ANALISIS PERBANDINGAN RETURN REKSADANA SAHAM DENGAN IHSG SERTA KONSISTENSI MODEL PENGUKURAN REKSADANA SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA

Junanda, Junanda (2004) ANALISIS PERBANDINGAN RETURN REKSADANA SAHAM DENGAN IHSG SERTA KONSISTENSI MODEL PENGUKURAN REKSADANA SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2958Kb

Abstract

This research were about examine return and performance of stock mutual fund and composite stock price index differences analysis and stock mutual fund performance measurement model consistency in Jakarta Stock Exchange. Performance measurement model were focused on Treynor, Sharpe and Jensen model. The research problems are is there any differences between stock mutual fund's return and market return. Other problems are is there any differences between stock mutual fund's performance and market performance, and is there any consistency among three measurement models. Stock mutual funs performance evaluation can be held by make a comparation between stock mutual fund's return with any kind of portfolio as a benchmark. Stock mutual fund's performance and return can be compared by stock market performance and return which represented by composite stock price index. Sampel in this study are 17 stock mutual fund which registered in Jakarta Stock Exchange from year of 2002-2003. Analysis which being used are independent sample t test, one sample t test and one way ANOVA. SPSS program used to simplify the analysis. The findings show that there are not find any difference between stock mutual fund's return and composite stock price index return which represent market return. Treynor and Jensen have different performance which its performance are below market return, meanwhile Sharpe do not different from market return. Consistency analysis show that three measurement models, especially Treynor model and Jensen do not have any differences, but Sharpe model was different from Treynor and Jensen model. These findings, implied to investors to make a apropriate study before made an investment in stock mutual fund, furthermore stock mutual fund can be evaluated by using Jensen and Treynor model because its has a consistency. For investment manager, these findings may have implications that investment manager must re considered stock portfolio formulation and may use Jensen and Treynor model as a tool to measure it performance. Studi dalam penelitian ini mengenai analisis perbandingan return reksadana saham dengan IHSG serta konsistensi model pengukuran reksadana saham di Bursa Efek Jakarta. Fokus pengukuran kinerja menggunakan model pengukuran kinerja Treynor, Sharpe dan Jensen. Dalam penelitian ini permasalahan yang disampaikan adalah apakah ada perbedaan return reksadana saham dengan return pasar. Permasalahan yang lain yaitu apakah ada perbedaan kinerja reksadana dibandingkan kinerja pasar (IHSG) dengan menggunakan pengukuran kinerja Treynor, Sharpe dan Jensen, serta apakah terdapat perbedaan konsistensi model pengukuran kinerja dart ketiga pengukuran kinerja tersebut. Evaluasi kinerja reksadana saham dapat dilakukan dengan membandingkannya dengan suatu tolok ukur yang sesuai dengan jenis portofolio. Kinerj a dan return reksadana saham dapat dibandingkan dengan return dan kinerja pasar saham yang dapat dilihat melalui IHSG. Sampel dalam penelitian ini adalah 17 reksadana saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dart tahun 2002 sampai 2003. Analisis yang digunakan adalah analisis Independent sample T test, One sample T test dan One Way ANOVA, dengan menggunakan program statistik SPSS. Hasil dart penelitian ini adalah tidak ada perbedaan antara return reksadana saham dengan return pasar (IHSG) untuk semua reksadana saham. Model kinerja Treynor dan Jensen mempunyai kinerja yang berbeda dengan IHSG, dengan rata- rata kinerja yang lebih rendah dibandingkan kinerja pasar, sedangkan model kinerja Sharpe tidak ada perbedaan dengan kinerja pasar. Pengujian konsistensi menunjukkan bahwa ketiga model pengukuran kinerja untuk model Treynor dengan model kinerja Jensen tidak ada perbedaan. Sedangkan untuk model Sharpe berbeda dengan model Treynor dan Jensen. Temuan ini memiliki implikasi kepada investor agar melakukan kajian khusus terlebih dahulu sebelum melakukan investasi dalam bentuk reksadana saham, lebih lanjut evaluasi kinerja reksadana dapat dilakukan dengan menggunakan model Jensen dan Treynor karena lebih konsisten Bagi manajer investasi, temuan penelitian ini memiliki implikasi agar manajer investasi mempertimbangkan kembali portofolio saham yang telah dibentuknya dan dapat menggunakan model Jensen dan Treynor untuk pengukuran kinerjanya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:11635
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 16:59
Last Modified:25 May 2010 16:59

Repository Staff Only: item control page