TRADISI KAWIN CERAI PADA MASYARAKAT ADAT SUKU SASAK LOMBOK SERTA AKIBAT HUKUM YANG DITIMBULKANNYA (Studi di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lornbok Timur)

WAHYUDI,, HAMZAN (2004) TRADISI KAWIN CERAI PADA MASYARAKAT ADAT SUKU SASAK LOMBOK SERTA AKIBAT HUKUM YANG DITIMBULKANNYA (Studi di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lornbok Timur). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3512Kb

Abstract

Married people in Sasak Lombok Ethnic group Know that divorce is their custom in daily life. The field research indicates that divorce level is high in Lombok. This research aims to identify the implementation of marrieage in sasak Lombok Ethnic Group, the divorce causal factor and it's consequences of the marriage-divorce tradition in Sasak Lombok Ethnic Group. This research applies empirical juridical approach. The data consist of primary and secondary data. The former are collected from field research with interview methods. The latter are collected from librari study The researc results conclude that the marriage divorce Level in sasak Lombok Ethnic Group is yeti hight. There are almost seventy five percent divorce cases in islarnic Court Selong Lombok Timur Regency. Eighty Five percent marriage level every year. The causal Factor are (i) Culture; There is a Merari' (Indonesian language)" tradition which if a man want to marry a woman, he must run away with her and there is married-divorce season. People do marriage in a harvest seasont, but on the contrary. Many people do divorce in a famine season, (ii) Education level is very low; (iii) Married young level is very High; (iv) The level of married under legal is high; (v) Religion factor that they do marriage and divorce with easy way; (vi) Economic factor, There are many people work in foreign contry. It cause their wife many with another man. The divorce consequences can be felt by ther children and It is related to their properties which are got in a marriage. Berbagai sumber yang di dapatkan di lapangan penelitian, diketahui bahwa memang benar tingkat perceraian di lombok cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagiamana sesungguhnya pelaksanaan perkawinan pada masyarakat adat suku sasak lombok, laktor-faktor yang menyebabkan perceraian, serta akibat-akibat hukum yang ditimbulkan dari tradisi kawin cerai Pada masyarakat Adat suku sasak lombok Penelitian mengenai Tradisi Kawin Cerai Pada Masyarakat Adat Suku sasak Lombok serta akibat hukum yang di Timbulkannya, merupakan Penelitian yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui penelitian lapangan dengan menggunakan alat pengumpul data berupa wawancara, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa studi kepustakaan. Dari basil penelitian diketahui bahwa tingkat Kawin Cerai Pada masyarakat adat suku sasak lombok sangat tinggi, dari data yang masuk baik itu data pereceraian yang di dapatkan penulis di Pengadilan agama selong Kabupaten Lombok Timur, hampir 75% merupakan Kasus Perceraian sementara data yang ada di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pringgabaya hampir 85% tingkat perkawinan penduduk setiap tahunnya, berbagai Faktor penyebab antara lain (i)Faktor Kebudayaan, adanya Tradisi merari' yaitu apabila seorang laki-laki ingin melakukan perkawinan maka perempuan yang mau diajak kawin harus dilarikan terlebih dahulu dan hal ini merupakan tindakan yang legal secara adat, Dari Data yang Ada hampir 58% Perkawinan yang di lakukan di Bawah Tangan sehingga Perkawinan mereka tidal( di catatkan, adanya kawin musiman yaitu saat panen tiba banyak melakukan perkawinan tapi saat musim paceklik tiba banyak .juga yang melakukan perceraian, (ii) Tingkat Pendidikan masyarakat yang sangat kurang, dari basil penelitian masyarakat yang banyak melakukan perceraian adalah mereka-mereka yang pendidikan nya rendah bahkan tak pernah sekolah, (iii) tingkat kawin muda yang cukup tinggi jumlahnya (iv)Faktor Agama Yang mempermudah Perceraian yaitu cukup dengan menyatakan keinginan bercerai oleh pihak si laki-laki kepada pihak si wanita maka jatuhlah talak mereka, (vi)Faktor Ekonomi masyarakat lombok banyak yang menjadi TKI keluar negeri sehingga isteri yang tak tahan menunggu kawin lagi dengan orang lain, Akibat Perceraian akan sangat nyata terlibat baik itu terhadap Anak yang ditinggalkan dari basil perkawinan serta Harta benda yang didapat selama perkawinan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:11584
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:25 May 2010 14:44
Last Modified:25 May 2010 14:44

Repository Staff Only: item control page