ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA MANAJERIAL BRI UNIT SEBAGAI LEMBAGA PERANTARA KEUANGAN MIKRO (STUDI KASUS BRI UNIT CABANG BRI BLORA DAN CEPU)

Nugroho, Domiy Sigit (2005) ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA MANAJERIAL BRI UNIT SEBAGAI LEMBAGA PERANTARA KEUANGAN MIKRO (STUDI KASUS BRI UNIT CABANG BRI BLORA DAN CEPU). Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
2100Kb

Abstract

Operationally, BRI Unit as a Micro Finance Institution performs several activities to small labour socities. The Micro Finance containts 90% from 39 millions corporates which is existing in Indonesia has some weakness such as traditionally management, lower labour quality, small market, lower information acces has problem to fulfil their finance but from their profits, BRI Unit has an outstanding result. In many consideration, there is BRI Unit power (is the pioneer bank since 1973, with spread and known link work) with BRI Unit opportunity (small labour society, small bussines market potential which is still open, unready competitor bank, the loyal labour society to BRI Unit and as market leader more understand specify). The consistency of these benefit, BRI Unit have to fixed become outonomous (grow and expand). On the other hand, funding for small industrialist must be brought a benefit. How BRI Unit initiative to reach this. Doing the research with included factors of BRI Unit. By doing the analized the data, infact these factors of BRI Unit significance influenced as the institute of micro finance agent. This research using Limner Regression with Classic Asumption including Normality, Multicolinierity, Heteroskedasticity and Autokorelasi. Based on analized result, by implemented these factors (Accesibility, Simplicity, Sustainability, Non Subsidized, Demand. Driven, Tranparancy) influenced the institute of micro finance agent. The six independent variable significant at 5% level of significance and determination coefficient (R2) = 98,7%. That result showed how strong relation between independent variable and dependent variable. T value has a higher value than t table showed accepted hipotesis, that means variable independent has positively influenced and significant into dependent variable. BRI Unit sebagai Lembaga Perantara Keuangan Mikro atau Micro Finance Institution dalam operasionalnya melakukan kegiatan penyediaan jasa keuangan kepada pengusaha kecil dan mikro Usaha mikro yang berjumlah 90% dari total 39 juta badan usaha yang ada di Indonesia mempunyai kelemahan — kelemahan seperti manajemen yang masih tradisional, kualitas SDM yang behun memadai, pasar yang kecit, akses informasi yang rendah dan kesulitan memenuhi kebutuhan permodalannya tetapi dari segi hasil usaha, BRI Unit mempunyai hasil yang melebihi harapan. Dengan berbagai pertimbangan, diantaranya kekuatan-kekuatan BRI Unit (merupakan Bank Pioneer sejak tahun 1973, jaringan yang tersebar dan sudah mengakar) serta peluang-peluang BRI Unit (masyarakat usaha kecil, potensi pasar bisnis usaha kecil yang masih terbuka, belum siapnya bank pesaing menghadapi masyarakat usaha keell yang telah loyal kepada BRI Unit sebagai market leader yang lebih memahami seluk beluk pasar dengan baik). Keuntungan tersebut ditindakianjuti oleh manajemen BRI dengan terus mebenahi BRI Unit agar dapat mandiri (tumbuh dan berkembang). Dengan kata lain pembiayaan yang dilakukan terhadap pengusaha kecil harus mendatangkan keuntungan Bagaimana upaya BRT Unit dalam mencapainya, dilakukan penelitian, dengan menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja BRI Unit yang nantinya digunakan sebagai dasar strategi BRI Unit. Penelitian ini menggunakan Metode Regresi Linier Berganda dengan Pengujian Asumsi Klasik yaitu Normalitas, Multikolinieritas, Heteroskedastisitas dan Autokorelasi. Hasil dari analisa data penelitian, temyata menunjukkan peranan faktor-faktor (Accesibility, Simplicity, Sustainability, Non Subsidized, Demand Driven, Tranparancy) tersebut signifikan mempengaruhi terhadap kinerja BRI Unit. Keenam variabel bebas tersebut signifikan pada taraf signifikansi 5%, dengan menghasilkan R2 sebesar 98,7%. Angka tersebut menunjukkan kuatnya hubungan pengaruh varibel bebas terhadap variabel tak bebas tersebut. Nilai t pada pengujian satu arah mempunyai nilai yang lebih besar dari t tabel menunjukkan hipotesa diterima, artinya variabel bebas tersebut mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel tak bebas (kinerja).

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:11647
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 17:37
Last Modified:25 May 2010 17:37

Repository Staff Only: item control page