PENGARUH PERILAKU LINGKUNGAN TERHADAP IMBANGAN AIR (WATER BALANCE) DAERAH ALIRAN SUNGAI KALIGARANG, JAWA TENGAH

HAKEVI, ROFLMAN (2004) PENGARUH PERILAKU LINGKUNGAN TERHADAP IMBANGAN AIR (WATER BALANCE) DAERAH ALIRAN SUNGAI KALIGARANG, JAWA TENGAH. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3579Kb

Abstract

Increasing the number of population and the need for land cause change of environmental behavior of people toward DAS (river basin), in turn affect the water balance. Therefore is requires research about behavioral of people influence the water balance of DAS Kaligarang This research method is a combination between quantitative and qualitative. Method withdrawal of responder is by purposive sampling. Data collection method incloses field survey, observation, documentation, questioner and also interview with key person. Water balance enumeration method is Thorntwaite-Mather, constructively computer (software). Data of people behavioral processed with tabulation method. Determination of weight to every parameter relied on the level of parameter that influences water balance of DAS. Value of every parameter obtained from result of multiplication of weight with score then all parameter summed. Its result is presented in graph/tables by qualitative data support. The calculation result of water balance with method of Thornthwaite-Mather indicates that at period 1 and 2 occur surplus in December until April and deficit in May until November. Deficit tends to increased while surplus tend to decreased. From period 1 to period 2 deficit increase equal to 142 mm surplus and decrease to 316 mm. Tabulation result indicates that there are environmental people behavior creatur negative influence to water balance. Aspect of behavioral downstream area show bad categories. There are treatments of lawn as media to infiltrate water, election of closing of and farm of vegetation at lawn and also congeniality of water balance which still lower. While in headwaters aspect knowledge of forest function as infiltration area of water enters in bad category. Result of interview with key person shows that environmental behavior cause negative influences to water balance like disposal of garbage at drainage, ossification of farm and others. Negative influence at downstream is more caused by the increasing of pressure to farm. But the middle and upstream is more caused by land processing which not according to conservation method. It is needed a model management of DAS (river basin) which represents formulation process of activity implementation and which concerning management of water and land resource, vegetation and also human being in DAS by considering institute aspect through society participation. Society participation levels require to be strived in order not to just form involvement of illusion (manipulation participation level) but strived to reaching of participation level where society have authority which is full in management. Change of environmental behavior go to participation can reach to through motivation of figure of society, influence of culture, mass media, education institute, social institute, LSM, and the same institute. Behavioral change of environment can be done by with ordering (compliance), desire to imitate (identification) and because of involving benefit (internalization). Keyword: behavioral of environment, water balance, management of DAS (river basin), society participation. ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan lahan menyebabkan perubahan perilaku lingkungan masyarakat terhadap DAS sehingga timbul indikasi terganggunya imbangan air (water balance). Oleh karena itu perlu diteliti tentang bagaimana pengaruh perilaku lingkungan masyarakat terhadap imbangan air DAS Kaligarang. Penelitian ini merupakan kombinasi pedekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode penarikan responden secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui survai lapangan, observasi, dolcumentasi, penyebaran kuesioner terhadap responden serta wawancara terhadap key person. Penghitungan imbangan air menggunakan metode Thomtwaite-Mather dengan bantuan komputer (software). Data perilaku masyarakat diolah dengan tabulasi. Penentuan bobot untuk setiap parameter didasarkan pada besarnya pengaruh parameter terhadap imbangan air DAS. Nilai tiap parameter diperoleh dari hasil perkalian bobot dengan skor kemudian seluruh parameter dijumlahkan. Hasilnya disajikan dalam grafik/tabel dengan didukung data kualitatif. Hash l perhitungan imbangan air (water balance) dengan metode Thorrithwaite- Mather menunjulckan bahwa pada periode 1 dan 2 terjadi surplus pada bulan Desember sampai bulan April dan defisit terjadi pada bulan Mei sampai Nopember. Defisit cenderung meningkat sedangkan surplus cenderung turun. Dad periode 1 ke periode 2 defisit meningkat sebesar 142 mm dan surplus turun sebesar 316 mm. Hash l tabulasi menunjukkan bahwa terdapat perilaku lingkungan masyarakat yang memberikan pengaruh negatif terhadap imbangan air. Aspek perilaku lingkungan masyaralcat daerah hilir yang masuk dalam kategori buruk adalah : perlakuan pekarangan sebagai media untuk infiltrasi air, pemilihan penutupan lahan dan vegetasi pada pekarangan serta pengertian imbangan air yang masih rendah. Sedangkan di daerah hulu aspek pengetahuan fungsi hutan sebagai daerah peresapan air masuk dalam kategori buruk. Hasil wawancara dengan tokoh kunci (key person) menyatakan bahwa perilaku lingkungan memberikan pengaruh yang negatif terhadap imbangan air seperti pembuangan sampah pada drainase, pengerasan lahan dan lain sebagainya. Pada masyarakat hilir lebih disebabkan karena meningkatnya tekanan terhadap lahan, sedang pada masyarakat tengah dan hulu lebih disebabkan metode pengolahan tanah yang belum sesuai dengan kaidah konservasi. Diperlulcan suatu model pengelolaan DAS terpadu yang merupakan proses formulasi dan implementasi kegiatan yang menyangkut pengelolaan sumber daya air, tanah dan vegetasi serta manusia dalam DAS dengan mempertimbangkan aspek kelembagaan melalui partisipasi masyarakat. Tingkatan partisipasi masyarakat perlu diupayakan agar tidak hanya sekedar bentuk keterlibatan semu (partisipasi manipulasi) melainkan diupayakan untuk tercapainya tingkat partisipasi dimana masyarakat memiliki wewenang yang penuh dalam pengelolaan. Perubahan perilalcu lingkungan menuju partisipasi dapat dicapai melalui motivasi dari tokoh masyakat, pengaruh kebudayaan, media massa, lembaga pendidikan, lembaga sosial, LSM, dan lembaga sejenisnya. Perubahan perilaku lingkungan dapat dilakukan dengan cara penaatan (compliance), keinginan meniru (identification) clan kgrana menghayati manfaat (internalitazation). Kata kunci : perilaku lingkungan, imbangan air, pengelolaan DAS terpadu, partisipasi masyarakat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11557
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:25 May 2010 14:09
Last Modified:25 May 2010 14:09

Repository Staff Only: item control page