KONSEP PENGUSAHAAN POHON PENGHIJAUAN PERKOTAAN SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN KOTA PURWODADI

FANANI, ZAINUDDIN (2004) KONSEP PENGUSAHAAN POHON PENGHIJAUAN PERKOTAAN SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN KOTA PURWODADI. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

The regency of (irobogan, with Purwodadi as the capital town, lies on the strategic region. It has some good connecting ways to other regions around. The affects of the existance of these, is that the frequence of the traffic loading increases so it causes the gas pollution by the vehicles passing through. Besides, the increase of population growth in influences and reduces the urban lcmdspace plants by means the degradation of the space living in the urban area. 'To reduce the air pollution in urban area means it is needed the urban greening. The urban greening also has economical function beside to shade the roads. That is why it needs serious concept of making urban greening that gives the economical value for the urban development. This study is directed to find the economic potential being owned by Purwodadi so it can be one of alternatives to charge the development of the town. The aim of the concept is to get concept of making the greening trees so that the economical values of the trees can be used continually for the development of the town. The targets of this study consists of (1) the identification of the condition exciting in the studied area ; (2) literature analysis to determine the proper trees (3) financial analysis to acknowledge the decent efforts ; and (4) to determine the form of institution. Substantially the scope is the concept of making the urban greening and its institution, while the special scope is the parts of the roads in Purwodadi that consists of the secondary collector roads, primary local roads and secondary local road. Based on the physical analysis of the road by applying the space plant 8 meters on each part of the road in Purwodadi will be planted 8.495 trees. That amount takes place on the road of secoundary collector for 2.756 trees, on the road of primmary local 2.951 trees, and on the roads of secondary local 2.788 trees. Seeing the aspect of the purposes, ecological aspect, the feature of the tree aspect, management aspect and the aspect of the media of growing, there are 7 kinds of trees that can be improved in the urban, such as : Jati, Kere Payung, Angsana, Mahoni, Glodogan„ Nangka dan Mangga.. Based the budget analysis function, the urban greening trees in Purwodadi can be resulted every year about Rp 5.3 milions to Rp 62,734.4 milions. Besides the urban greening trees give social function or advantages for the urban citizens about Rp 51.8 milions to Rp .573.8 milions each year. Value of NPV on interest 18 % a year as Rp 1,324.35 milions ; B/Gibr 2.94. Total cost is equal with total revenue will reached on interest grate on 39.83 a year. The Analytic Hirarcy Process shows that the institution of managing the urban greening trees exists in the regency government of Purwodadi. Kabupaten Grobogan dengan ibukotannya Purwodadi terleiak di wilayah yang strategis karena mempunyai heherapa jalur penghuhung herupa jaringan jalan yang menghubungkan daerah di sekitarnyct. Akibat adanya jalur penghubung ini maka .frekuensi lalu lintas dalam kola meningkat sehingga dapat tnenitnbulkan pencemaran akibat gas bitting kendaraan bertnotor. Di sisi lain peningkatan jumlah penduduk berakibat pada tekanan terhadap ruang-ruang terbuka hijau perkotaan sehingga terjadi degradasi lingkungan hidup perkotaan. Untuk mengurangi pencemaran udara di perkotaan diperlukan kegiatan penghijauan. Kegicttan penghijauan perkotaan ini salah satunya adalah dengan penanaman pohon di kanan kiri jalan. Potion penghijauan perkotaan di samping berfungsi untuk perlinciungan dapat juga berfungsi secara ekonomis. Oleh karena itu diperlukan konsep pengusahaan pohon penghijauan perkotaan yang dapat memberikan nilai ekonomis bagi pembangunan kota. Studi ini dinzaksudkan untuk menggali potensi ekonomi yang ada di Kota Purwodadi sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan kota. Tujuan studi untuk mendapatkun konsep pengusahaan pohon penghijauan perkotaan sehingga nilai ekonomis pohonnyt dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi pembangunan kota. Sasa•an studi meliputi (1) identifikasi kondisi eksisting kawasan studi ; (2) analisis literatvr untuk penentuan jenis pohon yang sesuai ; (3) analisis finansial untuk mengetahui kelayakan pengusahaan ; dan (4) merumuskan bentuk kelembagaannya. Ruang linglcup secara substansial adalah konsep pengusahaan pohon penghijauan perkotaan dan letnbaga pengusahaannya. Sedangkan ruang lingkup spasial adalah ruas-ruas jalan dalam Kota Purwodadi yang terdiri dari ruas-ruas jalan di Jaringan Jalan Kolektor Sekunder, ruas jalan di Jaringan Jalan Lokal Primer dan ruas jalan di Jaringan Jalan Lokal Sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis fisik jalan untuk menentukan jumlah pohon, analith kualitatif normatif untuk menentukan jenis pohon, analisis biaya-pendapatan dan analisis finansial untuk mengetahui kelayakan pengusahaan serta proses hirarki analitik (PHA) untuk merumuskan institusi yang akan menangani penghijauan perkotaan ini. Berdasarkan analisis fisik jalur dengan menerapkan jarak tanam 8 meter pada setiap ruas jalan maka terdapat 8.495 pohon penghijauan yang dapat ditanam. Jumlah sebanyak itu terdapat di Jaringan Jalan Kolektor Sekunder sebanyak 2.756 pohon, Jaringan Jalan Lokal Primer 2.951 pohon dan Jaringan Jalan Lokal Sekunder 2.788 pohon. Memperhatikan aspek tujuan pengusahaan, aspek ekologis, aspek penampilan pohon, aspek pengelolaan dan tempat tumbuh nzaka didapatkan 7 jenis pohon yang dapat dikembangkan claimm penghijauan perkotaan yaitu : Jati, Kere Payung, Angsana, Mahoni, Glodogan, Nangka dan Mangga. Berdasarkan analisis biaya-pendapatan maka pohon penghijauan perkotaan dapat memberikan pendapatan secara ekonomis setiap tahunnya berkisar antara Rp 5,3 juta sampai Rp 62.734,4 juta dan dimulai tahun ke-7. Di samping itu pohon penghijauan perkotaan juga memberikan manfaat sosial bagi warga kola yaitu sehesar Rp 51,8 juta sampai Rp 573,8 juta setiap tahunnya. Nilai NPV pada suku bunga 18 % / tahun adalah Rp 1.324,35 juta ; B/C sebesar 2,94. Total cost sama dengan total revenue tercapai pada tingkat suku bunga 39,83 % /tahun. Hasil proses hirarki analitik (PHA) menyatakan bahwa institusi pengusahaan pohon penghijauan perkotaan tetap berada di Pemerintah Kabupaten Grobogan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:11668
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:25 May 2010 18:33
Last Modified:25 May 2010 18:33

Repository Staff Only: item control page