TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM TERHADAP PENGANGKATAN ANAK SERTA AKIBAT HUKUMNYA TERHADAP PEMBAGIAN WARTS (Studi di Pengadilan Agama Semarang)

AZIZ, ABDUL (2007) TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM TERHADAP PENGANGKATAN ANAK SERTA AKIBAT HUKUMNYA TERHADAP PEMBAGIAN WARTS (Studi di Pengadilan Agama Semarang). Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
2596Kb

Abstract

Low ditermine and also arrange how relations is done and also how is the ansequenees, law give the behavioer about who requiring, is for bidden and also is permitted.Actually fundamental target was degraded of Ismaic religius is to conducive of importensenad refuse of not useful. There are five of the test importence. That is of religion, taking care of soul, taking care of mind, taking care of clan and take care of wealth.To take care of the clan, Islamic religion is requiring to get marrid, which later will be produced children by a valid of lineage, and this formas one of a lesson of it self a marriange to create the clan continuity, In a family, who have a economic capacity,if in the reality a marriage do not yet a child of lineage, so can adoption of child form near family or from others.According to section 171 letter Intruction Presidsnt no. 1 year 1991 about compilation law the Islam,that foster child is child which is in the case of conservancy for the life of its everyday, education expense etcetera change over the responsibility from origin parent pursuant to jusitice decision.Dimiciling and its law status to chilid lifting, according tolslam law don't change the existence of lineage, with its foster parent, so that among them of there is no realition muhrim as well as will not is inheriting each other it.Because there not inheriting each other omong them, hence to obtain; get the ommission estae of through escrow have to at most 1/3. Hukum menentukan serta mengatur bagàimana hubungan itu dilakukan dan bagaimana pula akibatnya. Hukum memberikan tingkah laku terhadap yang membutuhkan, dilarang maupun diizinkan. -Pada hakekatnya tujuan pokok diturunkannya Agama Islam adalah untuk mendatangkan keselamatan dan menolak kemadlorotan. Ada lima kemaslahatan utarria yaitu, menjaga agama (din), menjaga jiwa (nafs), menjaga akal (aid), menjaga keturunan (nasab), dan menjaga harta (mal). Untuk menjaga keturunan 9nasab), Agama Islam mensyari'atkan adanya perkawinan yang nantinya aim dilahirkan anak-anak keturunan yang sah, dan ini merupakan saiah satu hikmah perkawinan itu sendiri untuk menciptalan kesinambungan keturunan. Dlam keluarg yang mampu ekonominya, jila dalam perkawinan ternyata belum juga memperoleh anak keturunan, maka yang bersangkutan dapat melakukan pengangkatan anak dar kerabat dekat maupun dari orang lain. Menurut pasal 171 huruf (h) inpres no. 1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, bahwa anak angkat adalah anak yangdalam pemeliharaan untuk hidupnya sehari-hari, biaya pendidikan dan sebagainya beralih tanggung jawab dari orang tua asal kepada orang tua angkatnya berdasarkan putusan pengadilan. Kedudukan dan status hukumnya terhadap pengangkatan anak, menurut hukum Islam tidak mrubah adanya hubungan nasab, dengan orang tua angkatnya, sehingga diantara mereka itu tidak ada hubungan muhrim dan juga tidak akan saling mearisanya. Karena tidak adanya saling mewarisa diantara mereka, maka untuk memperolah harta peninggalan (warisan) dengan melalui wasiat wajibah paling banyak 1/3 (sepertiga).

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:11662
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 17:59
Last Modified:25 May 2010 17:59

Repository Staff Only: item control page