IKTIKAD BAIK DEBITOR DALAM MEMATUHI PERJANJIAN KREDIT KOMERSIAL DI BANK RAKYAT INDONESIA STUDI KASUS DI KANWIL BRI SEMARANG

PARTONO, IWAN (2004) IKTIKAD BAIK DEBITOR DALAM MEMATUHI PERJANJIAN KREDIT KOMERSIAL DI BANK RAKYAT INDONESIA STUDI KASUS DI KANWIL BRI SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2286Kb

Abstract

Credit agreement is a legal formal agreement between creditor and debtor. Because at that moment, in juridical, between BRI and the debtor customer agree to do credit activity on funds for debtor's business financing by a promise that the debtor returns the funds along with the achievement in a form of interest for certain period of time according to the agreement. Before the execution of credit agreement, BRI party does a credit analysis process by doing research and estimation on the business of debtor. The analysis includes 5 C aspects (character, capacity, capital, condition, and collateral). The estimation done by analyst is hoped to be able to give accurate information of customer's business so that it can avoid a risk of non-performing loan. It can also prevent the loss because of the debtor cannot fulfill his/her assignment. The research was conducted by juridical empiric approach by using qualitative analysis and interpretation method. The data were obtained from respondents related to the title and the secondary data related to the study. Then, the result was composed in a form of thesis. The research result indicated that the commercial credit debtor with the amount of credit as much as 2 billion rupiahs to 25 billion rupiahs require a deep analysis and research on the character aspect. One of dominant causes related to non-performing loan is the existence of debtor's good will in settling their loan. Although in economic and business capability the debtor can pay his/her loan, but the debtor's will is doubted to settle his/her liabilities soon. Thus, the debtor's good will in obeying or respecting the credit agreement is very important for the creditor or BRI. So that a deep analysis and research on character aspect is needed to observe information of debtor's feature, reputation, and good will. Because of the existence of debtor's good will in a form of cooperative will to settle their liabilities soon is the important thing for debtor and BRI. Perjanjian kredit merupakan kesepakatan formal secara hukum antara pihak kreditor dengan debitor, karena pada saat itulah secara yuridis antara BRI dengan nasabah peminjam telah sepakat untuk saling pinjam-meminjam uang (dana) guna pembiayaan usaha debitor dengan janji akan mengembalikan dana yang dipinjam disertai prestasi berupa bunga pinjaman untuk jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Sebelum pelaksanaan perjanjian kredit dilakukan, maka pihak BRI dalam proses analisa kredit akan mengadakan penelitian dan penilaian terhadap usaha calon debitor yang meliputi aspek 5 C (character, capacity, capital, condition dan collatera6. Penilaian yang dilakukan petugas analis kredit diharapkan dapat memberikan gambaran yang tepat atau mendekati atas usaha nasabah, sehingga dapat menghindarkan dari resiko timbulnya kredit bermasalah (non performing loan), yang sekaligus dapat menghindari timbulnya kerugian akibat debitor tidak dapat memenuhi kewajibannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis empiris menggunakan analisa secara kualitatif dengan metode interpretasi. Data diperoleh dari responden yang berhubungan dengan judul tersebut serta data sekunder yang berkaitan dengan studi yang dilakukan. Hasilnya kemudian disusun dalam bentuk tesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debitor kredit komersial yang besaran kreditnya berkisar dari Rp 2 milyard hingga Rp 25 milyard memerlukan analisa dan penelitian yang mendalam terhadap aspek character. Salah satu sebab yang dominan jika terdapat pinjaman bermasalah, adalah adanya iktikad tidak balk dart debitordalam menyelesaikan kewajiban utangnya. Walaupun secara ekonomis dan dari kemampuan bisnis masih mampu untuk membayar utangnya, tapi kemauan debitor diragukan untuk segera menyelesaikan kewajibannya. Dengan demikian iktikad balk dari debitor dalam mematuhi atau menghormati perjanjian kredit sangat penting bagi kreditor atau BRI. Sehingga analisa dan penelitian yang mendalam terhadap aspek karakter diperlukan guna menggali informasi atas sifat, reputasi dan iktikad balk debitor. Karena adanya iktikad balk debitor yang berupa suatu niat kooperatif untuk segera menyelesaikan kewajiban pinjamannya adalah hal yang penting bagi debitor dan BRI.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:11587
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:25 May 2010 14:48
Last Modified:25 May 2010 14:48

Repository Staff Only: item control page