ANALISIS PENGARUH FREE CASH FLOW, SET KESEMPATAN INVESTASI, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Sektor Industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta)

Faisal , Muhamad (2004) ANALISIS PENGARUH FREE CASH FLOW, SET KESEMPATAN INVESTASI, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Sektor Industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta). Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
2475Kb

Abstract

ABSTRACT Researchs which had been studied the impact of ownership structure especially in managerial ownership toward capital structure tend to find inconsistent results (e.g. Kim and Sorensen (1986), Agrawal and Mandelker (1987), Mehran (1992)'s researchs which found that managerial ownership have a positive impact toward debt ratio, conversely Frend and Hasbrouk (1988) and Jensen et al. (1992) found that managerial ownership have a negative impact toward debt ratio). This may implied to research gap which need further test to find the evidence. Meanwhile condition in Jakarta Stock Exchange indicate that those condition may to consistent with previous research's result and some of them may contrast with previous research's result. These indications need further research to give an empirical evidence in Jakarta Stock Exchange. This research will study the impact of free cash flow, investment opportunity set (I05), managerial ownership and company size toward debt policy which represented by debt to equity ratio. Data were secondary data which provided by Indonesian Capital Market Directory 2003. Multiple regression techniques was used to analyse data. Free cash flow, PBV as a proxy of investment opportunity set, managerial ownership and company size used as independent variable meanwhile debt to equity ratio used as dependent variable. Sample in this study were 155 manufacturing companies which listed on Jakarta Stock Exchange and selected by using purposive sampling method. Reseach period were began from 2000 through 2002. The findings shows that independent variables such free cash flow, investment opportunity set, managerial ownership and company size partially and simultaneously have a significant impact toward debt policy which represented by debt to equity ratio. Free cash flow and company size have a positive and significant impact toward debt policy which represented by debt to equity ratio, meanwhile PBV as proxy of investment opportunity set and managerial ownership have a negative and significant impact, toward debt policy which represented by debt to equity ratio. ABSTRAKSI Penelitian-penelitian mengenai pengaruh struktur kepemilikan saham terutama prosentase kepemilikan manajerial dengan struktur modal perusahaan seringkali menemukan basil yang tidak konsisten (misalnya penelitian Kim dan Sorensen (1986), Agrawal dan Mendelker (1987) dan Mehran (1992) yang menemukan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap debt ratio perusahaan, sedangkan Frend dan Hasbourk (1988) dan Jensen et al. (1992) menemukan pengaruh negatip dari prosentase saham yang dipegang pengelola (kepemilikan manajerial) terhadap debt ratio perusahaan). Hal ini tentunya menimbulkan kesenjangan penelitian (research gap) yang membutuhkan pembuktian lebih lanjut. Sementara itu indikasi yang terjadi di Bursa Efek Jakarta cenderung ada yang sesuai dengan basil penelitian terdahulu tersebut, maupun cenderung berlawanan dengan hasil penelitian terdahulu. Hal ini tentu juga membutuhkan penelitian lebih lanjut yang mampu memberikan bukti empiris di Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini melakukan kajian mengenai analisis pengaruh free cash flow, PBV sebagai proksi set kesempatan investasi (investment opportunity set I IOS), kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan hutang yang diwakili oleh debt to equity ratio. Data pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Directory 2003. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi berganda. Variabel bebas yang digunakan adalah free cash flow, PBV sebagai proksi set kesempatan investasi (investment opportunity set I IOS), kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan, sedangkan variabel terikat yang digunakan adalah kebijakan hutang yang diwakili oleh debt to equity ratio. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 155 perusahaan sektor manufaktur yang diambil dengan teknik purposive sampling. Waktu pengamatan adalah tahun 2000 hingga 2002. Hasil penelitian ini adalah bahwa variabel-variabel bebas yang diteliti dalam penelitian ini seperti free cash flow, PBV sebagai proksi set kesempatan investasi (investment opportunity set I IOS), kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan hutang yang diwakili oleh debt to equity ratio baik secara simultan maupun secara parsial. Free cash flow dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kebijakan hutang yang diwakili oleh debt to equity ratio sementara PBV sebagai proksi set kesempatan investasi (investment opportunity set I 10S) dan kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kebijakan hutang yang diwakili oleh debt to equity ratio.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:11620
Deposited By:Ms upt perpus3
Deposited On:25 May 2010 15:45
Last Modified:25 May 2010 15:45

Repository Staff Only: item control page