makhluk hidup, pemukiman nelayan di atas air merupakan entitas yang dapat berubah. Sebagaimana menjadi kajian utama studi ini, pemukiman nelayan Segara Anakan Desa Ujung Alang adalah salah satu pemukiman nelayan yang mengalami perubahan. Dan sudut pandang arsitektural, dapat dikatakan bahwa pemukiman yang terletak di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ini merupakan pemukiman nelayan yang mempunyai keunikan karakteristik dari desa atau pemukiman yang lain. Bermula dari perubahan fisik bangunan panggung menjadi tidak panggung (di atas tanah), maka terjadi perubahan bentuk tata ruang lingkungan pemukiman nelayan desa Ujung Alang. Adapun tujuan clad penelitian yang dilakukan adalah untuk memperoleh gambaran tentang kecenderungan perubahan bentuk tata ruang lingkungan pemukiman nelayan desa Ujung Alang melalui perubahan bentuk bangunan (dari bangunan panggung menjadi tidak panggung). Sesuai dengan tujuan tersebut, persoalan dasar yang hendak dikaji tentunya melibatkan perhatian pada berbagai faktor yang menyebabkan berubahnya bentuk fisik bangunan. Sesuai dengan tujuan tersebut, digunakan analisis yang bersifat kualitatif. Perubahan tata ruang lingkungan dan perubahan bentuk bangunan dikaji secara deslcriptif berdasarkan observasi di lapangan. Basil penelitian menunjukkan bahwa perubahan bentuk fisik bangunan dan tata ruang lingkungan pemukiman nelayan Desa Ujung Alang ditentukan oleh dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal. Perubahan bentuk bangunan dari panggung menjadi tidak panggung lebih disebabkan oleh faktor internal, antara lain karena alasan ekonomi dan sosial budaya setempat. Di sisi lain, perubahan bentuk tata ruang lingkungan pemukiman lebih disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu adanya intervensi dari Pemerintah yang menerapkan proyek Kampoong Improvement Program (KIP). Pada akhirnya rekomendasi yang disampaikan oleh peneliti adalah masih perlu adanya penelitian lebih lanjut terutama yang menyangkut tentang faktor ekonomi dan sosial budaya yang berpengaruh terhadap perubahan bentuk bangunan dan intervensi pemerintah berupa Kampoong Improvement Program (KIP) yang mempengaruhi perubahan tata ruang lingkungan pemukiman nelayan ini.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11681
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 19:19
Last Modified:25 May 2010 19:19

Repository Staff Only: item control page