Perbedaan Status Gizi Anak Balita Berdasarkan Keaktifan Ditimbang di Posyandu dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Sudarsana, Sudarpa (2003) Perbedaan Status Gizi Anak Balita Berdasarkan Keaktifan Ditimbang di Posyandu dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
23Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Status gizi anak balita dipengaruhi oleh beberapa faktor disam[ping faktor utama yaitu asupan makanan dan penyakit infeksi. Posyandu sebagai wadah pembinaan dan pelayanan kesehatan masyarakat berperan sangat besar dalam meningkatkan perilaku kesehatan dan gizi masyarakat. Ibu yang aktif berkunjung ke Posyandu sampai anak berusia 5 tahun, diharapakan bisa mendapatkan bimbingan dan pengawasan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan, sehingga status gizi anak bisa dipertahankan dalam kondisi baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status gizi anak balita berdasarkan keaktifan ditimabnga di Posyandu dan faktor-faktor yang mempengaruhi, pada anak balita di Desa Mergosari Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian expalanatory metode survey dengan pendekatan cross sectional . Populasi dan sampel jumlahnya sama yaitu keseluruhan anak usia 1 - 5 tahun, sebanyak 78 anak yang aktif ditimbang dan 41 anak yang tidak aktif ditimbang di Posyandu. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan analitik. Variabel status gizi berdistribusi normal sehingga uji statistik yang digunakan adalah uji T-Test Independent Sample Test untuk menguji perbedaan status gizi anak balita yang aktif dengan yang tidak aktif ditimbang di Posyandu, sedang variabel umur anak balita, umur pemberian MP ASI, pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga distribusi datanya tidak normal, sehingga uji statistik yang digunakan adalah uji Rank-Spearman untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sampel yang berumur 13 - 24 bulan sebanyak 28,5 % merupakan prosentase terbanyak, pemberian MP ASI terbanyak dilakukan pada ketika umur anaka kurang dari 30 hari yaitu sebanyak 44,5 %. Pendidikan responden sebanyak 69,7 % hanya tamat SD, 0,8 % tidak tamat SD, 2,5 % Perguruan Tinggi, dan selebihnya tamat SLTP dan SLTA.Jumlah anggota keluarga sebagian besar kurang dari 5 orang (58 %), status gizi yang paling banyak ditemukan adalah gizi baik sejunlah 73,1 %, gizi buruk 2,5 % dan tidak ditemukan gizi lebih pada penelitian ini. Analisis analitik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara status gizi anak balita yang aktif dengan yang tidak aktif ditimbang di Posyandu (p = 0,139), ada hubungan sangat bermakna antara umur pemberian MP ASI dan status gizi anak balita (p = 0,000), ada hubungan sangat bermakna anatara pendidikan ibu dan status gizi anak balita (p=0,005), tidak ada hubungan bermakna antara umur anak balita dan status gizi (p = 0,273), tidak ada hubungan bermakna antara jumlah anggota keluarga dan status gizi (p = 0,204). Kesimpulan penelitian ini adalah masih dijumpai kasus gizi buruk sebanyak 2,5 %, pemberian MP ASI ketika umur anak kurang dari 30 hari mencapi 44,5 % pendidikan ibu sebagian besar (69,7 %) hanya tamat SD. Pendidikan kader Posyandu (50,0 %) hanya tamat SD, dan Psyandu tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap status gizi anak balita. Perlu ditingkatkan kerjasama antara Dinas Kesehatan dengan instansi terkait dalam penanganan kasus gizi buruk, pemasyarakatan ASI Eksklusif, perbaikan tingkat pendidikan ibu/kaum perempuan, dan meningkatkan mutu pelayanan Posyandu. Kepada peneliti lain diharapkan bisa menggali lebih lanjut variabel lain yang berhubungan dengan status gizi, serta faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kurang efektifnya peranan Posyandu terhadap status gizi balita. Kata Kunci: Status gizi, anak balita, Posyandu The difference of Balita Nitrient Status Based On Weight Activeness At Posyandu And Its Influence Factors Balita nutrient status influenced by some factor beside the primary factor that given of food and infection disease. Posyandu as basin of construction and health service socialize to share very big in improving behaviour of health and nutrient socialize. Active mother pay a visit to Posyandu until the child have age 5 year, expected can get tuition and observation growth child on going basis, so that nutrient status child can be defended in a condition the goodness. This research target is to know difference of balita nutrient status of pursuant to livelines delibrated in Posyandu and factor influencing, at balita in countryside of Mergosari, Sud District of Sukoharjo, Region of Wonosobo. This research is inclusive of Explanatory of Method Survey with cross sectional approach. Omount of population and sample is same. That is 78 delibrated by active child and 41 inactive child delibrated in Posyandu. Data analyse done by analytic and descriptive method. Variable of nutrient status have normal distribution so use T - Test Independent Sample to test difference of nutrient status of active balita with in active delibrated in Posyandu. Variable of balita age, age of gift MP-ASI, mother education, amount of family are not normal distribution. So use Rank Spearman test to analyse the relation between independent variable and dependent variabel. Resut of descriptive analyse indicate that sample which old age 13 - 24 month as much 28,5 % representing prosentase a lot of, gift MP-ASI age child less than 30 day that is as much 44,5 %. Mother education as much 69,7 % only SD, 0,8 % not finish SD, 2,5 % college, and rest of finish of SLTP and SLTA. Sum of family member of of less that 5 person (58,0 %), Nutrient status which at most found by good nutrient an amount of 73,1 %. bad nutrient 2,5 % and is found by more at this research. Analytic analyse idicate that there no difference have a minning of between nutrient status of active balita with in active delibrate in Posyandu (p = 0,139), there is relation have a meaning of between its of gift MP-ASI and nutrient status of balita (p = 0,000) there is relation very have a meaning af between mother education and nutrient satutus (p = 0,005), there no relation a meaning of between age of balita and nutrient status (p = 0,273), there no relation have a meaning of between amount of member of family and nutrient status (p = 0,204). This research conclusion is still meet of bad case nutrion as much 2,5 %, gift MP-ASI of when child age less than 30 tired day 44,5 %, mother education of most (69,7 %) only SD, education of cadre Posyandu only 50 % finish SD, and Posyandu do npt give significant impact to nutrient status of child balita. Need improved by of equal between Public Health Service with related institution in handling of bad case nutrient, Exclusive Breast feeding sosialize, repair mount mother/woman education, and upgrade service POsyandu. Expected to other researcher can research of other related variable with nutrient status, and also the other factor taht have related with less efektivness of role Posyandu to balita nutrient status.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:11539
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:25 May 2010 13:47
Last Modified:25 May 2010 13:47

Repository Staff Only: item control page