ANALISIS PERILAKU PEMILIHAN MODA ANGKUTAN PENUMPANG ANTAR KOTA (STUDI KASUS KERETA API KALIGUNG DAN BUS PATAS SEMARANG - TEGAL)

YUDHA B. P, DHANY (2005) ANALISIS PERILAKU PEMILIHAN MODA ANGKUTAN PENUMPANG ANTAR KOTA (STUDI KASUS KERETA API KALIGUNG DAN BUS PATAS SEMARANG - TEGAL). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3195Kb

Abstract

In the framework of improving the transportation service level in Pantura, The service level of Kaligung train (Semarang — Tegal route) have to be improve because the load factor is high (1,88). Therefore, a study on the development and improvement of Kaligung train service level is needed. The study would also compare passenger probability to choose between KA. Kaligung and Bus Patas Semarang — Tegal. The research is aimed to find out the Kaligung train service level that is influenced by the characteristics service level and passenger. It is expected that the result of this research can be used to propose some improvement of Kaligung train service level. The independent variables used in this research are accuracy of trip schedule, easiness of getting ticket, baggage security, risk of trip safety, cleanness and cheerfulness of mode facilities, trip cheerfulness (shock, noise and retail trader), mode readiness (trip frequency) and price of ticket train and bus. The regression analysis model is used to find out the relationship between those variables and passenger probabilities to choose between Kaligung train and Bus Patas Semarang — Tegal. It is found that Semarang-Tegal mute passengers are originated from Semarang. 87% and around Semarang (Ungaran and Demak) 13%. The destination of the passenger are Tegal and roundabout Tegal (Slawi, Adiwema, etc) and Brebes. The passengers status are labour and student. The objective of this trip is to have work and study. Most of passenger tends to choose the express class than business class because price of ticket is cheaper. Passengers who are choosing Bus Patas because more pleasure and have alternative departure schedule. To reduce the load factor of Kaligung train, the passengers want the trip frequencies of train is improved. The correlation between dependent variable and all considered independent variables and have high R correlation value 0,936. The variables strong correlation are price of train ticket, security of baggage on train, cleanness and cheerfulness of mode facilities on train and accuracy of train trip schedule. It can be concluded that probability to choose between Kaligung train and Bus Patas Semarang — Tegal 's strong influenced by price of train ticket, security of baggage on train, cleanness and cheerfulness of mode facilities on train. Attention to there factors by PT. KAI have to be carried out to improve train service level and to compete with Bus Patas Semarang — Tegal. Dalam rangka meningkatkan tingkat pelayanan moda transportasi di wilayah Pantura, tingkat pelayanan moda Kereta Api Kaligung Semarang — Tegal perlu ditingkatkan karena load factor-nya saat ini cukup tinggi (mencapai 1,88), sehingga diperlukan studi pengembangan dan perbaikan moda KA. Kaligung serta membandingkan peluang penumpang memilih moda KA. Kaligung dengan Bus Patas Semarang — Tegal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pelayanan KA. Kaligung yang dipengaruhi oleh beberapa karakteristik tingkat pelayanan dan karakteristik penumpang itu sendiri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengembangan pelayanan moda KA. Kaligung. Variabel-variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketepatan jadwal perjalanan, kemudahan mendapat tiket/karcis, keamanan resiko kehilangan/kerusakan barang bawaan, resiko keselamatan perjalanan, kebersihan dan kenyamanan fasilitas moda, kenyamanan perjalanan (goncangan, kebisingan, pedagang asongan), ketersediaan moda (frekuensi perjalanan) dan harga tiket baik kereta api maupun bus Patas. Analisis dengan model regresi digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan peluang penumpang memilih moda KA. Kaligung sebagai variabel tidak bebas. Dan basil survey yang dilakukan, diperoleh data-data bahwa prosentase jumlah penumpang rute Semarang — Tegal dari Semarang 87% dan daerah sekitar Semarang (Ungaran dan Demak) 13%. Sebagian besar mempunyai tujuan ke Kota Tegal, sedangkan tempat tujuan yang lain adalah Kabupaten Tegal (Slawi, Adiwerna, dip dan Kota Brebes. Status sebagian besar penumpang adalah karyawan dan pelajar/mahasiswa dengan tujuan perjalanan adalah pekerjaan dan pendidikan. Sebagian besar penumpang KA. Kaligung lebih memilih Kelas Ekspress dan pada Kelas Bisnis karena harga tiket yang lebih murah. Sedangkan penumpang memilih Bus Patas karena dibandingkan dengan KA. Kaligung lebih nyaman dalam perjalanan dan jadwal keberangkatannya lebih banyak. Untuk mengurangi load factor yang tinggi maka penumpang menginginkan penambahan frekuensi perjalanan KA. Kaligung. Semua variabel mempunyai hubungan yang kuat dengan variabel tidak bebas yaitu peluang penumpang memilih moda KA. Kaligung dengan nilai korelasi R 0,936. Sedangkan variabel yang mempunyai hubungan yang paling kuat adalah harga tiket kereta api, keamanan barang bawaan di kereta api, kebersihan dan kenyamanan fasilitas di kereta api serta ketepatan jadwal perjalanan. Berdasarkan basil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa peluang penumpang memilih moda KA. Kaligung dipengaruhi dengan kuat oleh harga tiket kereta api, keamanan barang bawaan di kereta api serta kebersihan dan kenyamanan fasilitas di kereta api. Hal-hal tersebut hams diperhatikan oleh PT. KAI untuk dapat meningkatkan tingkat pelayanan dan agar dapat bersaing dengan Bus Patas Semarang-Tegal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11566
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:25 May 2010 14:19
Last Modified:25 May 2010 14:19

Repository Staff Only: item control page