PENGARUH POSISI KENDARAAN BERAT TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS ( Studi Kasus Rums Jalan Semarang — Demak )

MALADIYANTO, MALADIYANTO (2004) PENGARUH POSISI KENDARAAN BERAT TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS ( Studi Kasus Rums Jalan Semarang — Demak ). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3048Kb

Abstract

The Government RI, have published regulation related to traffic operational characteristic, namely PP No 43 Tahun 1993' about Infrastructure and Traffic Road. Section 61, peculiarly regulate vehicle position in road. In the regulation mention that, road with two or more unidirectional lane, vehicle which is have low speed to have to take in outer lane. In fact, most of traffic did not obey especially large truck with slow-speed affected by transported load. See fact above, making proper to be anticipated the phenomenon will influence performance and also capacities so that this research to be done/conducted to know the change that happened. Target of this research to analyse Semarang-Demak traffic current characteristic analysis, with approach of linear model of Greenshields, Greenberg logarithm, and Underwood exponential. The level of influence the existence of heavy vehicle in inner lane, evaluated by parameter are volume, speed and density of traffic current. Research is conducted in Semarang - Demak and link at KM-11 ( location 1) and KM -18 ( location 2). Survey time done by during 2 day on Sunday ( 9 Februari 2003) as antecedent survey and on Saturday (15 Februari 2003) as survey intake of research data around 08.30 - 18.00. Data taken with slice time 5 is titanic, later then converted into vehicle per hour. Speed data mustered by noting time headway to through vehicle getting through distance remain to equal to 50 metre, so that obtained by speed mean space From result of volume survey, slow-speed truck large which use column step aside if evaluated per band shall be as follows : At Location 1 ( KM-11) equal to 8,03% for the direction of Demak and 8,43% for the direction of Semarang. While for the Location of 2 ( KM-18) equal to 9,54% for the direction of Demak and 7,97% for the direction of Semarang. The mentioned above indicating that behavior most traffic especially vehicle specific gravity big truck, do not execute the governmental regulation. From statistical test of correlation between traffic stream models generally obtained by fact that progressively a few large truck volume, its coefficient determination level of R-square more big, give meaning that in general traffic stream models at each line according to for the current of traffic with slimmer heavy vehicle. If evaluated as a whole at each location, hence appropriate model for the Location I is Greenshields model, while Underwood model more as according to traffic characteristic at Location 2. From superposisi graph at chosen model at location 1, change free speed with existence addition of large truck volume equal to 450.2696 pcu/hour/lane decrease up to 7.135 km / hour. While for the location of 2, change of free speed with existence of large truck decrease till 10.048 km /hour at addition of large truck volume equal to 278.526 pcu/hour/lane. According to IHCM 1997,if evaluated per lane hence Semarang-Demak both of location research its capacities still bigger if compared to with maximum result of calculation for chosen model. Except to Demak direction on location 2. The thesis found that the heavy vehicle ( large truck / LT) in inner lane tend to lower the everage speed of traffic. Suggested that Governmental Regulation, namely PP No 43 Tahun 1993 section 61 upheld, because Large Truck which slow-speed mean will harm other vehicle especially Light Vehicle ( LV) and require to be studied about large truck passanger car unit (pcu) value at the street segment. Pemerintah telah menerbitkan peraturan yang berkaitan dengan karakteristik operasional lalulintas, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu lintas Jalan. Pasal 61, secara khusus mengatur posisi kendaraan di jalan. Dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa, pada jalur yang memiliki dua atau lebih lajur searah, kendaraan yang berkecepatan rendah hams mengambil lajur sebelah Namun kenyataan dilapangan aturan tersebut tidak dipatuhi oleh sebagian besar lalu lintas terutama kendaraan berat, jenis truk besar, yang berkecepatan rendah akibat muatan yang diangkutnya.Melihat kenyataan diatas, patut diduga fenomena tersebut akan mempengaruhi kapasitas maupun kinerja jalan sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar perubahan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik arus lalu lintas ruas jalan Semarang-Demak, dengan pendekatan model linier Greenshields, logaritmik Greenberg, dan eksponensial Underwood. Dengan tujuan untuk mengetah ui besarnya pengaruh akibat keberadaan kendaraan berat dilajur sebelah kanan suatu jalur searah yang terdiri dari dua lajur, parameter yang ditinjau adalah volume, kecepatan dan kepadatan anus lalu lintas. Lokasi penelitian dilakukan pada ruas jalan Semarang - Demak KM-11 (lokasi 1) dan KM-18 (lokasi 2). Waktu survai dilakukan selama 2 had pada had Minggu (9 Februari 2003) sebagai survai pendahuluan dan pada had Sabtu (1.5 Februari 2003) sebagai survai pengambilan data penelitian antara jam 08.30 — 18.00. Data diambil dengan time slice 5 menitan, kemudian dikonversi kedalam kendaraan per jam. Data kecepatan dihimpun dengan cara mencatat waktu tempuh kendaraan yang melintasi jarak tetap sebesar 50 meter, sehingga diperoleh kecepatan rata-rata ruang (space mean speed). Dari basil survai volume, large truck berkecepatan rendah yang menggunakan lajur tepi jika ditinjau per jalur adalah sebagai berikut :Pada Lokasi 1 (KM-11) sebesar 8,03% untuk arah Demak dan 8,43% untuk arah Semarang. Sedangkan untuk Lokasi 2 (KM-18) sebesar 9,54% untuk arah Demak dan 7,97% untuk arah Semarang. Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa perilaku sebagian besar lalu-lintas terutama kendaraan berat jenis truk besar, tidak mematuhi Peraturan Pemerintah tersebut Dan uji statistik korelasi antara model-model aliran lalu lintas secara unium diperoleh kenyataan bahwa semakin sedikit volume large truck, tingkat koefisien deterrninasinya (R2) makin besar, memberikan arti bahwa secara umum model-model aliran lalu lintas pada masing-masing lajur sesuai untuk arus lalu lintas dengan kendaraan berat lebih sedikit. Jika ditinjau secara keseluruhan pada masing-masing lokasi, maka model yang sesuai untuk Lokasi 1 adalah model Greenshields, sedangkan model Underwood lebih sesuai dengan karakteristik lalu lintas pada Lokasi 2. Dari grafik superposisi pada model terpilih pada lokasi 1, perubahan kecepatan bebas dengan adanya penambahan volume large truck sebesar 450.2696 smp/jam/lajur berkurang sampai dengan 7.135 km/jam. Sedangkan untuk lokasi 2, perubahan kecepatan bebas dengan adanya keberadaan large truck berkurang hingga 10.048 km/jam pada penambahan volume largetruck sebesar 278.526 smp/jamilajur.Menttrut MKJI 1997, jika ditinjau perlajur maka jalan Semarang —Demak pada kedua lokasi penelitian kapasitasnya masih lebih besar jika dibanding dengan volume maksimum hasil perhitungan untuk model terpilih. Kecuali pada arah Demak.untuk lajur tengah di lokasi 2. Dari basil analisis dan perhitungan di kedua lokasi tersebut, kendaraan berat (Large Truck / LT ) pada lajur tengah cenderung menurunkan kecepatan rata rata arus lain lintas secara keseluruhan. Disarankan agar Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 1993 pasal 61 ditegakkan karena Large Truck yang rata-rata berkecepatan rendah akan merugikan kendaraan lainnya terutama Light Vehicle (LV) dan perlu ditindak lanjuti dengan studi tentang nilai emp large truck pada segmen jalan tersebut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11469
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:25 May 2010 11:13
Last Modified:25 May 2010 11:13

Repository Staff Only: item control page