Pengaruh Tata Guna Lahan Terhadap Kualitas dan Kuantitas Air Sungai Cikapundung

Sofyan, Iendra (2004) Pengaruh Tata Guna Lahan Terhadap Kualitas dan Kuantitas Air Sungai Cikapundung. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3022Kb

Abstract

Bandung city functions as district city of West Java Province and also as education, traveling, services and government city. Impact of these functions is Bandung city has been expanding in order to handle population increasing whom settle at this city. Another impact is uncontrolled landuse, especially for settlement including in the watershed zone of Cikapundung river. This condition make water quality of river decrease. Aim of this research is to find out function correlation between landuse and water quality of Cikapundung river. Cikapundung watershed which has catchment area in square about 142,11 Km2 or 14,211 Ha, flows through Kabupaten Bandung and Kota Bandung. This researh uses the Correlation and Regression Analysis. Analysis is address to every segment/section devided to be 5 specific characteristics of landuse from upstream to downstream. But generally, Cikapundung watershed has two region conditions.First region consisting of section I and II at upstream (point Dago Pakar and Lebak Siliwangi) is developing region and second region consisting of section III (point Tamansari), IV (point Viaduct) and IV (point Sukarno Hatta) and dominated by settlement area is as urban area. At section L regulated as a conservation region, forest part correlates with or affects to fluctuation of river flow. Forcasting to the future, statistically this part will diminish every single year. Thus, it would make river flow get larger. Simulation result for next 10 year (year 201), shows that forest area in square would decrease about 0,18 Km2 and river flow would rise about 5.000 lidt. At Section IL still as conservation region, settlement part has been seriously extending. For BOD parameter, landuse for settlement has an effect on it positively. Nevertheless, crop growing (tegalan) area has negative correlation with fluctution of BOD concentration. With assumption that settlement area rises every year at this section, simulation warns this area to be limited by 3,499 Km2, so water quality with BOD parameter would be under 6 mg/L (as regulated on SK Gubernur no.39/2000, water quality standard). However, fluctution of DO concentration is positively affected by gardening area (perkebunan). Result of prediction shows that to gain concentration of DO minimum 3 mg/L, this area in square should not be under], 06 Km2. Though, at segmen III, IV and V as urban area established long time periode or dominated by imperveous area, did not change for along past 10 year. Absolutely, increasing of BOD concentration, declining of DO concentration and augmentation of river flow from upstream to downstream illustrate that those were as an impact of accumulation of pollutan from these area. There is no waste water treatment plant to treat domestic waste, so pollutan is charged to river as non point source way. According to above description, there are many proposed program and could be done immediately, section I and II need strictly expansion/development monitoring and controlling. And section III, IV and V require an action toward to urban renewal and community development. Kota Bandung selain sebagai ibu kota Propinsi Jawa Barat juga mempunayi fungsi sebagai kota pendidikan, pariwisata, jasa dan pemerintahan. Dampak dari fungsi tersebut adalah berkembangnya kota Bandung dalam rangka mengatasi pertumbuhan jumlah penduduk yang beraktivitas di Kota Bandung ini. Dampak lanjutannya adalah tidak terkendalinya penggunaan lahan, terutama jenis permukiman termasuk di lokasi bantaran Sungai Cikapundung. Hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan/korelasi fungsional antara tata guna lahan dengan kualitas dan kuantitas air Sungai Cikapundung. Daerah Aliran Sungai Cikapundung yang mempunyai area tangkapan seluas 142,11 Km2 atau 14.211 Ha mengalir melalui Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi dan regresi. Analisis dilakukan terhadap setiap segmen/bagian yang terdiri dari 5 (lima) dari hulu ke hilir berdasarkan karakteristik tata guna lahan. Pada Segmen I, yang merupakan daerah konservasi menunjukan lahan hutan mempunyai hubungan atau pengaruh terhadap fluktuasi debit sungai. Prediksi ke depan, lahan hutan mempunyai kecenderungan berkurang dengan demikian debit sungai akan terus meningkat, hasil simulasi menunjukan untuk tahun 2012 luas lahan hutan akan berkurang sebesar 0,18 Km2 dan debit sungai sebesar 5.000 L/dt. Pada segmen II, yang masih termasuk daerah konservasi mengalami perkembangan terns terutama lahan permukiman. Untuk parameter konsentrasi BOD, lahan permukiman mempunyai hubungan positif sedangkan tegalan mempunyai hubungan negatif. Hasil simulasi terhadap fluktuasi luas lahan perkim yang diperkirakan akan tens berkembang menunjukan batas maksimum luas lahan permukiman yang diperbolehkan adalah 3,499 Km2 untuk menghasilkan kualitas air sungai sesuai baku mutu untuk parameter BOD yang ditetapkan yaitu sebesar 6 mg/L. Sedangkan jenis lahan kebun membentuk hubungan fungsional terhadap fluktuasi konsentrasi DO dan bersifat positif. Hasil simulasi luas lahan perkebunan untuk menghasilkan kualitas air sungai sesuai dengan baku mutu konsentrasi DO minimal 3 mg/L adalah minimal sebesar 1,06 Km2 Pada segmen III, IV dan V yang merupakan daerah permukiman yang relatif tetap tidak terjadi perubahan, dengan demikian tidak memberikan variasi terhadap fluktuasi parameter-parameter di atas. Tetapi dengan meningkatnya konsentrasi BOD, berkurangnya konsentrasi DO dan meningkatnya debit sungai di bagian hilir menunjukan bahwa semuanya itu adalah basil akumulasi sepanjang sungai Dimana buangan tersebut masuk ke sungai secara memanjang atau Non Point Source (NPS). Dengan kondisi ini, usulan program yang diajukan dan dapat dilakukan segera adalah pengendalian pembangunan di segmen I dan II sesuai dengan aturan yang berlaku. Sedangkan di segmen III, IV dan V perlu dilakukan penataan kawasan melalui pendekatan atau pelibatan masyarakat setempat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11450
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 10:41
Last Modified:25 May 2010 10:41

Repository Staff Only: item control page