ANALISIS ELASTISITAS KEBUTUHAN ANGKUTAN TAKSI DI KOTA SEMARANG DENGAN TEKNIK STATED PREFERENCE

AFIANTO, M. ARDANY (2004) ANALISIS ELASTISITAS KEBUTUHAN ANGKUTAN TAKSI DI KOTA SEMARANG DENGAN TEKNIK STATED PREFERENCE. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2754Kb

Abstract

Good public transport service depends on social and economic conditions of the society. Taxi, as a part of public transport facility has its own characteristics and market segments which are different from other means of public transport. For this reason, a study on the demand rate of taxi should be conducted. This research focuses in finding elasticity and determining taxi demand rate in Semarang, which in the future can be used to estimate the number of taxi fleet needed in Semarang The method used to analyze is "Person-Category Trip Generation Model", and the computation used "Multiple Classification Analysis (MCA)" approach. The trip rate models are developed, tested by statistical test to obtain the best model. This is conducted by Stated Preference design experiment which is analyzed by multi-regression approach. The resulted parameter is checked using reasonability criteria. Individual sensitivity respond in choosing taxi mode to the attribute changes is also measured by using elasticity analysis model. From the study, it was determined that the average of taxi's trip in Semarang is in the range of 2 to 4 trip/week. The average of taxi's user income is above Rp. 500.000. The number of taxi's user ratio is 0.3%. Based on the ratio of taxi's users; taxi's demand are about 477 units. On the analysis of stated preference data, the resulted utility function model fulfills the requirements of the statistical test and reasonability criteria parameter. The resulted value of R is 0.51. The probability elasticity of choosing taxi is more sensitive to the change of cost than the change of travel time, the change of income, and the change of service. The study presented herein indicates that local government needs to improve taxi system management so they can avoid illegal taxi. In further study; home based per category as a data sample is suggested for better result of stated preference using utility models. Penyediaan angkutan umum yang baik tidak terlepas dari kondisi sosial-ekonomi masyarakatnya. Taksi, sebagai bagian dari fasilitas angkutan umum, mempunyai karakteristik dan pangsa pasar yang berbeda dengan angkutan umum lainnya. Oleh sebab itu perlu kajian sendiri untuk menentukan tingkat kebutuhan taksi. Penelitian ini menitikberatkan pada pengkajian karakteristik pengguna taksi dan mencari tingkat kebutuhan taksi di Kota Semarang, dan diharapkan dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah taksi yang dibutuhkan di Kota Semarang Metoda yang digunakan untuk menganalisis ini adalah Analisa Kategori Orang, dan perhitungan dilakukan dengan cara melalui pendekatan Multiple Classification Analysis (MCA). Model tingkat pergerakan yang dikembangkan diuji secara statistik sehingga diperoleh model terbaik. Hal ini dilakukan dengan disain eksperimen Stated Preference, yang dianalisis dengan pendekatan multi regresi. Model pemilihan moda taksi yang diperoleh di uji secara statistik dan parameter model diperiksa terhadap kriteria kemasuk-akalan (reasonability criteria). Sensitivitas respon individu dalam memilih moda taksi terhadap perubahan atribut juga diukur dengan menggunakan analisis elastisitas model. Dari Hasil analisis penelitian ini menunjukkan karakteristik pengguna taksi di Kota Semarang rata-rata orang melakukan pergerakan 2 — 4 kali/minggu, penghasilan rata-rata diatas Rp. 500.000,00. Kebutuhan taksi dengan mengambil rasio pengguna taksi 0,3%, sehingga perkiraan jumlah kebutuhan taksi sebesar 477 unit kendaraan. Pada analisis terhadap data Stated Preference, model utilitas yang dihasilkan memenuhi syarat uji statistik dan kriteria kemasuk-akalan parameter. Nilai R yang dihasilkan 0,51. Elastisitas probabilitas pemilihan taksi relatif lebih sensitif terhadap perubahan biaya, dibanding terhadap perubahan pendapatan, perubahan waktu tempuh perjalanan dan perubahan tingkat pelayanan. Sebagai saran dari penelitian ini adalah pemerintah daerah perlu untuk segera membenahi sistem dan manajemen taksi supaya tidak teijadi premanisme taksi resmi dan tidak resmi, sedangkan untuk penelitian lebih lanjut disarankan untuk lebih detail dalam pengambilan data sampel dengan menggunakan data home base per-kategori sehingga data stated preference dengan model utilitas yang dihasilkan dapat lebih baik.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11467
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:25 May 2010 11:08
Last Modified:25 May 2010 11:08

Repository Staff Only: item control page