BENTUK-BENTUK PENYELESAIAN KONFLLK RECLAIMING DAN PENDUDUKAN TANAH DILIHAT DARI HUKUM TANAH NASIONAL Studi Kasus Reclaiming dan Pendudukan Tanah Antara PT. Agri Andalas, PT. Perkebunan Nusantara VII dan Masyarakat di Desa Tanah Abang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Propinsi Bengkulu

HIDAYAT, MUHAMMAD FAUZAN (2004) BENTUK-BENTUK PENYELESAIAN KONFLLK RECLAIMING DAN PENDUDUKAN TANAH DILIHAT DARI HUKUM TANAH NASIONAL Studi Kasus Reclaiming dan Pendudukan Tanah Antara PT. Agri Andalas, PT. Perkebunan Nusantara VII dan Masyarakat di Desa Tanah Abang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Propinsi Bengkulu. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Occupation and land plantation area reclaiming between PT. Agri Andalas, PT. Perkebunan Nusantara VII and community at Tanah Abang village, District of Talo, Seluma Regency, Province of Bengkulu has stimulated agrarian conflict to happen. This research is intented to know what factors that motivates the society occupying that plantation area and efforts or patterns of conflict settlement that have been done. This research is done at Tanah Abang village, District of Talo, Seluma Regency, Province of Bengkulu with observation object, includes: PT. Agri Andalas, PT. Perkebunan Nusantara VII and society that occupy plantation area (Respondent) arranged in simple random sampling and sources (Government and non- Government) as supporters. The using data in this research is primary data which is gathering directly from observation subject utilizing guestionnaire for respondent and interview for the sources. Seconday data is gotten from literature and document study. And then, those data are analyzed in qualitative descriptive. The results obtained are: 1) Factors that motivate conflict happened is inconsistency of both company in performing the fixed rules especially about land releasing, local official mentality particularly village leader that took advantage of the situation to get individual profit, there is no apparent border either village or district, and many neglected land that cause other person inside or outside the area occupatied the land. 2) Effrot or pattern that has been done to solve conflict is: outside the court (Alternative Dispute Resolution) that still doesn't reach final result yet. The conflict settlement thourgh the court is still aimed to criminal action to put an end the conflict, and be active thourgh mediation settlement, explore each other the probability of disputed settlement if fmal result was remained about resolution form later, so for those is expected to be consistent and be obedient in implementing that decision Pendudukan dan reclaiming tanah areal perkebunan antara PT. Agri Andalas, PT. Perkebunan Nusantara VII dan Warga Desa Tanah Abang di DesaTanali Abang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Propinsi Bengkulu telah memicu terjadinya konflik pertanahan (agraria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mendorong masyarakat menduduki tanah areal perkebunan tersebut dan upaya atau model penyelesaian konflik yang telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan di desa Tanah • Abang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Propinsi Bengkulu dengan subyek penelitian, meliputi: PT. Agri Andalas, PT.Perkebtman Nusantara VII dan masyarakat yang menduduki tanah areal perkebunan (responden) yang ditentukan secara simple random sampling dan narasumber (pihak pemerintah atau selain pemerintah) sebagai pendukung. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan menggunakan kuisioner untuk responden dan wawancara untuk narasumber. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka dan study dokumen. Kemudian data-data tersebut dianalisis secara deskriftif kualitatif. Hasil temuan yang diperoleh : I) Faktor-faktor yang mendorong terjadinya konflik adalah ketidak konsistenan kedua perusahaan dalam melaksanakan aturan¬aturan yang telah ditetapkan terutama dalam hal pembebasan lahan, mental apartur daerah terutama kepala desa yang memanfaatkan situasi untuk mendapat keuntungan pribadi, tidak adanya batas desa maupun kecamatan yang jelas, banyaknya tanah yang ditelantarkan warga menyebabkan orang lain baik warga sekitar maupun warga dari luar daerah menduduki lahan tersebut. 2). Upaya atau model yang sudah dilakukan untuk menyelesaiakan konflik yaitu: alternatif penyelesaian konflik di luar pengadilan (Alternative Dispute Resolution) masih belum mencapai hasil akhir. Penyelesaian sengketa melalui peradilan masih ditujukan terhadap tindak pidana yang tedadi akibat dari sengketa tersebut. Disarankan agar pihak yang bersengketa beritikad baik untuk menyelesaikan sengketa, serta bersikap aktif dalam penyelesaian melalui mediasi, saling menjajaki kemungkinan penyelesaian sengketa, serta jika nantinya telah ditetapkan hasil althir mengenai bentuk penyelesaiannya, maka para pihak diharapkan konsisten dan tact dalam melaksanakan ketetapan tersebut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:11395
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:25 May 2010 08:49
Last Modified:25 May 2010 08:49

Repository Staff Only: item control page