KAJIAN EFISIENSI TANGKAPAN SEDIMEN PADA BEBERAPA WADUK DI JAWA

Susilo, Edy (2001) KAJIAN EFISIENSI TANGKAPAN SEDIMEN PADA BEBERAPA WADUK DI JAWA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2612Kb

Abstract

The life time of reservoir is determined by the rate of deposition, particularly that fill up the dead storage. The prediction of the deposition rate in the dead storage is really depended on the trap efficiency of the reservoir. Sediment trap efficiency is defined as the percentage of deposited sediment to the total sediment inflow in the reservoir. Empirical methods of trap efficiency prediction have been developed by Brown (1944), Churcill (1947) and Brune (1953), based on data obtained ,tfrom the US. As they are empirical, their application is limited on where they were developed. The application outside of the area, the model need to be adjusted. This study presents the evaluation of these three models based on data obtained from 13 reservoirs in Java. Furthermore, modification is carried out when is needed. The evaluation found that Brown method gives acceptable prediction, particularly for watershed greater than 160 km2, with ratio of capacity to catchment area more than 0,005 (10 Mm3/km2). Churcill method, on the other hand, gives less accurate prediction, therefore, adjustment is needed. Brune method also produce acceptable prediction, however its modification gives better estimation. All of the trap efficiency sediment prediction methods of the reservoir, the modification Brune is the best. Sedimentasi sangat berpengaruh pada perencanaan umur waduk. Prediksi jumlah sedimen yang akan mengendap di dalam dead storage (tampungan mati) sangat tergantung pada prakiraan efisiensi tangkapan (trap efficiency) sedimen untuk waduk tersebut. Efisiensi tangkapan sedimen didefinisikan sebagai prosentase sedimen yang mengendap terhadap sedimen yang masuk ke dalam sebuah waduk. Metoda prakiraan efisiensi tangkapan sedimen telah dikembangkan secara empiris oleh Brown (1944), Churchill (1947) dan Brune (1953) berdasarkan data yang diperoleh di Arnerika Serikat. Mengingat bahwa metoda yang dikembangkan berdasarkan data empiris, maka penggunaannya di luar daerah dimana model tersebut dikembangkan perlu penyesuaian. Studi ini mengevaluasi tingkat akurasi metoda prediksi tangkapan sedimen yang telah ada yakni; Brown, Churchill dan Brune, dengan menggunakan data dari 13 waduk yang ada di Jawa. Selanjutnya dilakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap metoda-metoda tersebut jika perlu. Dan basil evaluasi diperoleh bahwa metoda Brown memberikan basil yang cukup baik sehingga layak untuk digunakan dengan pembatasan luas daerah aliran sungai lebih dari 160 km2 dan rasio kapasitas terhadap luas DAS lebih dari 0,005 (10 Min3/km2). Metoda Churchill baik yang berupa kurva maupun persamaan hasilnya kurang memuaskan, sehingga perlu penyesuaian. Sedangkan metoda Brune masih memberikan hasil yang cukup baik, namun penyesuaian diperlukan untuk mendapatkan basil yang lebih balk. Dari semua metoda prediksi efisiensi tangkapan sedimen waduk, metoda Brune yang telah dimodifikasi adalah metoda terbaik

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11605
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:25 May 2010 15:12
Last Modified:25 May 2010 15:12

Repository Staff Only: item control page