EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001 PADA PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR

Hidavat, Abdul Cholla (2004) EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001 PADA PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2988Kb

Abstract

Graduate Programme on Environmental Studies Diponegoro University PT Pupuk Kalimantan Timur has implemented the Environmental Management System (EMS) ISO 14001 since 1996. Certification Body verified some non-coformities on its implementation. To have a description on EMS implementation in PT Pupuk Kalimantan Timur and understanding of employee the research used Plan, Do, Check and Act approaches, according to ICLEI guidance (The International Council for Local Environmental Inititives). Evaluation method applied to this research by analitical descriptive to the data of the report of the EMS implementation since 1996 to 2003. The result of research shows that PT Pupuk Kalimantan Timur had has an enough continual improvement at the steps of Plan, Do, Check and Act at the initial stage, i.e. a documented process, environmental structured continous improvement; systematic corrective action; new environment idea growth; except at the Plan step. At this stage there is not clear role and responsibility on how complaints to be solved. The understands of employee of PT Pupuk Kalimantan Timur vary to 23.89% fully understood, 67.74% enough understood, and 8.37% not understood. The total active employees are 2,048 persons, and about 171 persons not understood. Training index of environmental training is 0.02% to 6.5%; it is required an integrated training program. Corrective actions that must be done as suggestion model are fully commitment and encouragement of Board of Directors, discussion on objective and target plans and cost, correction of program for energy efficiency, establishment a environmental committee, correction of green technology, an integrated program to anticipate the case or incident toward source of aspect and impact levels, corporate discipline, and mutual relationships with research institution, and training need analysis method. They must review to all the problems creating the formula of the corporate objective and target, and establish competence committee to investigate the non-conformity at the normal and abnormal operations. They must look the dust of urea that blown by prilling towers, control NH3 impact at abnormal condition, and the identified problems before. Key Words: EMS — nonconformity - understands of employee — cost — commitment - suggestion model. Abdul Choliq Hidayat Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro PT Pupuk Kalimantan Timur telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 sejak tahun1996. Audit oleh Badan Sertifikasi selalu menemukan ketidaksesuaian antara standar persyaratan SML ISO 14001 dengan penerapannya. Untuk mendapatkan gambaran evaluasi menyeluruh penerapan SML ISO 14001 di PT Pupuk Kalimantan Timur dan tingkat pemahaman karyawan maka penelitian ini menggunakan pendekatan Plan, Do, Check dan Act sesuai panduan ICLEI (The International Council for Local Environmental Inititives). Metode yang digunakan adalah evaluasi melalui analisis deslcriptif atas data laporan penerapan SML dimalcsud. Basil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi SML ISO 14001 pada PT Pupuk Kalimantan Timur telah mengalami proses yang cukup baik sejak tahap Plan, Do, Check dan Act, dan mengalami perbaikan yang cukup, diantaranya rekaman dokumen dan proses perbaikan linglcungan terstruktur; tindakan korelcsi ketidaksesuaian sistematik; kecuali tahap Plan belum memperjelas kewenangan dan tanggung jawab kepada suatu tim terpadu atas keluhan dan tuntutan masyarakat terhadap pencemaran ling,kungan. Pemahaman para karyawan sebagai pelaku implementasi SML ISO 14001 di PT Pupuk Kalimantan Timur, bervariasi dari sangat paham sebesar 23,89%, cukup paham sebesar 67,74%, dan tidak paham sebesar 8,37%. Total karyawan alctif sebanyak 2.048 orang, berarti sejumlah 171 orang tidak paham. Indeks pelatihan berkisar antara 0,02% sampai dengan 6,5%. Perbaikan yang perlu dilakukan sebagai usulan model adalah komitmen dan perhatian seluruh direksi secara utuh, pembahasan bersama perencanaan sasaran dan target serta biaya, program kerja berbasis efisiensi energi, pembentukan komite lingkungan,perbaikan teknologi ramah lingkungan, program terpadu antisipasi penanganan kasus/insiden pada tingkatan sumber pencemar dan dampak, disiplin, dan jalinan kemitraan dengan lembaga riset, serta program pelatihan karyawan dengan penerapan metode Analisis Kebutuhan Pelatihan. Direksi hendaknya secara lengkap mambahas kaji ulang terhadap evaluasi menyeluruh untuk merumuskan kembali perencanaan dan sasaran serta target perusahaan, membentuk komite khusus investigasi ketidaksesuaian baik pada saat kondisi operasi normal maupun abnormal. Perlu juga memperhatikan debu urea yang masih terhambur bebas di udara dari unit prilling tower, pengawasan pembuangan limbah amoniak pada saat kondisi abnormal, dan masalah-masalah yang telah teridentifikasi sebelumnya. ICata kunci : SML — ketidaksesuaian - pemahaman karyawan — biaya — komitmen - usulan model.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11564
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:25 May 2010 14:16
Last Modified:25 May 2010 14:16

Repository Staff Only: item control page