PERJANJIAN TERAPEUTIK ANTARA DOKTER UMUM DAN PASIEN PADA KLINIK MANDIRI SEDERHANA DI KABUPATEN BOGOR

PATRIA, TAVIANTO YUDHA (2005) PERJANJIAN TERAPEUTIK ANTARA DOKTER UMUM DAN PASIEN PADA KLINIK MANDIRI SEDERHANA DI KABUPATEN BOGOR. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2411Kb

Abstract

Terapeutik agreement in these time already having some changes which is in big hospital or only on small clinic. Clinic is also have several changing one of them are in their services which we call Independent clinic, this clinic have no organisatories connection with hospital (freestanding ambulatory centers). Terapeutik agreement in Independent clinic ussually in only in oral agreement which the procedure is simplq as the illness consultation, then diagnosa and therapy. H. Dalmi Iskandar dan T. Syamsul Bahri in their presentation in Science Meeting I Perhuki claim that the born of Informed Consent are exist after the transaction or terapeutik agreement, so that are create the law connection between the doctor and the patient which continue are create a right and obligations between doctor and patient. From those opinion, this tesis get the objection problem, they are: Why in terapeutik agreement between doctor and patient in indepent clinic in Kabupaten Bogor each party doesn't understand their right and obligations ? and How the consequences of terauputic agreement consider with the mistaken in diagnosa ? The approach method that use in this tesis is yuridis empiris approach. Research specification is Deskriptif Analitis. And data analize in this research is kualitatif method. ,. From them this research get the conclusion: a. The reason that make the partie doesn't understand their right and obligations in terapeutik agreement is Law structure factor, law fiction principal of medical law are not being do in the right path and the law culture factor are not support for the development of understanding in medical law for public. b.Then the impact of the terapeutik agreement between doctor and patient in small clinic is the agreement execution itself. The agreeemnet execution is right and abligations filfull between themselves. The law impact of the negligent from those agreement are appear such as mistaken diagnosa so the law impact is there will be law execution process through administration path through MKEK, P3 GK, MKDKI, criminal justitie and civil justitie. The suggestion are improving and developing in socialisation knpwlegde of medical law program to the public. So the public will realize their right and obligations in medical law and as a patient they will not always be a victim for negligence or carelessness of the medic and open the opportunity to watering down the law medical process progressing that may impact of the public trust to court. It also necessary to publish the judge decision whether crinional justitie or civil justitie consider the medical case. Perjanjian terapeutik pada saat ini mengalami perkembangan baik di Rumah Sakit maupun di Klinik. Perkembangan klinik juga mengalami berbagai perubahan dalam bentuk pelayanannya, salah satunya adalah klinik mandiri, yaitu yang tidak ada hubungannya secara organisatoris dengan Rumah Sakit (Freestanding Ambulatory Centers). Pelaksanaan perjanjian terapezttik di klinik mandiri, cendentng tedadi secara lisan saja di mana biasanya prosedur yang dilakukan cukup sederhana, berawal dari konsultasi penyakit yang terjadi secant sukarela, selanjutnya dilakukan diagnosa dan terapi. Menttrut H. Dalmi lskandar dan T. Symnsul Bahri dalam ptesentasinya pada teinti ilmiah I PerHuki menyatakan baftwa lahimya bffemned Consent adalah setelah lahimya transaksi atau perjanjian lerapeutik, sehingga menimbulkan hubungan hokum antara dokter dengan pasien yang kemudian menimbulkan bak dan kewajiban. Berdasar hal timbul pertanyaan mengapa dalam pelaksanaan petjanhan terapezttik antara dokter umum dan pasien pada Klinik Mandiri sederhana di Kabupaten Bogor masing-masing pihak tidak memahami hak dan kewajiban dan Bagaimana akibat hukum clan perjanjian terapeztalc di Klinik Mandiri sederhana antara dokter umum dan pasien terhadap.kesalahan diagnosa?. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis empiric, Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Analilis. Pola analisis data dalatn penelitian ini didasarkan pada metode kualitatif, yakni melalui penafsiran secara latalitatif terhadap data yang terkumpul bark data primer maupun data sekunder. Dan analisis tersebut maka dapat disimpulkan : a. Faktor Penyebab Pam Pihak Tidak Memahami Hak Dan Kewajiban dalam Perjanjian Terapeutik adalah sebagai berikut : Faktor Struktur Hukurn; Penerapan Asas Fiksi Hukum terhadap hukum Kedokteran dan Lemalmya Sarana Penunjang Penyebaran Perigetahuan Hukum dan Faktor Budaya Hukum yang tidak mendukung untuk terjadinya painahaman terhadap hukum kedokteran bagi masyarakat. b. Akibat Hulaun Perjanjian Terapeutik antara dokter umum dan pasien di Klinik Mandiri Sederhana adalah Pelaksanaan dari perjanjian itu sendiri yaitu pemenuhan Hak Dan Kewajiban para pihak dalam Perikatan tersebut. Akibat hukum yang lain timbul atas tidak terpenuhinya prestasi (wanprestasi I perbuatan melawan huktun) dari perjanjian tersebut bentpa kesalaha diagnosa maka akibat hukumnya adalah adanya benalannya proses penyelesaian melalui jalur Administrant' melalui Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK), Panitia Pertimbangan Dan pembinaan Kode Etik Kedokteran (P3EK), Majelis Kehonnatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), perdata atau pidana. Mengingat pentingnya kesehatan masyarakat maka periu adanya perbanyakan program sosialisasi pengetahuan huktun kedokteran pada masyarakat sehingga masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai pasien dan tidak selalu menjadi korban apabila terjadi pelanggarrm hokum, maupun kecerobohan pihak medis dan Agar mempermudah proses huktun pada bidang hokum kesehatanikedukteran sehingga timbul kepercayaan masyarakat pada badan huktun. serta mempubtikasikan putusan hakim perdata dan atau pidana dalam perkara yang berkaitan dengan bidang kedokteran.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:11521
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:25 May 2010 13:20
Last Modified:25 May 2010 13:20

Repository Staff Only: item control page