DAMPAK DAN STRATEGI PENANGANAN PERMUKIMAN LERENG BUKIT DI PERKOTAAN Studi Kasus: Pemukiman Keluraban Randusari1 kecanatan Semarang Selatan

Prabekti, Ady Marta (2004) DAMPAK DAN STRATEGI PENANGANAN PERMUKIMAN LERENG BUKIT DI PERKOTAAN Studi Kasus: Pemukiman Keluraban Randusari1 kecanatan Semarang Selatan. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

The city development, especially it is in big city such as Semarang, is something undeniable. The careless city developing planning toward the rapidly developed cities will give bad effects to several land function abuse such as the hill area housing. The spontaneous, unplanned housing will result declining on physical quality of the environment. Environment and housing become an ideal combination in a housing planning. Thus, the unplanned housing in the center of a city will cause problems affect the housing. Based on the impact study theories, a case happens in housing of RW3 and RW4 can be categorized into 2 aspects; physical aspects contain of supra as well as infra structures, topography, buildings and social facilities availability, and non physical aspects contain of society political and economical social aspects. The research intended to discuss physical aspects of the environment. The research is a survey research uses questionnaires. The research employs SWOT descriptive analysis. It is hoped by using the analysis will be able to conclude the overcoming technology in the planning approach for the better, healthier, and environmental viewed housing. Based on the analysis, RW3 and RW4 have the poor physical condition. RW3 is worst because it is situated at leaning area and the economical condition of the people is averagely low. The area uses burial ground as housing and the government does not take any policy. The physical problems in the area should be developed well either by the government and the society live there. The development should include the re-arrangement of the flowers kiosks next to the Semarang River, the cleaning of the water canals, the building of graveyard polders, and building of relling around village streets border with cliff. Such recommendation would reduce maximally negative impacts of the housing in RW3 and RW4 in Randusari sub-district, Semarang. Key words: Hill area housing Perkembangan kota merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, terutama di kota besar seperti Semarang. Kota yang mengalami perkembangan yang, cepat dan tanpa disertai dengan perencanaan yang matang dan terencana akan memberikan dampak pada beberapa penyalahgunaan fungsi lahan, antara lain seperti permukiman didaerah lereng bukit. Permukiman di RW 3 dan RW 4 Kelurahan Randusari merupakan salah satu contoh permukiman yang terletak dilereng bukit. Permukiman yang tumbuh clan berkembang secara spontan dan tanpa didasari dengan perencanaan yang matang dan menyeluruh akan mengakibatkan menurunya kualitas fisik lingkungan yang ada. Kesinambungan antara lingkungan alam dan perumahan merupakan kombinasi yang ideal dalam setiap perencanaan perumahan. Untuk itulah setiap permukiman yang tumbuh di tengah kota dan tanpa didasari dengan perencanaan akan menixnbulkan beberapa dampak yang akan merugikan bagi permukiman itu sendiri. Berdasarkan kajian teori dampak-dampak yang terjadi pada kasus permukiman RW 3 dan RW 4 dapat dikategorikan dalam 2 aspek : Aspek Fisik, yang terdiri dari permasalahan sarana dan prasarana, topografi dan bangunan serta penyediaan fasilitas sosial. Aspek non fisik yang terdiri dari aspek sosial ekonomi masyarakat. Dalam penelitian ini pembahasan lebih ditekankan pada aspek fisik lingkungan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survai dengan menggunakan alat bantu kuisioner. Sedangkan analisis yang dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT. Diharapkan dengan menggunakan analisis ini maka akan didapatkan suatu strategi penanganan dalam pendekatan perencanaan bagi permukiman yang lebih baik, lebih sehat dan berwawasan lingkungan. Dari analisis yang dilakukan di permukiman RW3 dan RW 4 mempunyai kondisi fisik yang cukup memprihatinkan. Kondisi RW3 lebih parah dibandingkan dengan kondisi RW 4 dikarenakan lokasi permukiman yang berada pada lereng yang sangat curam dan kondisi ekonomi masyarakat yang lebih rendah dibandingkan dengan RW 4. Di daerah tersebut telah mengalami pengurangan lahan pemakaman yang dipergunakan sebagai area tempat tinggal, hal ini juga diperparah dengan ketidaktegasan aparat dalam menangani pemiasalahan ini. Pennasalahan fisik lingkungan pada permukiman ini seyogyanya hams dibenahi dengan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat itu sendiri, seperti penataan kios-kios bunga yang membelakangi sungai Semarang, pembersihan saluran-saluran air dan pembuatan talud pada daerah pemakaman. Dan juga pembuatan relling pada jalan kampung yang berbatasan dengan tebing. Dengan adanya usulan rekomendasi semacam itu dampak yang terjadi pada permukiman lereng bukit khususnya pada permukiman RW 03 dan RW 04 Kelurahan Randusari Semarang dapat diminimalisasikan. Kata Kane( : Permukiman Lereng Bukit

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11432
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 10:11
Last Modified:25 May 2010 10:11

Repository Staff Only: item control page